Apakah Ini Cinta??

Apakah Ini Cinta??
kado valentine untuk dewa


__ADS_3

Hari senin di sekolah..


Setelah upacara, Ayri duduk sendiri di bangku menunggu Shisi dan Melly datang dari kantin membeli minuman. Ia mendapati Saydi sedang sibuk sendirian di bangku nya mengotak atik gitar kesayangannya.


" Saydi, hmm, gue boleh nanya sesuatu?. " Ayri mendapat kesempatan untuk bertanya pada Saydi tentang Dewa.


" Apa?" Jawabnya sambil sibuk mengotak atik gitar.


" Lo deket sama Dewa?. " Tanyanya lagi.


" Lumayan, kenapa?. "


"Lo tau ga kalo Dewa udah punya pacar apa belum?. "


" Belum, kenapa emang lo suka sama dia?. " Ucap nya dengan nada yg lurus.


"Bu, bukan gitu, kan setau gue waktu kelas 8 dia suka kan sama Lisa? nah terus dia sekarang jadian ngga sama Lisa?. "


"Ohhh itu? emang Dewa waktu itu sempet suka sama Lisa, cuma ngga sampe pacaran tuh. Dan kaya nya Dewa mulai biasa aja terhadap Lisa. Dia orangnya ga berani terbuka kalo masalah perasaan" jawab nya detail karna Saydi pernah sekelas dengan Dewa di kelas 8.


"Ooh gitu ya, oke deh kalo gitu. Thanks ya atas infonya. " Ayri kembali duduk di bangku nya.


Datang seorang guru sejarah (Bu Wawat) yg di ikuti para siswa masuk kedalam kelas.


" Baik selamat pagi anak-anak, kali ini pelajaran sejarah ya. Seperti biasa, ibu akan memberikan tugas buat kalian yaitu mengenai sejarah negara berkembang. "


Bu Wawat menjelaskan tentang rincian tugas.


Mereka di beri tugas untuk mempresentasikan tentang negara berkembang yg di isi oleh 1 kelompok terdiri dari 5 orang yg sudah diatur sesuai urutan absen. Dengan kebetulan, Ayri 1 kelompok dengan Dewa karna no urut absennya berada di atas Dewa. para siswa memposisikan dengan tiap kelompoknya.


" Kalo tugasnya sesuai absen ya otomatis lah gue bakalan sekelompok terus sama Dewa, kesempatan gue buat deketin Dewa, hihi. "


Ayri memposisikan tempat duduk bersama kelompoknya, ia duduk bersebelahan dengan Dewa. Mereka membagi tugas, Ayri mendapat kesempatan untuk menggaris bawahi hal yg penting mengenai negara Brunai Darussalam (merangkum tentang negara tersebut) sementara Dewa mendapat kesempatan menulis hasil garis bawah dari Ayri, sementara ke 3 temannya mendapat kesempatan untuk maju mempresentasikan hasil rangkuman tersebut.


Penulisan di tulis rapih oleh Dewa, sampai Ayri terkesima memandangi Dewa menulis. Hatinya bergetar jantung nya berdegup kencang. Namun seketika tersentak ketika Dewa dengan tiba-tiba..


" Minjem pena nya, pena gue habis. " Dewa mengambil pena yg sedari tadi Ayri genggam di atas meja namun matanya memperhatikan Dewa.


"Aduhh, ih minjem ko Maen rebut aja sih. " Ayri terkejut, namun hanya itu kata-kata yg bisa ia lontarkan. Setelah selesai tugas yg Dewa tulis, ke 3 teman mereka pun maju untuk mempresentasikan hasil kelompok nya. Sementara Ayri dan Dewa tetap berada pd meja kelompoknya.


" Wa?. " Tanya Ayri mengawali, meskipun ragu untuk mengatakannya.


" Apa?" Dewa fokus memperhatikan kelompoknya yg sedang maju di depan.


" Besokkan hari valentine tuh, lo mau ga kalo gue kasih lo kado valentine?. " Ucap Ayri to the point dengan nada malu-malu.


