
1 bulan kemudian...
Tiba lah saat nya hari terakhir Ujian Nasional. Telah di umumkan sebelum nya bahwa hari terakhir ujian, maka hari terakhir pula tinggal di Asrama pesantren SUMBER BAROKAH. Hari ini pula adalah hari yang paling di tunggu Ayri, hari kebebasan untuk kembali ke rumah. Ia hari ini sangat semangat menjalani ujian sambil menunggu kakak nya menjemput.
" Semangat Ayri, buktikan ke papah kalau kamu bisa." Ayri memotivasi dirinya sendiri sambil mengisi soal ujian.
"Alhamdulilah, akhirnya bisa pulang juga. " Ucap Ayri mengela nafas setelah selesai beres-beres berkemas isi loker di masukkan ke dalam tas dan kardus.
" Kamu mau langsung pulang Ay?. " Tanya Ririn menghampiri Ayri yang tengah sibuk sendiri.
" Iya Rin, kamu semangat ya, semoga lancar barokah penobatan Ustazah nya. Insya allah aku nanti akan kesini lagi saat pembagian rapot dan nilai SKHUN." Tutur Ayri memeluk Ririn.
Bagi siswa yang di nobatkan menjadi Ustazah belum di perbolehkan untuk pulang karna mereka akan di berikan beberapa Tes dan pengurusan sertifikat sehingga mereka harus tetap tinggal sementara di dalam pesantren.
" Oh iya Desy mana?. " Tanya Ayri kemudian yang sedari pulang sekolah ia tidak terlihat di kamar.
" Desy lagi ada keluarganya di ruang tamu kantor." Ucap Ririn sambil merelai pelukan Ayri.
" Oh, ya udah kalo gitu nanti aku nitip salam buat dia ya, aku mau duluan pulang. Kaka ku udah nunggu di halaman Asrama. Kamu hati-hati ya Rin, jangan lupa sering kabar-kabar via HP. " Ayri pun pamit kepada Ririn dan teman - teman kamar nya kemudian menghampiri kakaknya yang sedang menunggu di taman asrama putri.
" Duh semangat banget sih yang mau pulang. " Ucap kakaknya yang melihat adek bungsunya senyum sumringah menghampirinya.
" Hehe, hari ini kan hari kebebasan aku harus sumringah dong. Ayo buruan pulang, aku ngga sabar pengen cepet-cepet sampe rumah nih. " Ucapnya sambil menenteng tas yang penuh dengan buku dan pakaian.
" Iya ayo, sini biar kaka bantu bawa. " mereka pun pulang dengan penuh suka cita.
Selama perjalanan, ia sibuk dengan HP nya mulai dari mengabari Dewa bahwa ia sudah dalam perjalanan pulang, mengabari Shisi bahwa ia siap untuk datang di acara reuni SMP.
' Oke, kalo gitu jangan lupa besok dateng ya. Siang jam 2. ' Pesan Shisi kepada Ayri.
' Besok dateng ya acara reunian di rumah Shisi. Ajak teman yang lain juga biar kita kumpul rame di rumah Shisi. ' Pesan Ayri kepada Dewa.
Rasa tidak sabar yang Ayri rasa semakin menggebu. Ia ingin cepat-cepat menikmati hari besok bertemu dengan Dewa dan teman yang lain nya.
Hubungan ia dengan Dewa masih menjadi rahasia kecuali hanya Yani dan Saydi yang mengetahui nya.
Ke esokan harinya..
Siang hari ketika Ayri sedang bersemangat membantu ibu nya mengelap kaca jendela, ia baru mengingat bahwa hari ini adalah acara reunian.
' Udah siap?. ' Tanya Dewa dalam SMS.
__ADS_1
' Ya ampun aku lupa. Bentar ya aku mandi, nanti aku jemput. ' Ayri.
Ayri langsung bergegas ke kamar mandi dan berganti pakaian bersiap untuk pergi menjemput Dewa di taman kelapa dekat rumah Dewa.
" Mamah, Ayri ijin mau ikut reunian di rumah temen SMP ya. " Izin Ayri kepada ibu nya yang masih membereskan tanaman di teras rumah.
" Iya, tapi pulang nya jangan lama-lama ya. Cuaca di sini lagi ga bagus, banyak angin. " Tutur Ibu Ayri penuh perhatian.
" Siap. " Ayri mengacungkan jempol dan pergi menjemput Dewa dengan penuh suka cita akan tercurahkan rasa rindu yang selama ini ia tahan.
Sesampai nya di taman kelapa, Ayri sudah menjumpai Dewa yang sedang duduk sambil melihat pemandangan sekitar. Hari ini ia berpenampilan rapih, berpakaian kemeja yang membuatnya jadi lebih berkharisma.
" Assalamualaikum, nunggu lama ya?." Ucap Ayri membuyarkan pandangan Dewa.
" Walaikum salam. " Mata Dewa takjub ketika melihat Ayri yang berpakaian Syar'i berwarna pich terlihat lebih anggun dan peminin.
" Hm, lumayan. Tapi aku juga lagi nunggu Haevi, tunggu sebentar ya nanti biar aku bonceng Haevi, dan kamu bawa motor sendiri. " Atur Dewa berharap Ayri mengerti akan sikap Dewa yang tidak mau orang lain tau bahwa ia dengan Ayri berpacaran.
Sesampai nya di rumah Shisi, Ayri langsung berlari menghampiri Shisi yang tengah berdiri di antara teman-teman nya sambil bercakap canda gurau.
