Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Pasrah


__ADS_3

Malam hari setelah jalan ke pantai bersama Dewa, Ayri masih belum puas ngobrol sehingga ia menelfon Dewa di malam hari serta ia belum sempat bertanya kepada Dewa siapa Trian.


" Aku boleh tanya?. " tanya Ayri sambil tengkurap di atas kasur nya.


" Apa?" Dewa di balik telfon sambil memainkan gitar.


" Kamu kenal sama Trian?" tanya Ayri ragu.


" Trian? ya kenal lah. Kenapa emang? ko kamu tau dia?. " Tanya Dewa kaget dan penasaran kenapa Dewa tau Trian yang mana Trian ternyata adalah teman dan tetangga Dewa. Ayri pun menceritakan tentang dirinya sampai bisa bertemu dengan Trian saat itu.


Dewa juga menjelaskan bahwa Trian adalah teman nya yang rumah nya pun tidak jauh dari rumahnya.


" Owalah, berarti dia selama ini bohongi aku. ngaku nya anak santri, tinggal di pesantren dan ngaku nya lagi pas aku antar dia pulang kata nya itu adalah rumah tante nya. " Ucap Ayri merasa kecewa terhadap Trian karna ia sudah tertipu oleh Trian.


" Habisnya kenapa kamu ngga tanya dulu ke aku atau tanya dari awal dia kontak kamu. " ucap Dewa datar.


" Ya mana aku tau, maka nya aku tau karna dia turun di dekat rumah kamu. " Ucap Ayri yang kemudian ketus.


" Udah jangan lagi-lagi ladeni orang yang ngga kamu kenal. Udah malam, tidur gih. Aku juga udah ngantuk. " Terdengar oleh telinga Ayri ada suara menguap.


" Ya udah tidur gih, aku masih belum ngantuk. Good night. " Ucap Ayri lembut dan menutup HP nya.


Ayri masih terasa kesal terhadap Trian yang meskipun sejak saat ia bertemu dengan nya, Trian tidak pernah lagi menghubungi Ayri.


" Ih, poko nya aku kesel banget sama dia. Aku ngga bakal maafin dia, Huh. " gumam Ayri sambil ia memposisikan badan nya meringkuk dengan kepala di bawah bantal. Ayri membuka layar HP di bawah bantal. Sejak ada di rumah, Ayri tukar HP dengan kakaknya karna ia mulai ingin menggunakan sosial media berupa FB karna ia tidak mau ketinggalan trend anak muda.


Sama hal nya dengan Dewa, semenjak Ayri lulus sekolah, ia memiliki HP yang bisa membuka aplikasi sosial media.


" Eh tunggu, ini Status nya Dewa 1 jam yang lalu? " Ayri detail membaca status Dewa di beranda Facebook nya.


' Rindu yang sebatas Angan ' Tulis Dewa dalam status beranda nya.

__ADS_1


" Rindu? rindu sama siapa?. " Ayri penasaran dan membuka detail akan komentar nya. Ada beberapa percakapan antara Dewa dengan akun yang bernama Rifqi yang menuliskan


" Sabar, berdoa buat dia yang udah tenang di sana. " Tulis Rifqi.


" Iya, makasih. " jawab Dewa singkat.


" Semangat. " lanjut Rifqi yang kemudian Dewa balas hanya dengan emoticon senyum.


" Hm, komentar sama cowo. Tapi ko foto nya cewe?. hm, cewe nya temen Dewa kali ya. Ah udah lah aku juga ngantuk. " Ayri pun memejamkan mata nya dan tertidur.


Ke esokan harinya..


Ayri terkesima ketika tiba-tiba ia lihat mobil terparkir di halaman rumah nya dan pemilik mobil nya sedang berbincang dengan Ayah Ayri di teras rumah Ayri.


" Siapa pagi-pagi buta gini udah bertamu?. " Ayri penuh tanya. Namun ia tidak mempedulikan dan malah pergi ke kamar mandi.


" Hmm, harum banget masakan nasi goreng ala mamah, hehe. " Puji Ayri ketika melewati dapur yang berdepanan dengan kamar mandi dan ia membuka pintu kulkas berniat mengambil air minum.