" Apa? lo serius? mau ngasih gue kado?. " Dewa tersentak.


" Ya biasa aja kali ekspresinya. Ya itu sih kalo lo nya mau, kalo ngga juga ga apa-apa ko, gue ga maksa. " Ucap Ayri dengan nada santai


" Ya gue sih mau-mau aja kalo lo nya ngga PHP. " Jawab Dewa terus terang.

__ADS_1


" Tapi ada syaratnya. "


"Apa?"


" Tanggal 11 bulan 4 gue ulang tahun. jadi lo nanti harus kasih kado juga ke gue. " Syarat Ayri kepada Dewa.


" Haha, mau ngasih ko sampe ada syarat nya gitu. Tapi iya oke, gue tunggu aja dulu kado dari lo ya. " Ucap Dewa sembari bangun dari tempat duduk menuju mejanya semula.


Begitu pun Ayri, setelah melihat kelompok mereka selesai mempresentasikan tugasnya di depan kelas.


Sepulang sekolah..


Ayri mengambil celengan tong yg ia sembunyikan di laci meja belajarnya, Ia congkel-congkel menggunakan lidi namun membuat dia kesal sampai akhirnya terpaksa ia sayat celengan tersebut, di hitunglah uang hasil dari celengannya.


" 10, 20, 50, yahh cuma dapet 80 ribu. Kira-kira dapet apa ya dari uang segini?. " Ia pun segera ganti baju dan pergi menuju toko assesoris yg jaraknya lumayan jauh dari rumah menggunakan sepedah nya.


Sesampainya di toko tersebut ia pilih-pilih sesuai budget.


" Topi ini kaya nya cocok deh buat dewa, hijau army. Tapi masa cuma topi doang, apa lagi ya??. " Ia telusuri isi toko tersebut dan ia menjumpai slayer sapu tangan berwarna navy beserta kertas kado.


" Bang jadi semuanya berapa?. " Tanya nya kepada kasir toko tersebut.


" Jadi 70 ribu neng" Jawabnya.


Beruntung uangnya masih tersisa 10 ribu untuknya membeli air mineral, dan ia pun kembali pulang.


Di rumah ia langsung eksekusi membuat kotak kado sendiri dan membungkusnya dengan menggunakan kertas yg ia beli.


" Ko bisa ya dia mau nerima tawaran gue ini? hehe. Semoga aja dengan cara ini gue sama dia bisa Deket. " Ayri penuh harap.


Tidak terasa ia melewati banyak waktu hanya untuk membuat bingkisan kado untuk Dewa, sampai akhirnya jam menunjukkan pukul 21.00 WIB membuat Ayri ngantuk dan akhirnya ia tertidur dengan memeluk bingkisan kado tersebut.


Kringggggg.... Suara hp berbunyi


Eqi memanggil. Ayri pun kaget mendengar hp yg ia taruh di bawah bantal, ia melirik jam bekkernya yg menunjukkan pukul 02.00.


" Tengah malam gini, ngapain Eqi nelfon. " Ia pun mengangkat dengan mata yg masih mengantuk.


" Hallo, Napa Qi malem-malem gini nelfon?. " Tanya Ayri dengan nada yg lemas.


" Eh, sory ganggu ya blo?. "


" Ya bukan ganggu lagi lah, tengah malem gini lagi enak-enaknya tidur tiba-tiba lo nelfon. " Ucap Ayri yg masih memejamkan matanya.


" Tapi kalo denger suara gue pasti Lo bakal kebangun, hehe.." Ucap Eqi Pede.


" tambah ngantuk tau, udah ah gue mau lanjut tidur ya. Ngantuk banget nih. besok gue piket kelas" nada ayri kemudian resah.


" Iya iya deh. selamat tidur jomblo cantik. " Eqi pun mengakhiri telfonnya. dan Ayri kembali tertidur.


Dari jarak yg berjauhan Eqi masih penasaran dengan kata-kata Rangga " Ayri bilang ke gue kalo dia udah punya pengganti. " Dan ia mengira apakah ia adalah cowo pengganti Rangga??

