Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
tugas yang menguras emosi


__ADS_3

Beberapa hari kemudian setelah pertemuan pertama dengan teman baru sampai mengintai Dewa dari belakang, setiap hari 2 teman lelakinya itu selalu mengisengi Ayri dan Lili. Mulai dari menarik-narik kerudung mereka, colak colek punggung mereka setiap guru menerangkan di depan kelas sampai iseng mengumpat kan tas mereka di laci meja teman-teman lainnya. Ayri dan Lili selalu dibuat emosi oleh 2 temannya itu.


Hari ini adalah hari pertama kelas mereka diberi tugas B. Indonesia yaitu mencari bentuk slogan produk dari sumber koran yg di bagikan oleh pak Dedi selaku gurunya. rumornya ia adalah salah satu guru galak d sekolah.


"Nah, ini adalah koran sebagai sumber kalian mencari slogan-slogan produk. tugas kalian adalah cari slogan yg ada di koran ini, kemudian catat isi nya serta halaman no berapa slogan tersebut. Tugas ini adalah tugas kelompok setiap kelompok terdiri dari 4 orang, dan kalian tidak usah tepat cari teman, cukup berhadapan dengan teman yg di belakangnya." jelas pak Dedi.


Lilipun memposisikan dirinya untuk membentuk kelompok, Sialnya mereka harus sekelompok dengan Agun dan Dewa.


"OMG, kenapa harus sama mereka." gumam Ayri kesal


" welcome to bidadari - bidadari cantikku. hahahaha. mari kita berkelompok." ucap Agun yg merasa puas terhadap Ayri dan Lili.


Sementara guru meninggalkan kelas,


"Eh, lu tuh jadi cowo ngeselin banget sih. Ga sopan sama cewe, kerjain aja tuh tugas Lo sendiri, ogah banget gue sekelompok sama lo." Ayri memalingkan badan yg sebelumnya menghadap Agun.


" Ya pokonya gue ga mau tau, kalian yg ngerjain, gue yg tinggal nyontek. Gue mau ke kantin dulu, ayo Wa." dengan masa bodonya Agun berkata dan mengajak Dewa keluar kelas begitu saja.


"Fuh, sabar-sabar. Sumpah tuh orang ngeselin banget bikin gue emosi. Liatin aja nanti bakal gue bales." gumam Ayri sambil mengepalkan tangan nya kesal.


"Udah Ay, jangan ladenin dia. Kita kerjain aja berdua." Lili masih tetap sabar dan kalem menghadapi tingkah Agun yg super menyebalkan itu.


Ketika mereka fokus mengerjakan tugas, tiba-tiba Dewa datang menghampiri mereka


" Ay, Li, gue boleh ikut gabung?." tanya Dewa memohon sambil membawa buku tulisnya.


" Hah? ogah banget. Sono Lo kerjain aja sama Agun." jawab ayri bodo amat.


" Ya ga boleh gitu dong ay, kita kan sekelompok. plisss. Oke ga apa-apa gue yg nyatet tugasnya. Lo yg nyari sumbernya. plisss." Dewa masih tetap memohon ia bersimpuh di hadapan Ayri.


"Hmm. Oke, tapi ada syaratnya. lo ga boleh masukin Agun dalam kelompok." ujar Ayri memberi peringatan terhadap Dewa.

__ADS_1


"oke, siappp."


Dewa pun mulai mencatat tugas, namun entah kenapa mata Ayri tiba-tiba terpaku melihat Dewa yg fokus menulis.


"Bagus juga sih tulisnya rapi, dan kayanya dia tuh sebenernya baik cuma kebawa iseng aja sama Agun. " ucap Ayri dalam hati. Ia menyandarkan kepalanya di atas tangan yg menyangga.


"Sttttttt, Ay woyy. jangan di liatin terus Dewanya nanti lama-lama suka lho, hehe." bisik Lili yg tiba-tiba membuyarkan lamunan Ayri.


"Ih Lili, apaan sih ngagetin gue aja. BTW haus nih, kita kekantin yuk." Ayri mencari topik yg lain. dan merekapun menuju kantin disaat masih waktu belajar.


Lili mencurigai akan tingkah laku Ayri terhadap Dewa, tapi dia tidak banyak omong


"Li, kayanya Dewa itu sebenernya pendiam deh, ga kaya Agun kasar gitu. Cuma dia kebawa iseng aja." Ucap Ayri tiba-tiba.


