
" De, Ayo berangkat nanti kesiangan lho sekolahnya. Udah jam berapa ini. " Kakak Ayri membuka pintu kamar Ayri. Ayri sudah siap untuk berangkat ke pesantren dengan 2 ransel.
" Iya ka ayo, aku bawa ya HP yang dari kaka ke pesantren. Ririn dan Desy juga bawa buat persiapan ujian nanti. " Ijin Ayri yang berniat untuk membawa HP. Kakanya hanya mengangguk.
Di Asrama..
Ayri membereskan baju ke dalam loker, sementara Ririn dan Desy belum terlihat batang hidung nya di dalam asrama.
" Ririn dan Desy belum datang ya?. " Ayri melihat menatap dipan Ririn dan Desy yg belum di beri sprei dan loker mereka masih terkunci gembok.
' Semangat hari pertama sekolah. Jangan merasa sepi karna aku bawa HP. Kita masih bisa komunikasi' pesan Ayri kepada Dewa.
Mengisi waktu kosong menunggu antrian mandi Ayri merebahkan badan di atas dipannya dan memainkan HP nya meskipun sambil di tutupi buku ( berpura-pura membaca buku padahal sedang bermain HP).
' Ko bawa HP? Hati-hati nanti di rampas pengurus. ' Dewa.
' Iya aku akan hati-hati. Jangan nakal ya. ' Ayri.
Ayri merasa meskipun di dalam Asrama tetapi serasa berada di dalam rumah sendiri.
" Aku kuat 10 bulan lagi tinggal disini, karna kini bisa komunikasi dengan Dewa setiap saat. Hehe. " Ayri pun bergegas menuju kamar mandi, HP nya ia sembunyikan dalam loker di selipan baju.
Ke sekolah pun Ayri membawa HP nya dan ia lebih asik dengan HP nya ketimbang dengan 2 sahabatnya ketika jam di istirahat.
" Tuh kan Rin, efek punya pacar jadi dia cuekin kita, malah senyum-senyum sendiri sama HP. " Ucap Desy menyindir Ayri yang asyik dengan HP nya di ruang toilet wanita.
" ho'oh. Itulah sisi negatif nya pacaran. " Ririn pun ikut menyindir.
" Apaan sih kalian ini, kalian juga bawa HP kan? ya udah kalian juga pake lah HP nya biar ga merasa di cuekin. " Jawab Ayri santai.
" Hmm, ya udah lah ayo Rin kita duluan ke kelas. " ucap Desy Merajuk. Ririn dan Desy pun melangkah meninggalkan Ayri.
" Eh tunggu, gitu aja ko kalian sewot sih. Kenapa sih kalian tuh, kaya ga boleh banget aku pacaran tuh. Disini juga kan banyak yang punya pacar. " Ayri menyerobot diantara Desy dan Ririn. Ia selipkan HP di saku kantong celana di dalam rok.
" Iya iya boleh pacaran, bebas ko terserah apa kata kamu aja. Kita ga ngelarang kamu, cuma kamu beda aja semenjak punya pacar. " Ujar Ririn. Ayri pun terdiam dan mengikuti langkah mereka.
" Hey Ayri, apa kabar?. " Sapa Rahman tiba-tiba ketika ia melintasi Rahman yang sedang mengobrol di lorong depan kelas.
" Baik, permisi. " Ucap Ayri jutek. Ia pun masuk kelas, sementara Ririn dan Desy pun menuju kelas mereka.
" Ay, sini deh. " Ujar Lia mengisyaratkan agar Ayri cepat menghampirinya.
" Kenapa li?. " Tanya Ayri yang penasaran.
" Ini ada plastik dari laci meja kamu, Coba deh buka " Lia memerintahkan Ayri yang ia pun tidak tau apa isi dari plastik tersebut.
" Ngga ah, bukan buat aku kali. Udah taro aja di dalam laci. " Ayri menolak.
" Apaan sih itu? kalo itu buat aku, itu dari siapa dan apa isi nya?." gerutu Ayri dalam hati.
" Rasanya aku pengen cerita ini semua yang belum sempat aku ceritakan ke Dewa.
__ADS_1
Bel tanda belajar sudah berbunyi..
Guru bahasa indonesia pun memasuki kelas yang Ayri tempati.
" Assalamualaikum semuanya, duh rupanya muka-muka yang masih sumringah nih ya? ibu mau tanya nih kegiatan kalian di rumah ngapain aja?. " Tanya Bu Erna selaku guru Bahasa indonesia di kelas 3 ini.