" Shisi, ya ampun aku kangen banget. " Ayri memeluk Shisi dengan penuh keceriaan.
" Alhamdulilah kemarin baru selesai ujian, dan sekarang tinggal nunggu hasil plus nunggu pengumuman dari UGM. Kamu sendiri gimana?. " Tanya Ayri pula yang sangat ingin tahu tentang Shisi.
" Aku?, aku ngga sekolah Ay, tapi aku kerja. Alhamdulilah bisa membantu perekonomian keluarga. " Jelas Shisi yang sama sekali tidak melanjutkan ke pendidikan SMA.
" Yah Shisi sayang banget, kamu tuh pinter kenapa ngga sekolah, ya ampun. " Ayri sangat mengecewakan atas Shisi yang menyia-nyiakan ke pandaian nya itu.
Tiba-tiba, Shisi melihat Dewa dan Haevi yang tengah memasuki lokasi dan memberikan sapaan kepada Shisi.
" Hey Shi, gimana kabar kamu?. " Tanya Haevi memberikan salaman kepada Shisi.
" Alhamdulilah baik, ayo silahkan cicipi hidangan dulu. " Ucap Shisi mempersilahkan mereka untuk menyicipi hidangan.
" Iya, Ngobrol nya jangan kelamaan berdiri nanti kesemutan loh kaki nya. " Ucap Haevi membercandai mereka lalu berlalu meninggalkan Ayri dan Shisi yang asik ngobrol.
" Eh sebentar, tadi kan Dewa ya?. Hey, kamu ngga kagum sama Dewa ? Penampilannya beda ya sekarang, berkharisma. Hehe " celoteh Shisi kepada Ayri.
" Apaan sih Shi, hehe. Aku sama dia sekarang udah deket ko. " Jelas Ayri memberitahukan kepada Shisi akan kedekatannya dengan Dewa.
" Hah, serius ? ya ampun akhirnya kamu. Semoga sama Dewa sampai menikah ya Ay. "
__ADS_1
" Hehe, amiiiin. Aku sapa temen-temen yang lain dulu ya, haus juga mau minum. Hehe. " pamit Ayri kemudian memposisikan duduk di antara teman-teman nya yang sedang mencurahkan rasa rindunya.
Tetapi ada yang beda ketika Ayri tidak sengaja melihat Yani yang dari tadi memandangi Ayri.
" Yani, datang juga. dari kapan dia liatin aku?. " Gumam Ayri dalam hati. Kemudian Ayri pindah posisi duduk mendekati Dewa yang tengah ngobrol dengan Haevi.
" Cie, sekarang udah berani dekat nih. " Sindir Haevi kepada Ayri dan Dewa. Ayri hanya tersenyum menanggapi ucapan Haevi.
" Nih, aku bawain kalian minum. " Ayri memberikan mereka minum yang di sajikan dengan baki. Dewa hanya tersenyum kepada Ayri.
" Aku udah tau ko hubungan kalian, Dewa cerita tadi di jalan. " Tutur Haevi.
" Syukurlah. " Ucap Ayri. Lagi-lagi Ayri memperhatikan Yani yang sesekali memperhatikan gerak geriknya.
" Kenapa?. " tanya Dewa yang aneh akan sikap Ayri.
" Eh, ngga ko. Silahkan lanjutin ceritanya, aku yang dengerin, hehe. " Ayri menutupi akan gerak gerik Yani.
" Hey guys, kita foto-foto bareng yuk buat dokumentasi. " ucap Yusi yang ikut serta memeriahkan acara.
Sayang nya dalam acara reunian tersebut hanya di hadiri oleh kelas 9F dan sayang pula Genk 3R tidak hadir dalam acara tersebut. Hadirin memposisikan untuk foto bersama.
Hari semakin sore, tetapi acara masih belum selesai karna masih ada season acara makan bersama. Hadirin suka cita bercanda gurau sambil mempersiapkan hidangan makan.
" Ayo buruan di santap, hm enak banget tau ikan bakar nya. " Seru salah satu teman yang mencicipi hidangan.
" Yeh, nanti dong nunggu teman - teman yang lain. " sahut salah satu teman nya. Mereka saling berdebat canda gurau.
" Hehe, udah boleh di santap ko, ayo silahkan. Acara juga sudah selesai. Makan yang kenyang ya. " Titur Shisi mempersilahkan tamu undangan.
Setelah selesai acara Ayri dan teman-teman yang lain pun pulang. Ayri pulang di tutur oleh Dewa dan Haevi dari belakang karna Dewa khawatir Ayri selama di perjalanan. Syukurlah Ayri bisa pulang dengan selamat dan tidak kehujanan karna selama perjalanan pulang cuaca mendung di sertai dengan angin kencang.
" Alhamdulilah, untung udah sampe rumah. " Ucap Ayri memarkirkan motornya di garasi motor dan langsung menuju kamar. Ayri melintasi ayahnya yang sudah pulang dari kantor.
" Dari mana anak gadis sore, cuaca mendung baru pulang. " Tanya Ayah Ayri sambil memainkan HP.
" Habis hadir di acara reunian SMP pah, acara nya baru selesai tadi. " Jawab Ayri.
" Oh. Ya udah sana mandi terus makan. " Ucap ayah Ayri mempersilahkan. Kali ini Ayri mengelus dada selamat karna ayahnya tidak banyak bertanya dan tidak memberikan rasa yang meresahkan hati Ayri.
Ayri langsung menuju kamar dan merebahkan sebentar badan nya di kasur karna ia merasa lelah.
__ADS_1