Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Flash Back tentang Dewa Part 8


__ADS_3

" Dewa plis, tunggu di sini sebentar." Ucap Melly memohon ketika ia melihat Dewa melintas dari gerbang sekolah.


" Kenapa sih, gue mau buru - buru pulang nih. " ucap Dewa tergesa-gesa.


" Plis Lo jujur dong tentang perasaan Lo terhadap Ayri, Lo tuh suka kan sama dia ?. Ayri udah kaya orang kesambet loh ngarepin lo buat ngungkapin perasaan. Dia merasa kalo cintanya bertepuk sebelah tangan " Jelas Melly yang selalu berusaha mencegah Dewa agar ia tidak lekas pergi.


Namun tiba-tiba Ayri muncul bersama ke tiga sahabatnya yang membuntuti Ayri dari belakang.


" Sial, kenapa dia malah bawa rombongan. Andai tadi Lo muncul sendirian, bakal gue ungkapin perasaan gue langsung. " Gumam Dewa dalam hati.


Ngapain sih mereka malah ikut-ikut, haduh. Nanti Dewa malu lagi, Yang ada nanti gagal. Batin Melly dan juga Ayri.


" Mell... " Panggil Ayri yang langsung menghampiri Melly.


" pulang bareng yuk." lanjut Ayri berpura-pura.


" Iya ayo. Wa, Ayri pengen ngomong nih sama Lo. "


"Eh, ngomong apaan. Ngga ko, bohong." Ucap Ayri berpura-pura dan malu-malu.


" Oh ya udah kalo ga ada hal yang penting, kalo gitu gue duluan ya. " Dewa melangkah pulang, namun seketika Ayri menahan.


" Tunggu, gue cuma mau minta maaf ke Lo. Maafin gue karna selama ini gue udah suka sama Lo. " Ucap Ayri berpaling dari Dewa namun Dewa tetap melangkah pergi. Sayu - sayu Dewa mendengar tetapi tidak ia pedulikan.


Avril, Tea , Shisi dan Melly menyaksikan kelakuan sahabatnya nya itu. Setelah Dewa jauh dari pandangan, Ayri bersimpuh menangis karna tak kuat menahan tumpahan isi hati nya.


" Maafin gue Ayri, gue ga bisa melakukan itu, gue ga bisa gue bodohhhhhhhhh.. " Ucap Dewa sambil berteriak di tengah lapang menuju parkiran.


" Kenapa ya Allah kenapa gue ga di kasih keberanian buat ngungkapin perasaan gue, gue teramat malu di hadapan wanita. Ayri, percayalah meskipun gue ga pernah mengungkapkan, tapi gue sayang banget sama Lo. " Ucap Dewa sambil bersimpuh.


.....


Malam hari setelah hari perpisahan, Dewa termenung di dalam kamar sambil memainkan gitar kesayangannya dan bernyanyi lagu 'TAKKAN BERARTI' by Ornito band.


Senja di sore itu, menemani kepergianmu.


Saat kau ucap kata, kau tak lagi bersamaku..


Perih yang ku rasa mungkin takkan pernah kau duga.

__ADS_1


Cinta yang dulu ada kini telah kau bawa..


Cinta jangan tinggalkan aku


Karna tak akan pernah ada, cinta selain dirimu


Jika kau tinggalkan aku sanggupkah diriku menghapus, segala bayangmu oh kekasihku, kembalilah..


Dewa terpaku akan kotak kado yang Ayri berikan. Ia membuka kembali kado yang ia simpan rapi di atas meja belajar.


" Terimakasih Ayri, Lo udah jadi penyemangat gue selama ini. Terimakasih telah mencintai gue meskipun Lo ga pernah tau isi hati gue. Andai ada kesempatan untuk kita bisa bertemu lagi, tuhan pasti akan memberikan kita waktu untuk bisa bertemu lagi." Ucap Dewa sambil memegang erat sapi tangan yang Ayri berikan.


" Sapu tangan ini akan selalu gue simpan, di saat gue udah berani untuk bahagiain cewe, gue pasti akan datang dan akan bahagiain Lo Ay. Semoga Lo belum punya laki-laki pendamping "


Beberapa bulan kemudian..


Kehidupan Dewa mengalir begitu saja. Setiap hari setelah lulus SMP ia selalu membantu ibu nya di ladang untuk berkebun milik pak lurah yang ada di kampungnya.


" Nak, ayo pulang. Hari udah mulai petang." Suruh Ibu Dewa dengan membawa bakul yang berisikan cabai. Ibu Dewa di beri tugas oleh pak lurah untuk mengelola kebun miliknya di ladang.


