
Keesokan harinya..
Semalaman Ayri merasa tidak nyaman tidur karna fikirannya melayang membayangkan situasi di pesantren. Sehingga ia di pagi hari kepalanya terasa berat dan badannya terasa lemas, bila mengingat ayahnya hati Ayri kesal seperti tidak ingin ada ayah di dunia ini.
"Kepala gue pusing, badan gue loyo, tapi gue harus berangkat sekolah nih" Ayri pun bangkit dari kasur, menggeliatkan badannya dan membuka Hp nya untuk SMS Tea.
' Ya, hari ini kamu berangkat bawa motor sendir apa dia anterin?.' Ayri.
'Gue bawa motor sendiri, ini mau berangkat.' Tea.
'Gue nebeng, nanti kesini. Gue mau mandi dulu.' Ayri
Ayripun segera mandi dan bersiap-siap untuk di jemput oleh Tea. Rasa ngantuk masih terasa di mata Ayri, sampai pada saat Tea datangpun ia tertidur di bangku terasnya.
"' Ayri." Panggil Tea pelan. Ayripun terperanjat dari tidurnya.
"Eh, Tea dari tadi.?" Ayri menggeliat dan menguap tanda ia masih ngantuk.
"Heh, udah siang nih. Masa masih ngantuk aja, ayo berangkat." Tea menarik tangan Ayri, namun Ayri berjalan dengan loyo.
" Loyo banget sih badan lo, ayo bangkit ah." mereka pun akhirnya berangkat.
Sesampainya di gerbang Sekolah..
" Lo kenapa sih, sakit? kalo sakit mending ga usah berangkat." Ucap Tea perhatian.
"Ngga ko Tea, gue cuma lagi murung aja. Nanti deh jam istirahat gue ceritain nanti gue main ke kelas lo, gue masuk kelas duluan." Ayri melangkah menuju kelas.
Di kelas ia melihat Riri yang sekelompok tugas B. Indonesia dengan Yusi, Gugun dan Ali. Mereka sedang berlatih bernyanyi, mereka akan mempersembahkan lagu "Bukan Pilihan Hatimu By Band Ungu". Ayri pun berlalu di hadapan mereka yang sedang berlatih.
" Selamat pagi Shi, Mell ." Sapa Ayri yang mendapati Shisi dan Melly ngobrol di mejanya.
" Selamat pagi juga, lusuh banget sih muka nya hari ini. Kekantin yuk." Ajak Melly yang melihat temannya suntuk.
__ADS_1
Merekapun ke kantin dan memesan sarapan nasi goreng ala kantin.
" Shi, Mell setelah lulus ini kalian mau lanjutin sekolah kemana?." Tanya Ayri mengawali perbincangan.
" Gue ya paling yang deket-deket aja, Kalo lo?."
tanya Melly kepada Ayri.
" Gue menyedihkan Mell, gue udah di daftarin sama bokap gue masuk pesantren." Ucap Ayri kesal.
" loh, bagus dong Ay masuk pesantren. Aku juga pengen banget loh masuk pesantren. Nanti aku mau minta ayahku buat daftarin juga tapi yang Deket aja." Ujar Shisi yang selalu berbahasa kalem.
" Iya sih Shi, tapi hati aku belum sreg buat jauh dari kampung halaman, huhu." Ucap Ayri yang enggan 1 pendapat dengan Shisi.
Bel tanda masuk pun berbunyi..
Mereka bergegas untuk beranjak dari kantin, Ayri melihat Dewa yang rupanya sedari tadi juga berada di kantin bersama Saydi. Sambil berjalan Ayri menghampiri Dewa.
" Jangan lupa. " Ucap Ayri mengingatkan Dewa.
Di kelas..
Pak Cahyo masuk dan masih membahas tugas kelompok yang kemarin belum sempat maju.
" Ayo kelompok siapa lagi yang mau maju, hati ini sudah harus selesai maju semua ya." Ujar pak Cahyo. Dengan sigap kelompok Yusi dan Riri pun maju, namun sayang dari kelompok mereka tidak ada yang bisa bermain gitar.
"Pak, gimana dong. Kelompok saya maju maju tapi ngga ada yang bisa main gitar" Ujar Yusi.
