
Hari-hari berlalu hingga akhirnya kini Ayri telah memasuki Semester 5 ( tingkat 3 semester pertama )
Hubungan percintaannya dengan Dewa selalu baik-baik saja meskipun kini Dewa sudah tidak lagi bekerja di jakarta, tetapi Dewa masih selalu berusaha untuk bisa mencari uang.
Ayri kembali kuliah seperti biasa di kelas menerima materi. Tetapi materi di semester 5 ini adalah Karya Tulis Ilmiah dimana tugas-tugas di buat dengan cara di ketik dan di buat proposal.
" Nah adik-adik, di semester kali ini kalian selain akan menerima materi kuliah, kalian juga akan mendapat tugas tentang Karya Tulis Ilmiah ya, nanti akan saya bagi kelompok dan setiap kelompok terdiri 5 orang tapi tidak boleh ada judul materi yang sama. Darimana kalian dapatkan sumbernya? Kalian bisa cari dari buku sebanyak-banyaknya cari di internet dan jangan lupa sebelum memulai itu semua kalian harus cari dulu seberapa banyak data yang terjadi secara real di lapangan contohnya kalian kunjungi fasilitas kesehatan untuk mewawancarai tenaga kesehatannya mengenai judul yang akan kalian gali. Nanti kalian akan di berikan Dosen pembimbing untuk bisa membimbing kalian sampai bisa Presentase dan Ujian oleh Dosen penguji. Nanti ada yang akan mendapat Dosen dari dalam kampus atau Dosen lain dari luar kampus. " Jelas Ibu Sri panjang lebar. Sementara Ayri kurang faham dengan apa yang Dosen jelaskan karna setiap ada tugas mengenai makalah Ayri merasa down terlebih dahulu.
" Nah, ini nanti Nama kalian beserta kelompok dan Dosen pembimbing. Sekarang kalian bisa berdiskusi dengan kelompok kalian boleh di luar kelas atau perpustakaan. " Jelas Bu Sri lagi. Ayri hanya bisa mengikuti arahan pada secarik kertas berisi petunjuk membuat proposal yang Bu Sri bagikan pada setiap Mahasiswa.
" Aku, Arnes, Putri, Siska dan Yuli. " Ayri pun menghampiri mereka yang mulai memposisikan kelompok mereka sambil terus membaca petunjuk tersebut.
" Hey, kita sekelompok ya. Kenalkan Namaku Ayri. " Sapa Ayri kepada teman kelompok barunya. Pada dasar nya mereka berbeda Kelas hanya saja mereka saling tau karna sudah sering mereka di berikan tugas berkelompok secara acak dengan kelas lain. Ke empat temannya hanya melempar senyum ketika Ayri memberi sapa.
" Guys, Ini kita dapat Dosen pembimbing dari Dosen luar, Dosen Bu Rahayu ini adalah Dosen STIKES Bandung Kampus sebelah lho. Gimana dong, Kita harus samperin dia ke kampus. " Jelas Arnes yang lebih cekatan dalam berbicara.
" Hm, ya udah mending kita langsung cus aja deh. Oh iya untuk judul materinya kita juga dapat Judul tentang Kesehatan Reproduksi mending kita diskusikan dulu tentang judulnya. " Imbuh Siska.
" Aku Pilih Kista Ovarium " Ucap Arnes.
" Aku Mioma Uteri " Ucap Yuli.
" Aku Hm, Kehamilan Ektopik deh. " Imbuh Siska.
" Aku Kehamilan di Usia remaja " Lanjut putri.
" Aku, kalo Dismenorea boleh ngga sih? Tanya Ayri yang ragu akan pilihan judul materi.
Memang Ayri setiap kerja kelompok selalu merasa dirinya orang paling bodoh dalam kelompok.
" Bisa asal kamu bisa cari sumbernya aja semua akan bisa di buat. " Jawab Arnes.
" Oke deh aku yang itu. " Ucap Ayri memutuskan.
Setelah mereke berunding, mereka pun pergi menuju Kampus STIKES bandung yang letaknya 500 meter dari Kampus KHARISMA.
Mereka menemui Bu Sri Rahayu sebagai dosen pembimbingnya. Sesi perkenalan dan diskusi mengenai judul dan cara mengerjakannya di terangkan secara detail oleh bu Sri Rahayu dengan lemah lembut bahkan beliau memberikan ijin untuk bisa menemui nya di rumahnya di saat hari libur.
