
Sesuai dalam rencana Hilda mengundurkan diri dengan alasan mau menikah. Namun Cahaya tetap memberikan pekerjaan baru pada Hilda di dalam perusahaan lain. Sehingga rencana mengeluarkan Hilda dari area Dirga terlaksana.
Sesuai dengan dugaan Haras, alasan menikah terlihat lebih natural daripada yang lainnya. Dirga tidak mempermasalahkan pengunduran diri sekretarisnya ini, karena sebenarnya dia sedang kacau dengan keadaan dirinya sendiri.
***
Sesuai yang di katakannya, Banu menjemput Mili. Karena masih dalam masa nonaktif, Banu tidak punya pekerjaan. Dia menyibukkan diri dengan menemui Mili.
Hari ini Mili pulang kerja sekitar jam 5. Banu sudah siap menjemput gadis ini. Dia sangat tidak langsung masuk seperti waktu itu. Banu hanya menunggu di dalam mobil. Baru setelah Mili muncul, ia keluar dan menghampirinya.
“Halo Mili,” sapa Banu mengejutkan.
“Kamu datang rupanya.”
“Seperti yang aku katakan. Aku ingin sudah menjadi pengangguran, jadi kegiatan ku sementara ini adalah menemuimu.”
Bibir Mili tersenyum mendengar itu.
“Tumben enggak masuk?” tanya Mili.
“Aku tidak ingin mengganggumu. Bukankah kamu tidak suka aku mengganggu ketika kamu bekerja?” Banu masih ingat itu.
__ADS_1
“Kenapa baru sekarang mengatakannya?”
“Karena sekarang aku tidak perlu mengganggu jika ingin terus melihatmu. Aku punya banyak waktu untuk melakukannya. Ayo, masuk ke mobil,” ajak Banu.
“Kita mau kemana?” tanya Mili yang belum di beritahu sebelumnya.
“Ke tempat yang bagus," jawab Banu dengan menggandeng tangan Mili. Lalu membimbing gadis ini masuk ke dalam mobil.
“Apa itu?" Mili penasaran.
“Apartemenku,” jawab Banu yang siap menyalakan mesin. Pria ini tersenyum seraya menoleh ke samping. Mili mengerjapkan mata takjub dengan senyuman itu. "Ayo kita berangkat.” Banu menyalakan mesin, membiarkan Mili yang masih sedikit heran.
“Ayo, masuklah,” ajak Banu ketika sudah membuka pintu apartemen miliknya. Mili patuh. Interior apartemen ini sungguh menakjubkan. Yang biasanya hanya bisa dilihat dalam sebuah tv ataupun ponsel, kini hadir secara nyata di depan Mili.
“Tempat ini bagus,” gumam Mili tanpa sadar.
“Syukurlah kalau sesuai dengan kriteria mu,” ujar Banu senang.
“Kenapa sesuai dengan kriteria ku? Ini kan apartemen kamu?” tanya Mili tidak mengerti.
“Karena ini tempat masa depan kita berdua,” ujar Banu seraya tersenyum hangat pada Mili.
__ADS_1
“T-tempat masa depan?”
“Ya. Ini tempat untukmu dan aku saat sudah menikah nanti,” jawab Banu tanpa sungkan. Blush! Wajah Mili memerah. “Tempat kita berdua akan mengarungi bahtera kehidupan yang baru nanti.” Bola mata milik pria ini tidak bohong. Banu bersungguh-sungguh.
"I-itu ..." Mili langsung kehilangan kata-kata dan nervous.
"Lebih baik kamu ganti baju dulu di kamar itu," tunjuk Banu pada pintu. Kalimat ini langsung membuat kegugupan Mili hilang karena ini aneh.
"Aku tidak perlu ganti baju. Lagipula aku tidak membawa baju ganti, jadi aku tidak perlu ganti," ucap Mili.
"Tidak perlu membawa baju ganti, aku sudah menyiapkan."
"Menyiapkan? Apa maksudnya?"
"Masuklah dulu. Kamu akan tahu apa yang aku katakan. Tubuhmu juga pasti gerah jika terus memakai baju yang kamu pakai seharian tadi." Banu benar. Biasanya Mili langsung mandi dan ganti baju ketika pulang kerja. "Apapun yang kamu butuhkan ada di dalam kamar itu," imbuh Banu.
"Baiklah." Mili akhirnya setuju untuk masuk ke dalam pintu yang Banu maksud. Karena akhirnya dia ingin tahu, juga ada apa di balik pintu itu?
..._____...
__ADS_1