Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
karnaval part 1


__ADS_3

Kring kring kringgg ( telfon dari Rangga)


" Masya Allah, ini orang tuh mau nya apa sih? kan gue udah bilang mau ngerjain tugas. " Gumam Ayri. Ia menatap HP yang lagi-lagi berdering sampai 5 panggilan tak terjawab


" Angkat dong ayri.. ya ampun nih anak ternyata keras juga ya hati nya, gue ga boleh nyerah buat depatin hati Lo ay. liat aja Lo belum tau siapa gue. " Ucap Rangga sinis, yg ia lakukan menunggu ayri dari sebrang jalan rumah nya, dan ia kini meninggalkan tempat tersebut.


Keesokan hari nya..


Ayri, Tea dan Avril jalan ber 3 menuju gerbang sekolah mereka melihat di sebrang jalan menuju sekolahnya itu tertata rapih komedi putar, serta stand jajanan-jajanan.


" Kaya nya besok mau ada karnaval ya?. " Tea bertanya-tanya mereka barbincang sambil berjalan melewati lapangan carnaval.


"Yoi, tepatnya nanti malem cuy. Kalian nanti malem kesini ya temenin gue, siapa tau aja kita Nemu cowo ganteng. "


" Hellow Avril, kapan sih otak lo ga mikirin tentang cowo??. " Ucap Ayri sembari mengeraskan nada ucapannya di telinga Avril.


" Hey, bilang aja sih kalo lo sirik pengen ikutan nyari cogan, iya kan? hahahaaaa."


Namun Ayri mengabaikan ocehan Avril.


Sesampainya Ayri, Tea dan Avril memasuki kelas tiba-tiba Monica menghampiri Ayri, ia menarik lengan Ayri sedangkan Tea dan Avril berlalu ke meja duduknya.


" Lo anak Pramuka kan?. " Tanya Monica sinis.


" Nih brosur perlombaan gue harap Lo bisa ikut serta. " sambungnya.


" Gue udah ga ikut eskul. " Jawab Ayri cuek.


" Kebetulan kalo Lo udah ga ikut eskul, dengan leluasa lo harus terima ajakan brosur ini. " Monica menekan Ayri dan berusaha agar Ayri tidak mengelak.


'Perlombaan paskibra antar kelas. ' Ayri membaca sekilas judul brosur tersebut.


"Maaf gue ga tertarik dan gue ga bisa ikut serta, permisi. " Ayri mengelak dan melepas genggaman tangan Monica dari lengannya.


Monica hanya diam, sedangkan ayri kembali melanjutkan langkahnya untuk duduk di bangkunya.


" Monica ngomong apa sih Ay?. " Chua ingin tau yg sedari tadi memperhatikan sambil duduk di bangkunya.


" Oh ngga, itu Monica ngajakin gue gabung lomba kali di eskul nya. Tapi gue ngga tertarik. " Jawab Ayri cuek.


"Ohhh, tumben banget ya?. " Sambung Tea.


Pada saat jam istirahat..


anak-anak berhamburan menuju kantin, sedangkan Ayri ia masih duduk bangkunya dan mengeluarkan hp dari tas nya.


(1 pesan)


' Semalam kenapa ngga di angkat telfonnya?. ' Rangga.


'Maaf, semalam habis ngerjain tugas aku ketiduran. ' Ayri


"Ayo ke kantin, Lo ga mau sarapan?. " Ajak Tea menarik tangan ayri.


" Hehehe, Lo aja duluan. Nanti gue nyusul. " Ayri sibuk dengan hp nya.


"Hmm, ya udah kita duluan ya"


'Hmm, nanti malam bisa keluar?.' Rangga

__ADS_1


'Kemana?. ' Ayri


'Kita ketemuan yuk nanti malam di carnaval depan sekolahan kamu?. ' Rangga.


Ayri tidak membalas pesan, melainkan ia menyusul teman-temannya di kantin. Sedangkan suasana kantin ramai, membuat Ayri ragu untuk duduk di meja makan yg 5 sekawan tempati.


