Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
Si kembar


__ADS_3

Hari ini adalah hari Jum'at,


tepatnya Jumat siang pukul 14.00 wib.


Ayri siap-siap untuk berangkat latihan Pramuka pertamanya. Ia memakai seragam Pramuka lengkap.


" Mah Ayri hari ini ada latihan Pramuka di sekolaha, Ayri ikut eskul ini mah." Jelas Ayri kepada ibunya yg sedang santai membaca surat kabar di ruang tamu.


"Emang kamu ga cape? baru aja 2 jam yg lalu pulang sekolah sekarang udah berangkat lg."


"Ya cape sih mah, tapi Ayri seneng dan eskul wajib di ikuti siswa untuk penambahan nilai." Ayri memberikan penjelasan.


"Ya udah kalo gitu hati-hati karna mamah tuh hawatir kamu orangnya gampang sakit kalo kecapean."


"Insya Allah ngga mah, Ayri pamit ya assalamu'alaikum." Ia mencium tangan ibunya.


Sesampainya di sekolah tepatnya di lapangan olahraga, Ayri melihat sudah banyak personil Pramuka yg sudah berkumpul. Ia pun melihat sudah ada Lili disana dan menghampirinya. Bukan hanya kelas 1 yg harus latihan melainkan Kaka kelas 2, dan 3 pun demikian sekaligus memperkenalkan personil- personil Pramuka di sekolah SMP 3 ini.


prit, prit, pritttttttt (Pluit tanda apel pembuka di bunyikan) instruksi dari salah satu pelatih pun dilaksanakan. Semua para personil berkumpul di lapangan.


" Ayo kumpul semuanya, sesuai tingkatan kelas. " Instruksi pelatih tersebut. Pelatih yg badannya lumayan tinggi, kurus tapi berkharisma. Personil sudah terkumpul semua dan saatnya apel pembuka yg di pimpin oleh pembina Pramuka (pak Amin).


"Siap gerak, lencang depan gerak, tegak gerak, istirahat di tempat gerak. " instruksi pemimpin apel. Ayri tercengang sambil mengikuti arahan


" Lho lho lho perasaan tadi yg ngasih instruksi dia, ko sekarang yg jadi pemimpin dia juga?." Mata Ayri mencari-cari orang.


" Tapi yg tadi di bahunya ada peluit, yg ini ngga ada." Ia menggumam sendiri.


Sampai apel selesai ia masih menggumam dan mencari kebenaran. Apel selesai tetapi barisan belum di bubarkan melainkan Kaka kelas yg sebagai pelatih, serta pemimpin pelatih dan pembina berbaris di depan barisan berbentuk 1 Banjar di depan adik kelas yg baru. mereka memperkenalkan setiap diri masing-masing beserta jabatannya.

__ADS_1


"Ohhhh pantesan, si kakak itu ternyata kembar. Mukanya sama persis sampe gue ngga bisa bedain." Ucapnya dalam hati.


kakak pemimpin apel mulai memperkenalkan dirinya.


" Baik adik-adik kakak yg kakak cintai, perkenalkan nama saya aden Tubagus, kalian bisa panggil saja saya kak Aden. mungkin kalian bertanya-tanya ya apalagi yg angkatan junior. kok tadi kakak ini jd instruksi kenapa sekarang jadi pemimpin, karna saya sebenarnya adalah kembar, yg di sebelah saya ini adik saya yg bernama adin. kami adalah pelatih-pelatih senior kalian." Bla bla bla penjelasan yg sangat panjang yg pada akhirnya adalah personil junior akan di ospek selama jam pelatihan hari ini.


Setiap siswa di tutup matanya menggunakan KACU dan kemudian di gandeng oleh setiap Kaka senior. Ayri merasa deg-degan karna kok sampe seperti ini pelatihannya, mereka di dampingi di arahkan untuk berjalan memasuki ruangan gelap.


" Ayo jangan lelet jalannya. gunakan mata hati kalian untuk berjalan." Ucap Kaka senior yg sepertinya tepat berjalan di samping Ayri. "Suara nya seperti si kakak kembar itu." ucap Ayri dalam hati.


Sesampainya di tempat yg di intruksikan, setiap siswa d perintahkan untuk tidur berbaring di lantai yg ternyata itu sebenarnya hanyalah ruang kelas.


