Arwah CEO Tampan

Arwah CEO Tampan
Bab. 55 ° Cerita lalu


__ADS_3

"Jadi kamu di paksa Banu untuk kesini?" tanya Cahaya. Mili melirik ke arah Banu. Kenyataannya memang begitu. Namun apa mungkin orang percaya apa yang di katakannya?


Mili menunduk.


Banu mendekat dan memeluk Bibinya dari samping. "Jangan keras pada Mili, Bi." Banu pun menengahi. Mili masih diam meski tahu dia di bela pak Banu. Cahaya menatap keponakannya lurus-lurus. "Jangan juga pasang wajah seram seperti itu."


Haras tersenyum tipis melihat interaksi ini.


"Kamu ini ... " Cahaya mendelik. Setelah Cahaya melunak, Banu mendekat pada Mili.


"Angkat wajahmu. Kamu tidak salah. Jadi jangan menunduk," kata Banu. Perlahan Mili mengangkat wajahnya. Ia masih sedikit takut.

__ADS_1


"Duduk saja." Setelah mengatakan itu Cahaya ikut duduk. "Kenapa? Duduk saja. Kamu pasti lelah bekerja, kan?" tanya Cahaya yang membuat Mili yang masih berdiri heran.


Sikap yang tidak ada dalam bayangan Mili saat bertemu direktur Cahaya. Terakhir ketika beliau menyuruhnya untuk menjauh dari Pak Banu. Padahal dia tidak pernah mendekati pria itu.


"Duduklah, Mili." Banu menekan bahu Mili lembut untuk memaksa gadis ini duduk. Akhirnya Mili duduk lagi dengan seribu keheranan. Banu tersenyum mengerti. "Bibi tidak akan menyuruh mu untuk menjauhi ku lagi."


"Saya tidak pernah mendekati Pak Banu," bantah Mili cepat. Untuk ini, dia harus tegas.


"Ya, aku tahu. Maaf aku salah bicara. Bibi salah paham, padahal akulah yang mendekati mu." Banu mengaku. Jujur Mili berdebar tatkala pria ini bersikap lembut dan melindunginya.


"Oh, ya. Sekalian saja aku katakan pada bibi dan Haras." Bola mata Banu melihat Haras dan bibinya bergantian. "Jangan memata-matai Mili. Aku tidak akan segan melakukan kekerasan pada orang-orang yang kalian kirim untuk menyelidiki Mili lagi," tegas Banu.

__ADS_1


"Aku sudah tidak perlu mencari tahu lagi siapa dia. Aku tahu semua kebohongannya," kata Cahaya.


Mili tersentak sekilas. Dia sudah sadar bahwa Bu Cahaya tahu soal dirinya yang sebenarnya bukan teman main golf Pak Banu.


"Apa yang Bibi maksud?" tanya Banu serius.


"Awal dia datang ke perusahaan ini, dia menggunakan nama kamu," kata Cahaya. Ekor mata beliau melirik Mili. "Dia mengaku bahwa dia adalah teman kamu main golf. Bahkan dia tahu kamu berada di luar negeri saat itu. Padahal itu perjalanan pribadi mu. Tidak semua orang tahu kecuali bertemu pernah bertemu denganmu. Jadi aku percaya. Apalagi kamu merekomendasikannya. Maka dari itu aku memasukkan dia ke dalam perusahaan Mandala padahal hanya lulusan SMA," terang Cahaya panjang dan lebar.


Banu mengerti kenapa Raka bilang Mili adalah hasil dari rekomendasinya. Mili terdiam. Waktu itu tentu dia berbohong. Jadi saat ini dia tidak bisa menyangkal.


"Pertanyaan Bibi adalah ... Sebenarnya kamu kenal dengan Mili atau tidak? Semua cerita itu karangan gadis ini semata atau memang kamu sempat mengenalnya? Karena kamu sempat tidak membahas Mili sama sekali setelah bangun dari koma. Bahkan kamu tidak menanyakan alasan aku mengeluarkannya dari perusahaan, kamu terlihat tidak peduli," kata Cahaya.

__ADS_1


Ini menjadi lebih serius daripada tadi. Mili tidak menyangka itu. Banu diam.


..._____...


__ADS_2