"Sini woyyy. " Chua memanggil Ayri melambaikan ke arahnya, namun Ayri memberi syarat bahwa ia enggan menghampiri. Ia malah duduk di lobi depan kelas nya sembari kembali membuka Hp namun enggan pula membalas pesan dari Rangga.


Ia mengalihkan pandangannya ke arah lapangan olahraga dan ia melihat Dewa bersama teman-temannya sedang asyik bermain volly, pandangan tersebut seakan enggan lepas dari matanya.


" Ah b*d*h, ngapain gue malah ngeliatin cowo itu." Tiba-tiba hatinya tersadar bahwa tidak ada gunanya ia memperhatikan Dewa apalagi sampai segitunya.


Jam pulang sekolah..


baru saja Ayri merebahkan badan di kasurnya karna lelahnya belajar hari ini, ia menyadari bahwa isi rumah nya hening. Ia pun keluar kamar dan mencari ibunya.


"Mah, mamah" Panggil Ayri menyusuri depan hingga belakang pintu dapur, namun ia tidak mendengar suara sahutan ibunya.


"Mahhhh" panggilnya lagi, ia membuka kamar ibunya dan mendapati ibunya sedang menangis di atas kasur.


" Mamah kenapa? ada apa mah?. " Tanya Ayri panik dan menghampiri ibunya duduk di pinggir kasur.


" Ngga mamah ngga apa-apa ko. " Ibunya menghapus air mata yg mungkin sudah lama ia teteskan.


"Ngga mungkin mamah ga kenapa-kenapa kalo mamah sampe nangis gini, ceritain ke Ayri mah, ada apa??. " Ayri memaksa.


" Papah kasar ke mamah Ay, dia nampar mamah karna mamah menolak ajakannya. " Jelas ibu Ayri ia kembali meneteskan air mata.


"Maksudnya? Ayri ga faham. " Ayri masih melongo


" Papah ajak mamah buat ikut tinggal di tempat dekat papah kerja. tapi mamah ngga mau. disini lebih nyaman rumah sendiri. tapi papah maksa mamah buat ikut. nanti rumah ini siapa yg nempatin? mana mungkin mamah tinggalin. " Sambung ibu Ayri.


Ibu nya menggangguk.


" Tapi mamah kasian sama kamu kalo kamu disini sendiri siapa yg mau ngurus kamu?. "


"Mamah, Ayri udah dewasa. Insya Allah Ayri bisa ko mandiri, udah mamah jangan khawatir nanti kan Ayri bisa ikut mamah nginep disana juga. Udah ya jangan jadi bahan fikiran, ikutin apa mau papah aja. " Ayri berusaha menenangkan ibunya, meskipun dalam hatinya sedih.


Begitulah salah satu sifat ayah Ayri keras, semua kemauannya harus di turuti karna kalau tidak ia akan melakukan hal kasar dan marah-marah.


Ayri kembali kedalam kamar, ia pun menangis dalam kesendiriannya. Tidak tega tiap melihat ibunya menangis.


" Kenapa gue harus punya papah yg sifatnya kaya gitu sih, benci gue tuhhh. " gumamnya sambil menangis.


itulah alasan ayri tidak terlalu dekat dan manja terhadap ayahnya. Ayahnya keras terhadap keluarga, apa yg ia inginkannya pun harus terturuti, melarang anaknya begaul dengan lelaki, harus fokus belajar.


petang hari selepas magrib..


(1 pesan)


'Gimana? mau ya?. ' Rangga


'Apa?. ' Ayri


'Ketemu d carnaval. ' Rangga.


Ayri pun termenung, ia merasa kalau di rumah pun menunggu malam serasa hampa dan membosankan.


' Iya deh. insya Allah'

__ADS_1


Ayri keluar kamar, ia dapati ibunya sedang menonton tv sendirian. ia menghampiri sambil menyimpan seribu alasan bagaimana caranya agar bisa ijin keluar rumah.