Dewa pun bergegas cuci tangan dan mengikuti ibunya pulang. Dewa tidak melanjutkan sekolah karna keadaan ekonomi keluarga nya yang serba kekurangan. Ayah Dewa sudah meninggal dunia sejak ia umur 7 tahun dan dia hanya tinggal bersama ibunya banting tulang bersama ibunya demi melanjutkan sekolah nanti.


Selepas pulang dari kebun dan menyantap makan sore, Dewa duduk di teras depan rumah. Ia kembali memegang gitar dan melantunkan melodi-melodi.


" Assalamualaikum Wa. " Sapa teman Dewa yang tiba-tiba menghampirinya.


" Walaikum salam. Ada apa Ri ?. " Tanya Dewa kepada temannya yang bernama Ari.


" Wa, gue butuh bantuan Lo. Plis bantu gue ya, mohon banget gue butuh duit Lo mau ya beli hape gue. " Ucap Ari memohon pada Dewa.


" Tapi gue ga punya uang Ri. " Ucap Dewa.


" Plisss Wa, ga apa-apa deh 100 ribu aja. " Ari memohon.


" hmm,ya udah coba lihat dulu HP nya kalo bener gue ambil. " Ia meletakkan gitarnya dan meng cek HP milik Ari.


Dewa memang membutuhkan HP untuk komunikasi dengan teman-temannya karna selama ini ia tidak mempunyai HP.


" Ya udah bentar kalo gitu gue ambil uangnya dulu. " Dewa menuju kamar untuk mengambil uang.

__ADS_1


Kesempatan untuk Dewa bisa punya HP karna selama ini ia sangat ingin memiliki tetapi tidak ada uang untuk membeli nya.


Ke esokan harinya..


Hari ini Dewa tidak ada kerjaan di ladang, ia sangat ingin main ke rumah Saydi karna sekian lama setelah perpisahan itu, ia tidak pernah bertemu Saydi.


" Assalamualaikum " Sapa Dewa ketika ia sampai di depan pintu rumah Saydi.


" Walaikum salam, cari siapa nak?. " Tanya seorang ibu Yang mana itu adalah ibu Saydi.


"Bu maaf apa Saydi nya ada di rumah?. " Tanya Dewa.


" Eh, Saydi lagi kerja nak itu di toko perempatan depan gank. " tunjuk ibu Saydi.


" Oh iya Bu kalo gitu makasih ya, saya mau ada perlu sama Saydi Bu. Saya temui langsung aja Saydi nya. " Pamit Dewa yang kemudian pergi menuju toko yang di tunjuk.


Dewa berhenti di depan toko dan tengak tengok mencari keberadaan Saydi dari atas motor.


" Permisi Ka, apa disini ada karyawan yang namanya Saydi?. " Tanya Dewa kepada wanita penjaga toko.


" Ada, sebentar ya."


Dewa menunggu di depan toko berharap Saydi segera menemui nya. Dan tidak lama kemudian Saydi pun datang.


" Hey Dewa apa kabar Bro. ?" Sapa Saydi langsung merangkul Dewa.


" Baik, Lo sendiri. Udah lama ya baru ketemu lagi. " Dewa merelai rangkulan Saydi.


" Iya Bro, sekarang gue kerja disini Wa jd karyawan. Pengen banget lanjut sekolah tapi ga ada biaya. " Ujar Saydi curhat. Mereka duduk di teras depan toko.


" Sama Say, gue juga cuma bisa bantu nyokap di ladang. Niat nya sih nyelengi dulu buat biaya, kasian nyokap gue banting tulang sendirian. "


" Nah ini nih yang gue lakuin juga buat ngumpulin daftar sekolah sama bantu nyokap. Oh iya Wa tau ga?. ini tuh toko milik om nya Ayri, dan tadi yang cewe itu kakak nya Ayri. "


" Hah, serius?. Jadi selama ini Lo Deket dong sama keluarga nya Ayri?. " Dewa terkejut dan seakan ia mendapat kesempatan untuk mencari tau tentang Ayri lewat Saydi.


" Ya iya lah gue Deket. Sekarang Ayri sekolah di luar kota sambil mesantren. Haha gue kira Lo udah lupa sama Ayri Wa. "


" Haha, Gue minta no HP Lo deh Say. Biar gampang ngehubungi Lo. "

__ADS_1


Setelah Ngobrol panjang lebar, Dewa pun pulang dengan membawa harapan untuk bisa kembali berkomunikasi dengan Ayri.


" Entah kapan pun, semoga kita bisa ketemu Ay. " Dewa penuh harap.


__ADS_2