" Hmm, kalo kata aku sih sama aja hehe."


Sementara itu, Agun memasuki kelas dan menghampiri Dewa yg sedang fokus mencatat tugas.


"Eits, tapi kenapa ga lo cantumin nama gue. wahhh lu parah Wa, ga nganggep gue."


" Ini udah kesepakatan kita ber 3 kalo lo ga sekelompok sama kita. Elo yg parah ada tugas kelompok malah pergi gitu aja ga bantuin ngerjain." Ucap Dewa santai.


" Berisik lu Wa, sini bukunya." Agun mengambil buku yg sudah Dewa tutup dan selesaikan.


Agun menambahkan namanya.


"Tinggal tulis gini aja apa susahnya sih, nurut banget Lo sama cewe." Ucap Agun yang tidak banyak fikir, sikap Agun sangat egois sehingga membuat teman-tamannya geram.


"Hmm, itu dia buku Ayri." Agun mengambil pula buku Ayri yg ada di laci meja Ayri,


ia membuka lembaran buku paling tengah yg masih kosong kemudian ia menuliskan

__ADS_1


'Agun ♥️ Ayri'


" Nah ini baru cocok." Agun bangga.


"Eh gun lu keterlaluan banget sih, itu buku Ayri. Lo bener-bener ga ada sopan santunnya ya, gue ngisengin mereka masih wajar, cuma colak colek. tapi lu udah perkataan kasar, tindakan s*Ng*ng."


"Heh, jangan macem-macem Luh ke gue B*ngs*t, Lagi pula gue nulis ini gue pengen ngungkapin perasaan gue ke Ayri. Jangan ikut campur lo." Agun melawan perkataan Dewa, Agun tidak mau kalah dengan siapapun.


Tiba-tiba Ayri datang dan menghampiri mereka.


" Wa, nih gue bawain minum buat Lo. Gimana tugasnya udah selesai? kalo udah kumpulin tuh di meja. Kelompok yg lain jg kaya ny udah ngumpulin." Ucap ayri sambil melirik Agun dengan sinis dan memperhatikan buku yg Agun pegang.


"Itu kan buku gue, Eh lancang banget sih lu berani ngambil buku gue tanpa ijin." Ayri merebut bukunya tapi tidak ia dapatkan.


"Eitsss, tunggu. Nih gue punya kejutan buat lu, tanda cinta gue ke lu Ay. Gue tuh suka sama luh." ucap Agun sambil membuka lembaran tengah buku tersebut.


Entah apa yg ada di fikiran Agun, sifatnya begitu tidak menghargai teman wanitanya.


" Maksud Lo apaan kaya gini, nulis-nulis kaya gitu di buku orang, tanpa ijin pula. Dan Lo fikir gue suka sama Lo? sama sifat Lo aja gue udah ilfil." Lawan Ayri sambil mengambil paksa buku yg masih Agun pegang.


"Woyyyyyy, apaan sih berisik banget. Kalian pikir ini kelas kalian doang yg nempatin. berisik tau." Protes temen sekelas yg lainnya. dewa pun berusaha menenangkan.


"Gun, udah lu keterlaluan. Ay, udah lu duduk yg anteng jangan ladenin Agun. dia emang, gitu." Ujar Dewa berusaha mengakhiri perdebatan.


Ayri tidak menyangka dengan sifat Agun yg sudah keterlaluan sampai ia berfikiran ingin melaporkan sifat Agun kepada guru BP. tapi apadaya, dia masih murid baru di sekolahan.


Sepulang sekolah, Ayri mampir ke toko sembako milik pamannya. Ia menghampiri kakaknya yg sedang sibuk melayani pembeli


" Sibuk kak?."


"Iya nih, tolong bantuin kakak dong. Cek belanjaan ibu ini samain dengan nota ya." suruh kakak Ayri.

__ADS_1


Begitulah kerjaan Ayri ketika waktu luang, yaitu membantu kakaknya melayani toko milik pamannya. Terkadang ia pun mendapatkan upah dari hal tersebut, dan hasilnya ia tabungkan untuk membeli sesuatu yg ia inginkan dan agar ia tidak meminta lebih uang jajan kepada orang tuanya.


__ADS_2