Sepulang dari kampus, Ayri langsung pulang ke rumah karna di semester 5 sudah tidak di fasilitasi lagi untuk tinggal di Asrama, melainkan boleh ngekost atau pulang ke rumah karna sudah banyak tugas individu yang harus di kerjakan di luar lapangan meskipun setiap hari on time ngampus.
" Nak, nanti setelah mandi makan dulu ya " Ucap Ibu Ayri membuka sedikit pintu kamar Ayri.
" Iya mah, oh iya mah papah udah pulang dari kantor? " tanya Ayri.
__ADS_1
" Udah, tuh lagi ngerjain tugas di ruang tamu. " imbuh Ibu Ayri dan Ayri pun langsung bergegas berdiri menghampiri ayahnya yang sedang fokus memainkan laptop.
" Pah, Ayri boleh pake laptopnya? " Tanya Ayri kepada ayahnya yang masih fokus di laptop.
" Boleh, buat apa? tapi sebentar ya papah lagi banyak tugas. Nanti gantian. " Jawab Ayah Ayri datar.
" Ayri juga banyak tugas pah, apalagi di tingkat akhir ini. Tugas nya bikin Ayri pusing, ngga ngerti harus cari di internet, di buku. " Ucap Ayri berusaha mengadu kepada Ayah nya.
" Ya itu namanya nya kuliah, belajar. Papah juga sama ini banyak tugas. Maka nya harus serius belajar, harus semangat, sana kamu mandi dulu terus makan nanti kita gantian ngerjain tugasnya. " Ujar Ayah Ayri sambil memegang pundak Ayri dengan berusaha memberikan motivasi. Ayri pun menurut meskipun dalam hati sebenarnya merasa berat untuk melewati hari-hari.
Ayah Ayri memberi kesempatan kepada Ayri untuk memakai laptopnya hanya saja Ayri masih kesulitan untuk mencari bahan materi yang akan di buat. Searching via google hanya mendapat data sedikit karna HP Ayri masih HP jadul dengan kapasitas GB yang tidak memadai.
" Astagfirullah, gimana ini. Besok kaya nya aku harus ke perpustakaan untuk mencari materi. Ya lebih baik sekarang aku istirahat untuk besok. " Ayri pun menutup laptop dan kembali ke kamar.
Banyak chatingan, tetapi Ayri tidak merespon. Ia hanya membalas chat dari Dewa.
' Besok sibuk ga ?' Tanya Ayri kepada Dewa.
' Ngga, kenapa emang?.' Balas Dewa.
Ayri hanya meminta agar besok Dewa menemani nya ke kampus agar hatinya bisa tenang menghadapi tugas yang sulit untuk Ayri kerjakan.
Keesokan harinya..
Selepas jam kuliah Ayri ke perpustakaan untuk mencari buku kesehatan reproduksi. Beberapa buku ia pinjam berharap bisa membantu tugas-tugasnya. Beruntung di jam ke 2 kuliah tidak ada dosen sehingga Ayri bisa mengerjakan tugas di halaman taman kampus di temani oleh Dewa. Meskipun Dewa hanya bisa mengetik di aplikasi word art di laptop setidaknya itu bisa sedikit membantu sementara Ayri mencari jawaban materi sambil mengeja bacaan dan di ketik oleh Dewa.
Waktu menunjukkan pukul 16.00 WIB. Tidak terasa perut mereka di landa rasa lapar sehingga ia memutuskan untuk pulang melanjutkan mengerjakan tugas di rumah.
" Kita mampir dulu ke warteg ya, kita makan dulu. " Ujar Ayri sambil berbenah buku dan laptop.
" Udah ngga usah, kita pulang aja makan di rumah. " Ucap Dewa. Dewa mengerti keadaan Ayri yang uang jajan nya hanya cukup untuk membeli bensin dan makan 1 porsi.
" Tapi kan kamu dari pagi belum makan. Aku juga udah pusing lapar banget. " Ucap Ayri sambil keduanya menaiki motor bersiap untuk pergi.
" Kita makan di rumah aku. " Dewa tanpa basa basi dan langsung tancap gas.
Rasa lapar yang mereka tahan selama seharian kini terbayar setelah sampai rumah Dewa, Dewa masakan telor dadar dan 2 porsi mie rebus untuk mereka berdua makan.
" Ayo makan yang banyak Nak, maaf ya suguhan makan disini seadanya, hehe. " Ujar Ibu Dewa sambil berlalu menuju ruang dapur.
" Hehe, iya bu. Sama ko di rumah saya juga makan seadanya, tapi ini masakan istimewa loh bu sebab Dewa yang masakin buat saya, hehe. " Puji Ayri terhadap Dewa dan mencoba membuat suasana menjadi hidup.
