Arwah CEO Tampan

Arwah CEO Tampan
Bab. 92 ° Kembali ke perusahaan


__ADS_3

Kedatangan Banu ke perusahaan langsung di sambut oleh Raka dengan suka cita.


"Selamat datang kembali, Pak Banu," sapa Raka ketika bertemu di lorong kantor.


"Terima kasih sudah menjaga tempatku aman, Raka," ujar Banu seraya menepuk Bahu Raka dengan bangga. Lalu kaki Banu membelok masuk ke dalam ruang kerjanya. Raka ikut masuk ke dalam. "Apa semua baik-baik saja?"


"Tentu saja Pak."


"Aku lega."


"Bagaimana keadaan Pak Banu? Sehat?"


"Aku lebih dari sehat," sahut Banu seraya menunjukkan wajah bahagianya.


"Sepertinya hubungan Pak Banu dengan Mili banyak kemajuan."


"Begitulah."


"Kalau begitu, saya bisa mendapat surat undangan nih, Pak," kata Raka berkelakar.


"Tidak. Direktur akan lebih dulu menyebar undangan," sahut Banu mengejutkan. Padahal Raka hanya berniat bercanda karena beberapa hari tidak bertemu dengan bosnya ini.

__ADS_1


"Bu direktur?"


"Ya. Bibi ku akan menikah lebih dulu."


"Apa itu dengan Haras, Pak?" tebak Raka setengah terkejut.


"Benar." Banu yang sudah duduk di kursi tersenyum.


Kenapa takdir orang lain semua indah semua? batin Raka berdecak kagum.


"Ada lagi yang ingin di katakan, Raka?" tanya Banu yang melihat Raka bengong sejenak.


"Oh, ada banyak jadwal pertemuan untuk menyambut kembalinya Anda di perusahaan," kata Raka seraya membaca jadwal yang di susun dalam tablet yang di dipegangnya.


"Jangan Pak. Jika begitu, citra Anda akan terlihat buruk. Karena berita Anda di nonaktifkan sudah terdengar. Jadi lebih baik bersikap baik saja meski kurang menyenangkan. Itu mengurangi mereka berpikir Anda juga punya masalah dalam perusahaan. Jika begitu, kerja sama akan alot jika kurang rasa percaya dari semua orang." Raka memberi nasehat dengan baik.


"Baiklah, tapi jangan sampai larut malam. Beri batas waktu hanya saat jam kerja saja. Aku harus bertemu Mili." Banu memberi peringatan.


"Tapi mereka tidak hanya satu. Ada banyak orang yang ingin bertemu dengan Anda."


"Kamu sekretaris yang bagus Raka. Kamu bisa katakan pada mereka untuk menemui ku dalam beberapa hari. Atur jadwal dengan baik. Aku tidak mau ada bantahan. Jam malam itu aku harus dengan Mili." Banu menegaskan lagi soal itu.

__ADS_1


"Baik Tuan." Raka mengangguk.


***


Mili tidak mengerti apa yang di katakan Banu dalam pesan yang di kirim tadi siang.


"Aku akan menjemputmu pulang kerja. Kita akan pergi." Begitu bunyi pesan yang pria itu kirim padanya. Dia tidak tahu akan pergi kemana. Mili hanya mengikuti perintah Banu dan duduk di atas kursi mobil. Meksipun ingin bertanya, Mili tidak bisa langsung bertanya. Dia takut suasana yang bagus ini akan hilang.


Namun ketika mobil sudah tiba di sebuah rumah besar, Mili terkejut.


"Ini dimana?" tanya Mili kebingungan.


"Rumahku. Bibi mengundangmu makan malam," ujar Banu mengejutkan.


"Bu direktur?" tanya Mili terkejut. Banu mengangguk. Banu membantu Mili melepaskan sabuk pengaman yang belum di lepas karena Mili masih tertegun karena dia akan bertemu dengan perempuan yang menjadi bekas atasannya, juga bibi dari kekasihnya.


"Ayo, kita turun." Banu yang telah lebih dulu turun dari mobil, membuka pintu untuk Mili. Tangannya membantu gadis ini untuk keluar.


"Kenapa kamu tidak memberitahu sebelumnya kalau kita akan menghadiri makan malam, sayang?" tanya Mili tidak terima.


"Kenapa? Kamu butuh menyiapkan sesuatu?" tanya Banu dengan santai.

__ADS_1


..._____...


__ADS_2