
Keesokan harinya sepulang sekolah..
hari ini Ayri tidak ada jadwal keluar rumah, ia sedang fokus berlatih PBB di kamarnya secara otodidak karna besok adalah perlombaan paskiba antar kelas di sekolahnya. Ayri ingin membuktikan bahwa dia bisa mengikuti sesuai arahan Monica tanpa harus mengikuti askul paskibra.
" Siap grak, lencang depan grak, tegak grak. balik kanan grak, jalan di tempat grak. " Ayri mengintruksikan dirinya sendiri begitu itu seterus nya di ulang-ulang sampai ia merasa cape dan membaringkan badan nya di kasur, namun tiba-tiba hp nya bergetar.
(1 pesan masuk)
' Hay cantik lagi apa. ' Rangga
' LatihanPBB. ' Ayri
' Nanti malam mau ga ketemuan sama Kaka di pasar malem? Kaka kangen nih. ' Rangga.
"Hmm, ketemuan? lagi? hufff. Pasti nanti gue bakal kena omelan lagi. " sambil berbaring ia menatap hp dan mencari ide bagaimana caranya agar ia bisa keluar rumah. Ia pun menyudahi latihan otodikak nya itu dan keluar dari kamar, melihat suasana depan rumah yg hampir senja, ia melihat keponakan laki-lakinya sedang bermain sepedah di halaman rumah, ia menghampiri nya.
" Roy udah sore masih mainan sepedahan aja, mandi gih. " Ayri menghampiri Roy dan memberi basa basi kepada ponakanya yg masih berusia 4 thn tersebut.
"Udah dong, aku kan mau pergi sama mamah jalan-jalan. " Jawabnya sambil terus mengayuh sepedah muter-muter keliling halaman rumah.
" Hmm, ikut mamah apa ikut tante? tante juga mau pergi loh ke pasar malam. " Ayri berusaha membujuk ponakan nya itu sebagai alasan.
" Pasar malam, banyak jajanan ya teu?? Roy ikut Tante ah. " Ucapnya polos, ia menghentikan goresan sepedahnya di depan tantenya.
"Yes, gue harus manfaatin bocah ini, ehehe. " Gumamnya ranyah.
" Ya udah ayo ke kamar Tante, nungguin tante mandi dulu. Nanti kalo mamah ajak Roy, Roy bilang ga mau ya, oke??. " Bujuk Ayri lagi.
Ponakan yg masih teramat polos itupun terbujuk dan mengikuti tantenya masuk ke kamar menunggu tantenya mandi dan berdandan sambil menunggu waktunya tiba, ia pun bermain-main dengan Roy agar ia tidak merasa BT.
Ayri memberi pesan pada Rangga.
' Jam 7 aku OTW lokasi. ' Ayri
' Jemput Kaka ya, soalnya motor Kaka d pake ade. ' Rangga
" Roy, Roy. " panggil Kaka Ayri
" Iya mah, aku di kamar Tante" jawab Roy dengan polos sambil mencoret-coret buku kosong milik Ayri yang tidak terpakai.
" Ayo katanya mau ikut mamah. "
" Ngga, aku mau ikut Tante aja, ke pasar malam, minta jajanan. " Celoteh anak 4 thn itu.
" Serius ay, kamu mau ajak Roy malem-malem ke pasar malam? kamu mau ngapain kesana?. " Kaka nya yang tadi hanya berbincang dengan anaknya di daun pintu kini masuk kamar Ayri dan menutup pintu. Ia merasa was-was terhadap adik nya yg bersikap tidak seperti biasanya.
" Sttttt ka, jangan berisik nanti kedengeran papah di ruang tv, aku tuh pengen ketemuan sama temen. Aku takut ga bakal di ijinin sama papah, maka nya aku ajak Roy supaya jadi alasan. Udah sana Kaka pergi aja, biar nanti Ayri pura-pura nganterin Roy ke tempat Kaka. " ucap Ayri berbisik.
__ADS_1
"Hmmm, mulai bandel ya keluar malem ketemuan sama temen, cewe apa cowo?. " Kaka nya mencurigai namun ia hanya sekedar bertanya.
"Apaan sih ka, ya cewelah, tenang aja, plis yah bantu ayri. " Ayri memohon.
" Iya deh iya, tapi awas loh jangan sampe Roy disana bikin onar, Kaka ga ikut-ikutan yah. "
" Iya iya ngga tenang aja. " Ayri meyakinkan kaka nya sambil mendorong-dorong manja Kakanya untuk keluar kamarnya.
Iya memang akhir-akhir ini sikap Ayri berubah, ia sudah mulai berani beralasan, berani demi bertemu dengan Rangga.
Waktu yg di tunggu pun tiba,
Ayri mengeluarkan motor yg biasa ayahnya bawa untuk bekerja, tapi bersyukur ayahnya sudah masuk kamar, tertidur jadi ia leluasa untuk melakukan hal tersebut dan akhirnya ia pun pergi menjemput Rangga.
' Ka, dimana? aku di depan rumah Avril nih. ' Ayri
' oke. ' Rangga.
Tidak lama Rangga pun muncul ia terlihat lebih berkharisma namun masih tetap terlihat lebih dewasa dari pada Ayri.
"Hey, loh? ko bawa adik sih?. " sapa Rangga yg tiba-tiba kaget melihat anak kecil yg Ayri boncengkan di depan.
" Iya nih ka, sory banget ya. Ponakan aku minta ikut, dia ditinggal ibunya pergi. " Ucap Ayri merasa tidak enak.
"Hmm ya udah deh ga apa-apa. " Rangga merasa kecewa karna Ayri tidak mengerti bahwa bukan seperti ini lah kencan ala anak muda yg lagi dimabuk asmara. namun Rangga dan Ayri tetap berangkat menuju pasar malam.