"Mah" Ayri mendekatkan ke ibunya.


"Apa sayang? udah makan?. "


"Hehehe, belum. Ayri lg males makan mah pengen jajan di luar, ayri boleh ya keluar sebentar nyari makan?. " Ayri beralasan.


"Kemana? jangan jauh-jauh jangan lama-lama juga. nanti di omelin papah loh. "


" Iya mah ngga, Ayri pulang sebelum papah pulang ko. kan Ayri mau nyari jajanan mah. "


"Ya udah sana. awas jangan sampe papah duluan pulangnya. "


Kesempatan ayri untuk pergi ke karnaval.. ia pergi menggunakan sepedah.. sesampainya di lokasi ia parkirkan sepedah di parkiran dan matanya mencari-cari dimana Rangga.


'Ka, aku udah ada di lokasi carnaval, di parkiran. ' Ayri.


'Oke, Kaka OTW. ' Rangga.


Ayri menunggu di parkiran sembari memandangi kincir yg sedang berputar, tiba-tiba ia merasakan hal yg sebelum nya belum pernah ia rasakan. iya janjian dengan laki-laki apalagi di malam hari disebuah karnaval.


" Dor....., hayoooo lama nunggu ya. " Tiba-tiba Avril mengagetkan Ayri.


" Avril......, gue kaget tau. " Ayri menengok ke belakang ternyata Avril datang bersama Rangga.


" Lama nunggu ya?. " ucapan Rangga terlantun manis.


" Eh, ngga ko paling 5 menit, hehehe." Ayri malu-malu, ada rasa gugup yg tersembunyi dalam dirinya.


"Ka Rangga traktir kita makan bakso dong. " bujuk Avril.


"Hmmm, boleh tapi harus ikut ajakan Kaka dulu. Berani naik kincir itu nanti Kaka traktir kamu sama Ayri. " Rangga menantang.


"Okee siapa takut. " Avril menerima tantangan.


"Eh, ngga ah kak, silahkan aja Kaka sama Avril naik, aku nunggu disini aja, takut. " Ayri menolak. karna dirinya takut dengan kecepatan dan ketinggian.


" Ngga ko Ay, kan ada Kaka. Plisss naik ya? Kaka ga enakan loh kalo kamu ngga ikut naik, masa Kaka ngajak kamu nya diem disini."


"Tapi kak. " Ayri berusaha mengelak.


"Udah ga usah tapi tapi. gue tau Lo tuh bohong. " Avril memaksa menarik tangan Ayri untuk ikut masuk ke loket tiket.


Hati Ayri berdebar karna baru kali ini ia naik kincir, dan sebelumnya ia pernah naik kreta gantung di tempat rekreasi keluarga pun sampai sakit muntah-muntah.


"Ya ampun gue harus gimana ini??. " Ayri mulai keringat dingin, memasuki kandang kincir bersama Rangga dan Avril, Sialnya Rangga duduk di samping Ayri sedangkan Avril duduk berhadapan dengan Ayri.


Ayri hanya bisa terdiam tanpa kata-kata karna ketakutannya tidak bisa ia lawan. Kincir pun mulai berputar perlahan, membuat bulu kuduk Ayri berdiri.


"Ay, kamu ga apa-apa??. " Tanya Rangga.


" A, aku.." Ayri terbata-bata menaha ketakutan.


kincir pun melaju Lebih kencang.


" Agrh........ " teriak Avril kencang.


" A, aku takut ka........" Ayri menyusul teriakan Avril. Tanpa sadar, ia memeluk lengan rangga dengan erat dan memejamkan matanya begitu lama.

__ADS_1


"Ciee, Ehmm. " Sentak Avril tiba-tiba ketika kincir perlahan mulai mengurangi kecepatannya, Ayripun tersadar dan melepaskan pelukan tersebut.


__ADS_2