
Albirru masuk ke dalam liang lahat, ia menyambut jenazah Abi dari dalam kuburan itu.
Albirru meletakkan jenazah Abi menghadap kiblat. Ia menaruh tanah di bawah pipi jenazah sebelah kanan.
Albirru melepaskan simpul tali pengikat kain kafan. Setelah simpul tali kain kafan dibuka Albirru mengumandangkan adzan.
Suaranya gemetar dan pelan karena menahan tangis. Semua pelayat yang mendengar suara Albirru saat mengumandangkan azan ikut larut dalam kesedihan.
Siapapun pasti tau bagaimana sayang dan patuhnya Albirru pada kedua orang tuanya.
Albirru naik dari liang lahat setelah azan. Ia dan saudaranya yang lain menurunkan tanah untuk menutupi jenazah Abi yang berada dalam kubur.
Air mata Albirru tak bisa dibendung lagi saat ia mulai menguburkan jenazah Abi. Azril ikut membantu menurunkan tanah ke liang lahat.
Setelah jenazah Abi tertutup sempurna, hingga membentuk gundukan kuburan. Albirru membacakan doa. Ia sendiri yang membacakan doa buat Abi.
Zahra, Zeya dan kedua anaknya maju untuk menaburkan bunga. Air mata masih tampak mengalir dari sudut mata Albirru.
Para pelayat satu persatu mulai meninggalkan kuburan. Hanya tersisa Albirru, Zahra, Zeya, Azril, Mami dan si kembar.
Pertahanan Albirru akhirnya roboh. Ia bersimpuh di depan kuburan Abi menangis terisak. Di genggamnya tanah kuburan Abi.
"Maafkan aku, Abi. Semua salahku. Seharusnya aku tak mengemudi dalam keadaan lelah dan mengantuk."
Zahra ikut berlutut di samping Albirru dan memeluk suaminya memberikan kekuatan.
"Ini bukan salah, Mas. Semua sudah menjadi takdir dari Allah. Kita sebagai umat-Nya hanya menjalankan skenario saja."
"Memang semua adalah takdir-Nya. Tapi penyebab dari meninggalnya Abi karena kelalaian dari Mas."
Raja dan Ratu melihat ayahnya menangis ikut bersedih. Azril lalu memeluk kedua anaknya itu.
"Apa Raja dan Ratu juga ingin mendoakan Kakek," gumam Azril.
"Mau, Dad."
__ADS_1
"Kalau begitu jongkoklah depan kuburan Kakek dan bacakan doa."
"Doa apa,Dad."
"Bacakan saja ayat pendek yang kalian hafal Atau Al-Fatihah juga boleh. Raja dan Ratu hafalkan."
"Baik, Dad."
Azril mengajak Raja dan Ratu berjongkok di depan pusara Abi. Mereka membacakan doa.
Albirru melihat Raja dan Ratu berdoa makin terharu. Ia tak menyangka putra dan putrinya sepintar itu.
"Ayah kenapa menangis," ucap Ratu ketika melihat Albirru yang memandangnya.
"Apa Ayah boleh memeluk kamu dan Raja," ucap Albirru dengan suara bergetar.
Raja dan Ratu memandangi wajah Azril. Daddy nya itu tersenyum dan mengangguk. Setelah itu Raja dan Ratu berdiri. Mereka berjalan mendekati Albirru dan memeluknya. Tangisan Albirru akhirnya pecah.
"Raja dan Ratu, doakan kakek setiap habis solat ya, Nak. Dan doakan juga Nenek cepat sadar."
"Nenek sakit. Kita doakan nenek cepat sembuh biar bisa kumpul bersama lagi."
"Iya, Yah. Jadi Ayah menangis bukan karena kakek meninggal, tapi karena nenek sakit,"ucap Raja.
"Karena dua-duanya."
"Ayah jangan menangis lagi." Ratu menghapus air mata Albirru.
Albirru yang diperlakukan begitu manisnya sama Ratu menjadi terharu. Kembali air matanya jatuh.
Kuatkan hamba menerima cobaan ini Tuhan. Aku yakin Engkau tak akan memberikan cobaan di luar kemampuan umat-Mu. Aku ingin melewati semua ujian yang Engkau berikan dengan sabar dan tabah. Masih banyak tanggung jawabku. Anak-anakku dan juga ibu serta istriku. Mungkin semua ini teguran dari-Mu atas semua dosa-dosa yang pernah aku lakukan. Aku ingin diberikan umur panjang sampai aku dapat menikahkan Ratu dan putri kecilku dari Thalita.
Albirru bangun dari bersimpuhnya, beserta kedua anaknya. Ia berjalan perlahan menuju mobil.
Sebelum masuk ke mobil kembali dipandangnya gundukan tanah kuning kuburan Abinya.
__ADS_1
Abi, kau mengajariku untuk menjadi kuat, tapi, maaf aku mengecewakanmu. Aku tidak akan pernah cukup kuat untuk menerima bahwa kau tidak lagi di dunia ini.
Albirru masuk mobil. Saat ini ia masih trauma untuk mengendarai mobil. Sehingga ia menggunakan jasa supir.
........
Albirru tampak masih berduka dan bersedih atas kepergian orang-orang yang dicintainya. Ia hanya mengurung diri di kamar.
Hari ketiga tahlilan meninggalnya Abi, diadakan di rumah kediaman Albirru dan Zahra.
Zeya dan Azril masih berada di kota Pekanbaru ini. Rencana dua hari lagi mereka kembali ke Jakarta.
Azril membantu Albirru dalam acara tahlilan, seperti juga Albirru yang pernah membantunya saat tahlilan ke tiga meninggalnya papi.
Saat acara sedang berlangsung, Albirru menerima panggilan dari rumah sakit yang mengabarkan tentang keadaan Umi.
Albirru tampak kaget. Ia segera menemui Zahra. Dan mengatakan jika ia harus segera menuju rumah sakit.
Albirru pamit pada Azril dan meminta tolong agar Azril yang menggantikan dirinya sebagai tuan rumah.
Dengan langkah tergesa Albirru mencari supirnya dan meminta mengantar ke rumah sakit tempat Umi di rawat.
Bersambung
******************
Kabar apa yang didapat Albirru? Nantikan terus kelanjutan novel ini. Terima kasih.
Jangan lupa mampir ya ke novel terbaru mama, LOVE IS RAIN.
Sementara menunggu novel ini update, bisa juga mampir ke novel terbaru my besties. Tema yang sama dengan novel terbaru mama. Yang Muda Yang Bercinta. Lope-lope sekebon buat semuanya. 😘😘😘😘❤❤❤❤
__ADS_1