
Malam semakin larut, namun Ayri tidak bisa tidur masih menyimpan sakit hati atas kelakuan Rangga. Ia memutarkan lagu kangen band (tentang aku kau dan dia lagu yg trend pada masa itu).
Tiba-tiba hp nya berdering
(new number)
" Siapa lagi malem-malem gini nelfon, ganggu aja. Hallo siapa ini?. " Ayri mengangkat telfon dengan nada malas.
" Heh dasar cewe gatel, jangan berani Lo deketin Rangga. Rangga itu pacar citra, dasar cewe gatel udah tau Rangga punya cewe berani nya lo SMS an mesra sama dia. " Ucap cowo dengan nada tulen dari balik telpon tersebut.
" Tinggu? apa ga salah? gue, deketin Rangga? gatel ke Rangga? sory ya. Siapa duluan yg deketin gue, jangan asal nuduh kalo ga tau bukti dan asal usulnya. " Ayri mengelak, karna memang ia tidak pernah mengirim pesan mesra kepada rangga, hanya saja sering bertemu dan kata-kata pujian pun terucap langsung dari mulut Rangga.
" Halah, jangan ngelak. pokonya gue kasih perhitungan, awas aja kalo ketahuan Lo gatel ke Rangga, Lo habis di tangan gue. " Ancam cowo bernada tulen tersebut dan ia akhiri telponnya.
" Heh, hallo. huh dasar orang ga tau sopan santun, cowo banci. Beraninya ngancem gue, awas aja gue ga akan lagi ketemu apalagi Deket sama Rangga. " Ucap Ayri, ia pun memblokir nomor tersebut beserta nomor Rangga.
Keesokan harinya..
Ayri bersama tim dari Monica sudah bersiap-siap untuk mengikuti perlombaan. Tidak hanya lomba paskibra yg akan tampil tetapi ada volly, basket dan beladiri.
" Baiklah kini saat nya acara perlombaan paskibra antar kelas segera di mulai, ada 20 peserta yg akan mengikuti perlombaan ini. bukan hanya itu, sebagai pelengkap kami mempersilahkan untuk eskul volly, basket dan beladiri ikut dalam perlombaan. Dan kini kami resmikan acara ini di buka. " Sorak Sorai pembawa acara yg di bawakan oleh salah satu juri olahraga di sekolah SMP 3 ini.
Sementara Ayri menunggu giliran, Avril, Tea dan Rina menghampiri Ayri untuk memberi suport.
'' Semangat Ay, Monic kalian pasti bisa mengalahkan 19 peserta tersebut" Avril meyakinkan.
" Thanks ya guys, kalian emang sahabat luar biasa. " Ucap Ayri melempar senyum dan merangkul ke 3 sahabatnya itu.
Avril melihat keceriaan Ayri hari ini, ia melihat tidak ada kesedihan dari raut muka Ayri atas kejadian semalam. Menunggu giliran ke 17 membuat Ayri dan tim nya jenuh sehingga mereka memutuskan untuk pergi kekantin sejenak mengisi energi sedangkan Ayri memilih untuk tetap berada di pinggir lapangan bersama tea, Rina dan avril menonton perlombaan.
Namun bukan PBB yg ia tonton, melainkan volly yg sedang diikuti oleh Dewa. Matanya terpaku oleh gerak gerik Dewa yg serius mempermainkan bola.
__ADS_1
" Iya terus Wa, serang terus. " Ucap Ayri pelan namun terdengar oleh Tea.
" Ayri, lo ngedumel apa sih?. " Tanya Tea heran melihat tingkah sahabatnya itu.
"Ehh ngga, cuma itu volly nya seru, hehehe. "
" oh iya pantesan pasti karna Dewa yg main nya ya, mana sih yg namanya Dewa? ayo dong tunjukin ke gue. " Tea penasaran dan mencari-cari mana yg namanya Dewa.
" Iya iya gue tunjukin tuh yg pake baju biru. " Tunjuk Ayri ke arah Dewa.
" Ohhh jadi cowo itu yg selama ini bikin temen gue gagal fokus kalo di sekolahan. " celoteh Tea agak keras.
" Sssttt, jangan kenceng-kenceng. Udah kita tonton aja. " Ayri membungkam mulut Tea yg mulai meninggikan suara.