__ADS_1


' Mimpi indah ya cantik, Miss you. ' Eqi


Keesokan harinya..


Udara sejuk menyelimuti pagi ini karna semalam telah di guyur hujan, jalanan becek serta hujan rintik masih sedikit turun sehingga Ayri terpaksa mengenakan sweater ke sekolah.


Ia merasa dingin sekali di hari ini, tak lupa ia pun membawa bingkisan kado untuk Dewa di dalam tasnya. Pesan yg semalam Eqi kirim hanya ia baca tanpa membalasnya.


Hari ini Ayri kedapatan piket nyapu di kelasnya, sehingga berangkat pagi-pagi tanpa Tea.


Di kelas ia menjumpai Dewa yg sudah duduk manis di bangku sehingga Ayri pun menghampiri nya. Suasana kelas masih sepi, hanya ada beberapa siswa saja.


" Wa, tuh kado nya udah gue bawa. " Ucap Ayri sambil berpura-pura menyapu.


" Nanti aja pas istirahat, gue bingung nanti mau di taro dimana. " Ucap Dewa


" Ya lo taro di dalam tas lah, masa di kantongin. " Jawab Ayri ketus.


" Ya udah nih taro aja tas gue di laci meja Lo. nanti istirahat kesiniin lagi. " Dewa menyerahkan tas gendongnya yg berbahan tipis lentur sehingga bisa ayri simpan di laci meja tanpa tau teman-temannya.


Bel tanda istirahat pun berbunyi, setelah para siswa menghabiskan 1 mata pelajaran yg membuatnya jenuh karna gurunya yg selalu bercerita Ngalor ngidul tentang pelajaran yg di bahas (pelajaran PKN gurunya adalah pembina Pramuka yaitu pak Amin. guru kocak yg hobby nya iseng terhadap para siswa)


" Ay mau ikut ngga ke kantin?. " Tanya Shisi sembari merogoh laci, ia tidak menyadari tangan nya merogoh laci meja Ayri sehingga ia mendapati tas dewa jatuh. Ayri pun refleks mengambil tas tersebut dan memasukan kembali ke dalam laci


" Tas ini, punya siapa ay?. " Tanya Shisi curiga. sambil memasukan lagi tas itu ke dalam laci.


" Hmm, tas nya Dewa. " Jawab Ayri pelan.


Melly yg mendengar tersentak dan kepo terhadap yg Ayri dan Shisi perbincangkan.


" Tas nya Dewa, maksud?" Melly menengok ke arah mereka.


"sttttt jangan berisik. Udah diem nanti gue jelasin, sana duluan aja ke kantin. "


Ayri memelankan ucapannya namun mereka enggan untuk ke kantin sebelum Ayri menjelaskan.


Sedangkan para siswa berhamburan keluar kelas, sehingga hanya ada beberapa siswa yg berada di dalam kelas termasuk Genk 3R dan beberapa siswa yg asik bermain gitar di belakang kelas termasuk Dewa yg masih menunggu Ayri mengembalikan tas miliknya.


Ayri menunggu waktu yg tepat untuk mengembalikan tas tersebut namun,


" Dewa, ini ada kado valentine dari Riri , plis terima" tiba-tiba Rika dan Riri menghampiri Dewa yg duduk di antara teman-temannya yg tengah bermain gitar.


Riri memberikan kado dari tangannya kepada dewa, dan dengan muka penuh malu Dewa pun menerima kado tersebut.


" Cie Dewa cieeee, dapet kado dari ceweknya." sorak teman-temannya.


" Thanks ya udah mau nerima. " Ucap Riri dengan malu dan langsung berlari menuju mejanya lagi.


Ayri, Shisi dan Melly menyaksikan hal tersebut. Sehingga Ayripun melangkah keluar kelas karna kesal melihat kejadian itu.


"Ayri tunggu." Shisi dan Melly mengejar langka Ayri.

__ADS_1


__ADS_2