" Uhuk, apa mah jemput?. mau kemana?. " Ayri sangat tidak mengerti.


" Eh, emang nya papah belum bilang sama kamu? papah kan mau ajak kamu buat liat kampus yang udah papah daftar. " ucap Ibu Ayri yang lagi-lagi membuat jantung Ayri berdegup tidak karuan.


" Apa? mamah serius??. " Seketika tubuh Ayri terasa dingin mendengar setiap ucapan ibu Ayri.


" Ayri, belum siap-siap?. Ayo buruan jam 8 kita udah harus di lokasi. " Ucap Ayah Ayri yang akan segera sarapan.


" Ayri ngga tau kalo papah mau ajak Ayri. " Ucap Ayri datar sambil berlalu menuju kamar mandi.


Rasa yang sangat kacau menyelimuti hati Ayri, sontak air mata Ayri menetes begitu saja tetapi Ayri harus kuat menjalaninya meskipun dalam hatinya penuh dengan kebimbangan.


Selesai bersiap, Ayripun mengikuti perintah Ayahnya untuk pergi ke Universitas KHARISMA. Sepanjang perjalanan Ayri hanya menatap ke arah luar jendela. Ia tidak menyimak obrolan Ayah dan teman nya itu yang ia dengar hanya menceritakan masalah politik.

__ADS_1


" Nah, mohon untuk di isi ya pak formulir nya. " Seorang wanita petugas Administrasi Universitas menyodorkan formulir kepada Ayah Ayri setelah mereka sampai dan mendatangi ruang Administrasi. Sementara Ayri menunggu di bangku tunggu dengan seorang laki-laki teman Ayah Ayri.


" Anak bapak juga kuliah di sini, udah semester 4 tahun ini. Nanti kalo ada hal yang mau di tanyakan boleh tanya aja dia. " Ucap laki-laki tersebut memecahkan keheningan suasana. Ayri hanya membalasi dengan senyuman.


" Ya allah, aku kuat aku kuat aku kuat. Berikan kekuatan hati untukku agar selalu ikhlas menjalani semua ini ya allah. " Ayri memohon dalam hati.


" Jika ini jalan mu dan takdir hidupku, maka kuatkan hatiku, lancarkan urusan hari ini sampai aku bisa masuk kuliah disini. " Lanjut nya dan Ayri menyeka wajahnya dengan ke dua tangan nya.


" Udah selesai, tinggal nunggu awal bulan kamu mulai masuk kuliah dan sekalian di kasih seragam dari kampus. " Tutur Ayah Ayri dengan bangga.


" Secepat itu, awal bulan kan 2 mingguan lagi. Ya allah aku belum siap. " Gumam Ayri dalam hati. Namun Ayri menutupi rasa was-was nya dengan senyuman dan sesekali menunduk.


Setelah selesai urusan di Universitas, mereka pun bersiap untuk pulang. Selama perjalanan Ayri fokus dengan HP nya memberi kabar kepada Dewa tentang situasi hati nya saat ini.


' Sedih banget, aku harus gimana Wa untuk mengelak keinginan papah. ' Ayri


' Tinggal bilang aja ngga mau, mumpung belum terlambat. ' Dewa.


' Mana mungkin Wa, papah udah kasih bayaran untuk 1 semester. Dan aku mulai kuliah di awal bulan. ' Ayri.


Sambil sesekali Ayri menatap keluar jendela berharap hati nya sedikit tenang. Ayri membuka media sosial nya membuka beranda Facebook dan melihat aktivitas beranda Dewa hari ini.


Dewa mengganti foto profil dengan foto bergaya sambil memegang gitar kesayangannya.


' Jelek 😜 ' Komentar dari orang yang bernama FB Rifqi.


' Ngejek, segini ganteng nya. ' Balas Dewa dalam komentar.


Ayri hanya tersenyum membaca komentar Dewa.


" Dewa Dewa, kenapa ya setiap hari meskipun sering chatingan sering ketemu tapi aku selalu rindu. " Ucap Ayri dalam hati sambil tersenyum menatap luar jendela.

__ADS_1


__ADS_2