"Pejamkan mata kalian, jangan ada yg cengangas cengenges. Anggap saja kalian sedang beristirahat di dalam gua." (bla bla bla) setelah selesai rutual tutup mata dan tiduran, mereka di intruksikan untuk saling uap-suapan kue yg diberikan oleh pelatih senior dengan cara mata masih ditutup, dan setelah itu mereka di intruksikan untuk kembali kelapangan dan berbaris.


Setelah berbaris, tutup mata merekapun dibuka dan mereka baru menyadari bahwa hari mulai gelap. Tidak terasa latihan Pramuka kali ini sampai petang, bahkan pelatihan masih berlanjut. Mereka di tes perkelompok untuk baris berbaris.


Sampai akhirnya azan magrib berkumandang, pelatihan hari ini di selesaikan. Ayri merasa kelelahan iya hampir saja terjatuh bangun dari duduk.


"Jauh ngga pulangnya? naik apa?. " Tanya kak Adin.


" Mmm, lumayan sih kak, tapi saya ngga apa-apa kok. insya Allah kuat. makasih ya kak. " Ayri tersenyum malu dan bergegas meninggalkan Adin, Sedangkan Lili tidak mengetahui karna dia rupanya pulang duluan.


Selama di perjalanan, ayri masih terfikir ikan kejadian tersebut, tidak menyangka Adin telah membantunya sampai dia tersipu malu.


keesokan harinya.


"Li, ihhh jahat banget sih kenapa kamu kemarin pulang ninggalin aku sih." Ucap Ayri kesal terhadap Lili.


"Maaf Ay soalnya udah sore banget, aku pulang sampe rumah malem. Itu pun sampe rumah aku di omelin sama ibuku. Kaya nya aku ngga jadi ikut eskul itu kalo tiap latihan pulangnya magrib." Pungkas Lili.

__ADS_1


"Ih ya aku juga sama lah ngga jadi ikut. badan aku pada cape banget. tapi kaya nya pertemuan selanjutnya ngga ky gitu lagi deh."


"Oh iya Li, kamu tau ngga? aku kemarin di tolongin sama Adin." Cerita ayri girang.


"Ko bisa??." Lili terkejut dan ayripun menjelaskan kejadiannya.


Sementara itu,


"Oyy Ayri, mana nih Agun ini udah hari ke 4 nih kok Agun ngga berangkat sekolah sih?." tanya dewa tiba-tiba yg sejak tadi memperhatikan Ayri dan Lili ngobrol d bangkunya.


"Ih ya mana gue tau, telat kali belum sampai." ayri tiba-tiba teringat kembali dengan rasa bersalahnya terhadap Agun.


Sampai bel tanda masuk tiba, Agun belum juga datang. Ia memperhatikan ke jendela berharap Agun datang meski dengan tergesa lari terlambat.


"Iya ya kaya nya dia ngga berangkat, kenapa ya?."


"Cieee yg masih nunggu Agun Dateng." Dewa mencandai Ayri yg sedang khawatir akan Agun.


"So tau banget sih Lo, gue cuma lg liatin anak-anak yg telat aja ko. Tuh lagi di hukum di lapangan upacara. " Ayri berusaha mengelak.


"jangan bohong, haha " Dewa masih berusaha mencandai Ayri.


"Ihhh apaan sih Lo Wa serius ih, udah deh jangan ngeledekin gue melulu." Ayri menghampiri dan berusaha memukul lengan Dewa dengan tasnya yg masih ia pakai sejak datang, namun Dewa menangkis lengan ayri dan menggenggamnya, mereka saling terpaku sejenak.


" Ngga kena we..." Dewa masih berusaha meledek sedangkan ayri malu-malu.


"Diem deh Wa, ih Lo tuh ngeselin banget sih. gue tuh iya sebenernya merasa bersalah ke Agun, gara-gara aduan gue ke guru BP Agun jadi di skors dan dia ketinggalan pelajaran. mungkin setelah itu dia di omelin sama orang tua nya. " Jelas ayri yg menyesali perbuatannya.


"Ya elah Ay, udah sih jangan di fikirin. hahahaha. jangan-jangan kamu ada hati ya sama Agun?, hehe. " Lili pun ikut meledek Ayri.

__ADS_1


"Ini juga si Lili, ihhh, nyebelin. udah ah ga mau temenan." Ayri sewot, manyun dan duduk, manutupkan mukanya dengan tas.


"Ia iya ngga, maaf deh maaf. " Lili membujuk diri.


__ADS_2