" Tadarusan bu, shalat tahajud. " Celoteh salah satu siswa.
" Bagus, tapi ibu rasa itu penuh dusta deh. " Jawab Bu Erna yang sudah tau sifat para santri jika sudah di pulangkan ke rumah.
" Hahaha, muka mu muka dusta sih." Celoteh para siswa lagi. Hal tersebut membuat para siswa di dalam kelas tertawa.
" Hmm, Sudah sudah.. Ibu juga cuma tanya bercanda ko, ibu juga udah tau karakter kalian. Ibu masuk pelajaran di pertemuan pertama langsung kasih kalian tugas ya. Pasti tugas ini tugas yang menyenangkan buat kalian karna ibu akan memberikan tugas ' IDOLA KALIAN' jadi tugas kalian menceritakan di depan kelas tentang siapa idola kalian. " Jelas ibu Erna sambil berdiri d depan kelas.
" baik bu. " Seru para siswa. Para siswa di panggil sesuai nama absen dan mereka menceritakan penuh suka cita. Ada yang mengidolakan Orang tua nya, Artis, bahkan mengidolakan guru nya.
Kini Giliran Ayri maju, ia tidak menceritakan tentang orang tuanya karna hampir semua siswa mengidolakan orang tua nya. Ayri hanya ingin mengubah suasana sehingga ia bercerita tentang band idolanya yaitu KANGEN BAND.
" Hahaha, KANGEN BAND lo idolakan? level lo rendahan " celoteh seorang siswa laki-laki kepada Ayri.
" Alasan saya mengidolakan mereka, bukan dari wajah atau penampilan melainkan dari perjuangan mereka untuk meraih puncak kesuksesan. Mereka yang terlahir dari keluarga sederhana dan pas-pasan membuat saya simpati saya pun demikian, saya bukan terlahir dari keluarga kaya, saya terlahir dari keluarga sederhana. Tapi saya mempunyai motivasi bahwa saya bisa sukses suatu saat, dari sekolah ini bisa menuntun saya untuk menjadi diri yang mandiri dan menjadi batu pijak untuk melangkah sukses, terimakasih. " Tutur Ayri yang kemudian kembali duduk di bangkunya.
" Bagus Ayri, ibu salut sama kamu. Jadi intinya kamu bisa mengambil pengalaman dari seseorang, termotivasi dari tindakan orang lain. Bagus, ibu doakan kamu sukses. " Puji ibu Erna.
Jam pulang sekolah..
Ayri tergesa-gesa menghampiri kelas Ririn dan Desy agar bisa pulang bersama. Tetapi, Ririn dan Desy sudah mendahului Ayri.
" Udah jalan dari tadi. " Jawabnya sambil membenarkan tali sepatu yang terlepas.
" Oh, oke deh makasih ya. " Ayri pun berlalu dan berjalan menuju asrama sendirian.
" mereka ngambek ya sama aku ?, apa salah nya aku, padahal yang pacaran aku, kenapa dia ngelarang kan itu urusan hati aku. Ah tau deh fikiran mereka kemana sih. " gumam nya sambil berjalan menuju asrama yang jarak nya lumayan jauh dari sekolah.
" Ayri..... " Panggil seorang laki-laki dari belakang Ayri. Ayri pun refleks menoleh ke arah suara dan ternyata itu adalah Ghani sambil membawa plastik oleh-oleh dan mengejar Ayri.
" Kenapa kamu ngga terima oleh-oleh dari aku?." Tanya Ghani sambil ngos-ngosan.
" Oh itu dari kamu? maaf aku ngga tau dan maaf aku ngga bisa terima, makasih." Ayri langsung berlari menuju gerbang Asrama.
Sesampainya di kamar, Ayri membuka sepatu dan masuk kamar. Ia jumpai Desy yang sedang bersiap turun kamar untuk mengantri mandi sementara Ririn berbaring di atas kasurnya sambil memainkan HP nya.
" Rin, Des kenapa kalian ninggalin aku sih? aku cari kalian ternyata udah pulang. " ucap Ayri sambil melihat mereka yang terlihat cuek terhadap Ayri.
" Mau ngantri mandi, setelah magrib kan mau ada acara nasehat dari kyai besar jadi kita buru-buru pulang karna ga mau antri mandi kelamaan. " Jawab Ririn cuek yang kemudian bergegas mengambil alat mandi dan keluar kamar dengan Desy.
