
Zahra mengatakan jika ia akan siap di madu jika dalam satu tahun ini tak bisa juga hamil anak dari benih Albirru.
"Zahra, poligami itu tak mudah. Kamu tau dan pernah mengalaminya, bukan," ucap Umi.
"Aku akan berusaha ikhlas dan sabar menjalaninya, jika itu memang telah menjadi takdirku."
"Yang paling umi takutkan dari poligami adalah Albirru yang tak bisa berbuat adil dalam pembagian waktu dan perhatian."
"Apa mas Albirru tidak akan menuntut dan ikhlas jika selamanya aku tak bisa meneruskan keturunan darinya? Dan apakah Umi dan Abi juga rela memiliki menantu yang tak bisa hamil lagi?"
"Zahra, jangan mendahului takdir. Siapa tau Allah memiliki rencana lain dari keterlambatan kamu memiliki anak."
"Semoga, Umi."
Hal yang paling sulit adalah ketika kita mencintai seseorang yang mencintai orang lain.Cinta emang layak diperjuangkan, tetapi ia tidak berarti apa-apa jika yang berusaha berjuang hanya kita sendiri. Tidak ada yang lebih menyakitkan lagi dibandingkan menyadari bahwa ia berarti segalanya bagimu, namun kau tak berarti apa-apa baginya.
..............
Sementara itu di salah satu hotel, tampak Zeya yang sedang terlelap. Azril memutuskan beristirahat malam ini sebelum melanjutkan perjalanan.
Azril mendekati istrinya itu dan mengecup pipinya. Ia juga melakukan hal yang sama dengan bibirnya.
Maafkan aku Zeya, aku telah memblokir nomor ponsel Albirru. Aku tak mau ia dan kedua orang tuanya mengganggu kamu serta Raja dan Ratu. Aku tau ini tak adil baginya sebagai ayah kandung Raja dan Ratu. Tapi aku sebagai daddy nya yang ada sejak ia dalam kandungan tidak rela berpisah dari mereka.
Zeya perlahan membuka matanya dan tatapannya langsung tertuju pada Azril yang sedang menunduk. Hampir tak ada jarak antara wajah mereka.
"Sayang, capek banget ya," bisik Azril ditelinga Zeya sambil mengecup telinga itu.
"Mas, geli ah."
"Kita olah raga malam, ya? Nggak capek kamunya, kan?" Tangan Azril mulai memasuki pakaian Zeya dan mengelus punggungnya.
Zeya hanya menjawab dengan gelengan. Azril ******* bibir istrinya itu dengan terburu. Dari tadi ia telah menahannya sejak melihat Zeya yang terbaring.
__ADS_1
Zeya berusaha mengimbangi permainan Azril yang sedikit kasar karena n*fsu. Kini mereka berdua saling berpagutan. Ciuman itu terlepas saat Azril mendengar deru nafas Zeya yang memburu.
Azril. berpindah ke leher istrinya, ia menghisap serta menggigit kecil leher jenjang itu. Azril banyak meninggalkan jejak kepemilikannya.
Azril lalu bangun dan berlutut dihadapan istrinya. Satu persatu kain penutup tubuh istrinya dibuka. Saat ini yang tersisa hanya pakaian dalam.
Ia memandangi tubuh istrinya kagum dengan senyum smirk nya. Azril menunduk dan membuka pengait yang menutupi akses bagian atas istrinya. Begitu terbuka tampak pemandangan yang menakjubkan dari dua benda di bagian dada istrinya itu.
Azril langsung menempelkan mulutnya ke pucuk dada istrinya itu. Zeya tidak bisa lagi menahan desahannya ketika Azril memainkan lidahnya disana.
"Kamu selalu saja membuatku bergair*h, Sayang." Azril lalu membuka satu-satunya kain yang masih menutupi akses berharga istrinya.
Kecupan di dada istrinya perlahan turun ke perut dan Azril sudah tak bisa menahan lagi, ia memasuki tubuh istrinya. Ia mengeram saat melakukan penyatuan. Tubuh Zeya merupakan candu baginya.
Setelah sama-sama mencapai puncaknya dan melakukan pelepasan, Azril menjatuhkan tubuhnya ke samping.
Pinggang Zeya di tarik agar lebih merapat ketubuhnya. Kulit mereka saling bersentuhan.
"Kamu tetap sama seperti awal kita melakukan. Aku selalu puas ...." bisik Azril. Zeya membenamkan kepalanya di dada pria yang sangat ia cintai itu. Tak ada jawaban yang ia berikan.
"Sayang, sebentar lagi mandinya."
"Kenapa ....?" tanya Zeya dengan raut keheranan.
"Aku masih pengin," cicit Azril.
"Mas, katanya selalu puas!"
"Puas dengan layananmu . Tapi tidak dengan jerry ku. Ia selalu meminta lebih, tidak akan pernah cukup sekali."
"Mas ...."
"Apa kamu tak merasakan jika jerry kembali bangun."
__ADS_1
"Mas mesum banget."
"Mesum dengan istri sendiri tak apalah. Salah jika mesum dengan istri orang."
"Awas aja kalau mesum sama istri orang lain, tak potong jerrynya," ucap Zeya.
"Kejam banget sih, Sayang." Zeya tertawa melihat wajah Azril yang memelas.
Dengan perlahan Azril mulai menaiki tubuh Zeya kembali dan melakukan penyatuan kembali.
Setelah mencapai klimaksnya, Azril mengecup dahi istrinya.
"Terima kasih, Sayang. Kamu selalu terbaik."
Azril bangun dan menggendong tubuh Zeya menuju kamar mandi. Ia emang senang mandi bareng Zeya, walau istrinya itu selalu menolak.
"Mas, aku mandi sendiri aja. Mas nanti aja mandi setelah aku," ucap Zeya begitu tubuhnya diturunkan.
"Biar tak memakan waktu, kita mandi bareng aja. Setelah itu kita bisa istirahat."
"Aku nggak yakin akan cepat kalau mandi bareng," lirih Zeya. Azril tersenyum mendengar ucapan istrinya itu.
.............
Sementara itu dikediaman Albirru, ia tampak membaringkan tubuhnya setelah melakukan solat sunat. Dan tak berapa lama tampak Albirru telah terlelap, terdengar suara nafasnya yang teratur. Zahra memandangi wajah Albirru yang telah tertidur.
Bagaimana aku bisa cepat hamil, jika akhir-akhir ini kamu jarang menyentuhku. Apakah kamu telah mulai bosan. Tapi kenapa kamu tidak langsung setuju buat poligami jika kamu sudah tak cinta lagi.
Bersambung.
****************
Terima kasih atas semua dukungannya buat novel ini. Jangan pernah lupa untuk terus menantikan kelanjutannya. 😍😍😍😍😍😍
__ADS_1
Sementara menunggu novel ini update, bisa mampir ke novel my besties yang temanya masih tentang berbagi cinta.