" Hehe, bisa aja kamu ini. " ucap Ibu Dewa sambil tersenyum dan mengusap pundak Ayri.
__ADS_1
Setelah selesai makan, Ayri langsung membereskan bekas makannya beserta piring bekas Dewa makan, ia tidak peduli meskipun ada ibu Dewa yang sedang mencuci piring.
" Hm, bu saya boleh ngga semalam aja nginep di sini. Saya butuh bantuan Dewa untuk mengerjakan tugas bu " Ucap Ayri sambil meletakkan piring di wastafel dan membantu Ibu Dewa mencuci piring.
" Boleh, tapi rumah ibu kaya gini kalo malam banyak nyamuk dan penerangannya juga kurang. Takutnya kamu ga bisa tidur. " Tutur Ibu Ayri yang merasa sungkan dengan Ayri.
" Ngga ko bu saya ngga keberatan, saya tidur di ruang tamu juga ga apa-apa ko. " Ujar Ayri. Hal tersebut membuat Ibu Dewa tidak bisa menolak dan hanya bisa menjawab dengan anggukan.
" Makasih ya bu. " Ucap Ayri melempar senyum.
Malam sudah mulai larut. Ayri dan Dewa melakukan hal yang sama persis saat di halaman kampus tadi mengerjakan tugas. Ayri pun tidak lupa untuk memberitahu kepada Ayahnya bahwa hari ini ia tidak pulang tetapi Ayri berbohong kepada Ayahnya bahwa ia menginap di kontrakan teman sekampusnya.
" Ayri ngga pulang mah. " Ucap Ayah Ayri kepada istrinya yang masih menunggu kepulangan Ayri di teras rumah.
" Terus dia tidur dimana pah, mamah khawatir. " Ibu Ayri cemas.
" Bilangnya di teman sekelasnya, sudahlah mungkin dia sedang sibuk dengan tugasnya yang kemarin. Ayo kita tidur saja. Besok akan papah telfon lagi Ayri. " Ujar Ayah Ayri sambil mengajak Ibu Ayri masuk ke dalam rumah.
Ke esokan Harinya...
Ayri bangun kesiangan karna semalaman begadang sampai jam 4 subuh mengerjakan tugas. Namun tetap saja tidak kunjung selesai dan hari ini terpaksa ia harus bolos kuliah karna lelah semalaman begadang.
" Jam berapa ini?. " Mata Ayri mengernyit melihat jam yang tertempel di dinding tepat di depannya. Ia baru tersadar bahwa ia masih ada di rumah Dewa dan Ayripun langsung bergegas mencari Dewa.
" Dewa, Ibu. " Panggil Ayri menyelusuri sampai ke dapur. Ia mendengar suara gaduh wajan di dapur.
" Dewa, lagi apa ?. Ko kamu ngga bangunin aku sih, ini kan udah jam 9. " Ucap Ayri sambil memperhatikan Dewa membuat nasi goreng.
" Kamu tadi tidurnya nyenyak banget, sama ibu juga ga bolehin aku bangunin kamu jadi ya udah aku masak dan nyuci. Sana mandi, habis itu kita makan terus antar kamu kuliah. " Ujar Dewa sambil mempersiapkan nasi goreng yang hampir matang.
" Ini udah siang, aku pun udah telat 1 mata kuliah jadi mending aku pulang aja deh ke rumah. " ucap Ayari yang kemudian berlalu ke ruang tamu lagi.
Dewa pun terkejut dengan ucapan Ayri sehingga mematikan kompor dan menyusul langkah Ayri.
" Bolos? terus tugas yang semalam kita buat gimana?"
Ucap Dewa.
" Nanti besok aku konsultasikan dulu ke dosen pembimbing. Semoga hasilnya keterima" Jawab Ayri sambil berkemas buku-buku yang masih berceceran di atas meja.
Ayri buru-buru pamit pulang kepada Dewa dan Ibunya karna ia khawatir akan hal fitnah dari orang yang mungkin melihat keberadaannya di rumah Dewa sejak semalam. Selain itu, hati Ayripun merasa tidak tenang karna ia sudah berbohong kepada ke dua orang tuannya. Selama perjalan pun pandangan dia kosong dan rasa tergesa-gesa ingin sekali cepat sampai rumah namun hal yang tidak pernah ia duga pun menimpa nya.
Tit,tit,tittttttt ( Suara klakson kendaraan dari belakang motor Ayri ) yang tiba - tiba menghantam motor Ayri dari belakang.
__ADS_1
Braaakkkkkkkk......