"Hmm, sabar aja gue. Terserah mereka lah mau cuekin gue atau gimana. " Ayri menaruh tas nya di atas loker dan mengeluarkan HP nya. Ia membaca pesan dari Dewa.
' Teman baru semangat baru. ' Dewa.
' Tapi jangan lupakan wanita ini, jangan nakal. Awas aja ya kalo nakal. ' Ayri.
__ADS_1
Ada bahagia yang Ayri rasa saat ini, karna Dewa kini bisa kembali sekolah meskipun tertinggal 2 tahun oleh Ayri. Tetapi ada rasa khawatir karna Ayri takut Dewa nakal di sekolah seperti hal nya menyukai teman wanita di sekolah nya.
" Ah, jangan Ayri jangan negatif thinking. " Ayri menggelengkan kepala nya agar tidak muncul prasangka buruk terhadap Dewa.
' Ngga. ' Dewa.
' Hmm, Dewa aku boleh tanya sesuatu ke kamu?' Ayri
'Apa?' Dewa
' Kalo di sini ada yang suka sama aku gimana? kamu bakal marah? ' Ayri.
' Kalo kamu nya respon aku marah, kalo kamu nya ngga aku tambah cinta sama kamu' Dewa.
Beberapa bulan kemudian...
Ayri, Ririn dan Desy masih belum berdamai. Ririn dan Desy masih bersikap angkuh terhadap Ayri sehingga Ayri memilih untuk sendiri.
" Ayo Rin buruan siap-siap, pak Firdaus bentar lagi masuk kelas lho. " Suruh Desy sambil mengunci loker. Sementara Ririn masih tiduran di atas kasur nya.
" Ayo Rin. " Desy menarik tangan Ririn yang ia raba terasa hangat.
" Kamu sakit Rin?. Badan kamu demam banget, aku antar kamu ke UKS ya. " ujar Desy yang khawatir akan keadaan Ririn yang begitu pucat
Ririn di gandeng oleh Desy berjalan menuju UKS asrama saat mereka menuruni tangga, mereka berpaprasan dengan Ayri.
" Ririn, kamu kenapa?. " tanya Ayri yang baru datang dari koprasi dan akan meletakkan belanjaan ny ke dalam kamar.
" Demam. " Ucap Desy jutek.
" Astagfirullah, sini aku ikut gandeng. " Ayri membantu Desy menggandeng Ririn. Mereka hanya terdiam ketika Ayri ikut menggendong.
" mba, tolong obati temen aku, dia demam. " Ucap Ayri tergesa-gesa ketika mereka sudah sampai di dalam UKS dan meminta penjaga UKS segera memberikan obat.
Ririn pun segera mendapatkan penanganan dan di berikan obat oleh petugas UKS.
" Ini udah jam pengajian, sebaiknya kalian segera masuk kelas. Biar kami yang menjaga pasien. " Ujar petugas UKS.
" Iya. Rin, aku tinggal dulu ya. Semoga kamu cepet sembuh. " Ucap Ayri tersenyum kepada Ririn dan mengelus pundak Ririn.
" Iya, makasih ya Ay. " Ucap Ririn yang tersadar akan kebaikan Ayri.
" Iya ga apa-apa ko. Kita baikan ya, ga baik loh berlama-lama kita saling diam. " Ucap Ayri lembut.
" maafin aku juga ya Ay, aku udah cuekin kamu terus. Sebenarnya kita udah kangen banget bercanda sama kamu, kita tau kamu pasti jenuh selalu kemana-mana sendirian. " ucap Desy menyesali.
" Hehe, ngga apa-apa. Biar aku belajar bersabar menghadapi temen-temen ku yang super perhatian ini. Tenang, meskipun aku sama D aku akan jaga diri ko. Kalian takut kan kalo sahabat kalian ini pacaran bakalan macem-macem?. " Tanya Ayri.
" Iya, kita takut kalo nanti kamu bakalan lupain kita karna asik pacaran sama HP. " Desy keceplosan. Ayri pun segera membungkam mulut Desy karna takut terdengar oleh petugas UKS. Beruntung mereka tidak menyadari akan ucapan Desy.
" Hey, udah sana gih ke kelas bentar lagi kelas pengkajian di mulai loh. " Ucap Ririn mengingatkan.
__ADS_1
" Hehe, iya kalo gitu kita berangkat dulu ya. Kamu harus cepet sembuh inget besok udah mulai banyak tugas sekolah loh. " Ingat Desy kepada Ririn.