"Dia ka Rangga, nanti Roy jangan rewel ya. " Jawab Ayri atas pertanyaan Roy serta memberi pengertian terhadap Roy, l Roy hanya mengangguk.
Sebelum sampai di lokasi Rangga menghentikan motor.
" Ay, Kaka berhenti disini aja ya. Nanti kita ketemu di lokasi, Kaka mau ke rumah temen dulu. Tunggu aja di parkiran ya nanti Kaka kesana. " ucap Rangga mengarahkan, padahal lokasi pasar malam hanya berjarak 100 meter lg dari tempat tersebut.
" What? ini gimana? katanya mau ke pasar malam, malah dia nya main ke rumah temennya dulu. dan gue?? gue di sana ngapain?. " Gumam Ayri heran.
Namun ia hanya bisa menuruti dan ia pun pergi menuju parkiran pasar malam.
"Tante, mau liat itu. " tunjuk Roy mengarah ke arena bermain yg ada di pasar malam.
" Iya sebentar ya, Tante nyari kaka Rangga dulu, nanti kita main bareng oke?. " Lagi-lagi Ayri jurus membujuk beruntung Roy terpikat bujukan nya.
Mata Ayri mencari posisi Rangga namun tidak ia temui, ia nekat masuk ke area pasar malam Roy sudah merengek ingin masuk arena bermain anak-anak beruntung ia berpapasan dengan Avril yg sedang jalan bergandengan dengan Cici.
" Rilllll. " Teriak Ayri memanggil Avril, dan ia pun menghampiri Ayri tanpa Cici..
" Heey ngapain lo disini sama siapa?. " Tanya Avril heran kenapa bisa ia bertemu dengan Ayri dipasar malam.
" Tadi gue kesini sama ka Rangga, tapi dia malah minta berhenti di depan rumah temennya. Jadi sekarang gue nyari dia, kata nya dia bakal nyusul kesini. " Jelas Ayri.
__ADS_1
"Oh, kasian amat. Mana bawa-bawa anak kecil pula, ayo gue bantu cariin. "
Mereka pun keliling area tersebut mencari rangga, tiba-tiba mata Avril tersudut oleh sosok Rangga.
" Ay, liat deh. itu, itu ka Rangga kan? di stand bakso. " Tunjuk Avril.
Mata Ayri langsung tertuju dan ia tidak menyangka ternyata Rangga malah asyik sedang makan bakso bersama wanita lain.
" Biar ril, gue samperin dia. " Ayri mempercepat langkahnya menuju stand bakso itu tanpa menggandeng Roy. Namun Avril mengambil alih menggandeng Roy dan mengikuti langkah Ayri.
" Permisi mas, pengen bakso nya ya 1 di bungkus aja. Ngga pedes. " Ucap Ayri kepada pelayan bakso tersebut yg di kunjungi Rangga.
Mendengar suara Ayri, Rangga yg tadi nya asyik ngobrol bercanda Ngalor ngidul dengan wanita tersebut tiba-tiba merespon Ayri.
" Ayri, hey sini-sini gabung sama Kaka. " Rangga yg sedang terpergok malah dengan mudahnya beracting.
" Eg ngga usah ka, silahkan aja kaka sama si cewe itu. jadi berapa mas?. "
" 5000 neng. " Jawab pelayan tersebut.
" Eh udah ga usah bayar Ay, biar Kaka aja yg bayar ya. Berapa mas semuanya sama yg di meja? "
"Semuanya jadi 15000 mas. "
Rangga menggeledah semua kantongnya, namun ia lupa membawa dompet.
" Hmm, neng, ada uang lebih ga? Kaka minjem dulu ya. " Bisik Rangga kepada teman wanitanya itu.
" Nih mas uang nya 20.000, sama 2 orang itu saya bayarin. Udah kembaliannya ambil aja, makasih ya mas. " Ucap Ayri kepada penjual bakso tersebut dan bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut menggandeng Roy.
Avril yg sedari tadi membuntuti Ayri kebingungan dan masih mengikuti Ayri.
" Ay tunggu, jangan cepet-cepet dong jalan nya. " Ia menyusul di belakang Ayri.
" Tante, aku cape. " Roy mulai merengek.
" Sabar ya, kita ke parkiran dulu, nanti habis ini kita makan bakso di rumah yuk. Mamah Roy udah pulang bawa es cream. " Ucap Ayri masih membujuk Roy.
" Ya udah ayo pulang.b" Ayri berhasil menenangkan Roy dan bergegas naik motor.
" Ayri tunggu. " Avril berlari terpogoh-pogoh menyusul Ayri yg jalannya cepat dan akan mengegas motornya itu.
" Sory Ril gue lagi kebawa emosi nih, gue pulang duluan ya. Oh iya thanks udah nganterin gue ketemu Rangga, gue duluan ya. "
Ayri menyimpan kecewa dan sakit hati, ia pun pergi meninggalkan Avril dan tanpa tersadar kenapa air mata menetes begitu saja di sudut pipi Ayri.
" Nyesel banget gue, kenapa gue dengan mudah bisa di manfaatin sama cowo brengsek itu. Ternyata dia bukan cinta sama gue, gue cuma di manfaatin doang sama dia" gumam Ayri di dalam kamar sambil mencoret-coret buku diary yg ia tulis tentang rangga.
__ADS_1
" maka dari sinilah gue ngerti bahwa seperti inikah rasanya kecewa terhadap kata cinta?? kecewa terhadap penghianatan?? katanya dia cinta, dan dia bilang gue cantik seperti bintang yg paling terang itu. Halah itu hanya rayuan belaka. "