Di samping itu, Ayri pun melihat ada Lisa beserta teman sekelasnya di seberang sana yg sedang fokus memberi suport terhadap tim tersebut.
Entah kenapa meskipun Ayri tahu bahwa sama sekali Dewa tidak mempedulikannya serta Lisa yg di sukai Dewa, tapi hati Ayri tetap ingin memperhatikan Dewa. Rasa ingin tahu terhadap Dewa lebih besar dari pada rasa sakit hati terhadap situasi cemburu.
" Iya baik, untuk tim selanjutnya tim no 17 silahkan memposisikan ke tengah lapangan. " informasi tersebut membuyarkan tatapan Ayri terhadap gerak gerik Dewa, ia tersadar bahwa ia harus segera mempersiapkan diri untuk berlomba.
"Guys doain gue supaya menang lomba ya. " Ayri menggenggam tangan tea Avril dan Rina agar mensuport penampilannya.
Tim Monica bersiap untuk memulai lomba, mereka membentuk barisan yg dipimpin oleh Monica.
"Siap grak, lencang depan grak, tegak grak. " Monica mengintruksikan berbagai gerakan gerakan dan dengan lincah para pesertanya mengikuti instruksi dengan penuh energik. berulang-ulang Monica mengintruksikan berbagai gerakan, dengan kompak mereka melakukan gerakan atas instruksi tersebut. sampai akhirnya time penampilan selesai.
" Akhirnya kita udah tampil. Thanks ya ay, Lo udah melengkapi tim kelas kita, semoga tim kita menang. " Ucap Monica mengusap peluh di keningnya serta memberi senyuman pada Ayri dan menggenggam tangan Ayri.
" Iya sama-sama thanks juga Lo udah percaya ke gue. "
" Iya sama-sama, o iya nih minuman buat Lo. Gue tinggal ganti baju dulu ya. " Ia beserta tim meninggalkan Ayri yg masih beristirahat di pinggir lapangan.
__ADS_1
" Wihhh mantep PBB nya tadi bagus banget Ay, semoga aja tim lo menang ya. " Avril Tea dan Rina menghampiri Ayri setelah Genk Monica meninggalkannya.
" Thanks ya udah suport kita tadi, kaya nya pengumuman penilaiannya besok deh, gue cape dan kaya nya ga enak badan deh, kita pulang aja yuk. " Ajak Ayri, ia bangun dari duduk di teras kelas.
" Tapi acaranya belum selesai Ay. " Ucap Rina.
" Biarin deh, gue ganti kostum dulu ke toilet ya. Dan habis ini gue mau pulang, kalo kalian masih betah gue duluan ya. " Lanjut Ayri yang sudah tidak betah dengan kostum nya itu.
" Oh iya udah kalo gitu, Lo hati-hati ya. " sambung Avril.
Ayri pun menuju toilet untuk ganti seragam paskibra dengan seragam putih biru. Namun pada saat akan masuk toilet, tiba-tiba seorang laki-laki menabrak bahu Ayri sampai ia mengernyitkan bahunya.
"Awww,, duh kalo jalan hati-hati dong. Sakit tau. " Ayri mengusap bahu nya sembari ia menatap laki-laki yg menabraknya yg tenyata itu adalah Dewa.
" Eh sory ga sengaja" ucap nya.
" Lagi-lagi elo yang nabrak gue, apes banget gue kalo ketemu lo. " Ucap Ayri ketus.
" Yeyy kan gue ga sengaja, ya sory. O iya ay dapet salam tuh dari Agun. " Dia malah mengalihkan pembicaraan yg menurut Ayri tidak penting, Ayri pun masuk ke dalam toilet tanpa mengatakan sesuatu apapun.
Sesampainya di rumah..
ia merebahkan badannya di kasur, menghilangkan penatnya hari ini dan ia membuka hp.
1 pesan (new number)
' Hay, kenapa nomer nya susah di hubungi. Ini ka Rangga. '
Namun pesan tersebut Ayri abaikan, ia malah menutupi wajahnya dengan bantal sambil mendengarkan radio tape sampai tertidur.
'Kamu pasti kecewa ya sama Kaka?, maafin kaka ya, bikin semalam kacau. Cewe itu citra namanya, iya emang kaka lagi deket sama dia dan semalam Kaka nembak dia, tapi tadi kaka udah putusin dia. Plis respon pesan kaka ini' Rangga.
__ADS_1