"Coba yang kemarin maju siapa? Boleh bantu temannya nih butuh gitaris." Ujar pak Cahyo.
" Dewa pak. Dia yang kemarin jadi gitaris. Ayo Dewa plis bantuin kelompok gue dong." Bujuk Yusi dengan nada manja.
" Gue aja Yus, mau lagu apa. Gue kan gitaris jadi bisa melantunkan lagu apa aja yang lo mau." Ucap Deni yang mendahului ucapan Dewa. Dan ia pun maju.
__ADS_1
Hati Riri sudah hampir senang sependapat dengan Yusi, namun Deni malah mendahului.
" Yahhh, Dewa aja sih yang jadi gitaris nya." Yusi meminta.
" Sudah, ga apa-apa Deni aja yang maju, Ayo silahkan tampilkan bakat kalian." Ucap pak Cahyo yang tidak mau bertele-tele.
Mereka pun menampilkan lagu..
Ayri menyimak setiap lirik yang mereka sampaikan dan lagu itu seakan mewakilkan perasaan Riri terhadap Dewa.
Jika memang diriku bukanlah menjadi pilihan hatimu.. mungkin sudah takdirnya kau dan aku takkan mesti bersatu.. Harus slalu kau ku mencintaimu di sepanjang waktuku.. harus slalu kau tau semua abadi untuk selamanya.. karena kuyakin cinta dalam hatiku hanya milikmu sampai akhir hidupku. karna ku yakin di setiap hembus nafasku hanya dirimu, satu yang slalu ku rindu..
" Riri pun melanjutkan dengan membacakan puisi..
" Jika Aku bukanlah pilihan hatimu,, ku relakan kau bersama pilihanmu yg lain.. Aku hanya ingin kau tau bahwa aku yang kan selalu mencintaimu.. Ku ikhlaskan semuanya jika itu adalah yg terbaik untukmu "
" Cie Dewa, denger tuh apa yang Riri sampein dari puisinya, So sweet ." Celoteh salah satu siswa.
" Oh, jadi ceritanya ini lagi menyampaikan perasaannya sama pacarnya gitu ya?." Tanya pak Cahyo menyesuaikan suasana di kelas yang terasa syahdu.
"Iya pak. " Seru beberapa siswa.
"Hadeuh dasar anak-anak. Tapi bagus juga sih kelompok ini, bedanya di puisi nya tidak begitu banyak mengambil dari lirik lagu. Hanya lirik lagunya tidak di rubah sama sekali
Kelompok Yusi selesai maju dan di lanjut oleh kelomok lain.
Hati Ayri merasa sakit ketika Dewa di sorak soray dengan Riri, tapi ia menyadari bahwa kemarin pun ia sudah mendapatkan posisinya dengan Dewa dan kini giliran Riri.
"Lagi pula gue lebih baik coba move on aja dari Dewa, Waktu tinggal beberapa bulan lagi kelulusan, sampai saat ini Dewa gitu-gitu aja terhadap gue. Ga ada harapan buat gue bisa jadian sama dia, gimana jadian, dianya aja ga suka sama gue. Kita liat saat gue ultah dia bakal ngasih kado ngga ke gue." Gumam Ayri dalam hati.
Sementara Shisi yang dari awal memperhatikan Yusi dan Ali maju, hatinya merasa teramat di benci oleh Yusi dan Yusi merasa puas memamerkan aksinya di depan kelas bersama Ali. Tangan Yusi sempat menggenggam tangan Ali sambil bernyanyi Ali merespon pegangan tersebut dan hal itu membuat Shisi menunduk seakan malu telah salah mengagumi Ali.
Ayri dan Melly tidak menyadari bahwa sahabatnya itu tengah terluka hatinya namun ia mampu menyembunyikan perasaannya, ia masih sempat tersenyum tertawa terbahak dengan siswa yang lain ketika kelompok yang lain maju namun nada dan suara tidak sesuai.
__ADS_1
" Huhhh, udah ngga usah nyanyi pusing nih yang dengernya." Ucap beberapa siswa yang mendengar kelompok ke 3 maju yaitu kelompok Gugun dan 4 teman lainnya.
" wolesss man, itu hanya acting belaka. Kita ngelawak dulu." Ucap Gugun yang hobby nya adalah bercanda di setiap kesempatan.