
"Aku ingin mas Albirru menjatuhkan talak padaku," ucap Zeya
Albirru kaget mendengar ucapan Zeya, sehingga gelas yang berada ditangannya terjatuh ke lantai dan hancur.
Zeya menunduk dan mengambil pecahan gelas itu.
"Seperti gelas ini, walau aku berusaha menyatukan kembali dengan lem, tapi hasilnya tidak akan sama. Dan bisa saja akan ada jari yang terluka saat kita menyatukan."
Zeya menekan gelas itu hingga jarinya terluka. Albirru yang melihat itu langsung ingin meraih jari Zeya, tapi ditepisnya.
"Mas, aku harap kita pisah. Aku sudah tak bisa hidup denganmu lagi. Hatiku sudah terlanjur terluka."
"Zeya, jangan berkata begitu. Mas janji akan berubah. Segalanya. Mas akan menebusnya dengan sering bersamamu."
"Abi, bisa dengarkan ucapan Albirru. Belum lagi aku memutuskan kembali, ia telah menunjukkan ketidak adilannya. Tanpa merasa bersalah ia mengatakan akan menghabiskan waktu yang lebih banyak denganku. Apakah mas tak pernah berpikir, pasti nanti Zahra yang akan terluka jika mas sering bersamaku. Ini yang mas katakan akan berbuat adil."
"Zeya, aku akan berusaha adil. Percayalah ...."
"Mbak, aku tak masalah jika mas Albirru lebih banyak menghabiskan waktunya bersama mbak," ujar Zahra.
"Sekarang mungkin kamu bisa berkata begitu Zahra. Tapi saat kamu telah menjalaninya itu tak semudah ucapan. Ini di sini... hati ini terasa sesak, saat membayangkan suami kita lagi bercinta dengan madu dan kita hanya sendiri di kamar, hanya bisa berharap ia akan pulang memenuhi janjinya yang akan berbuat adil."
"Jika memang Zeya sudah tak ridho atas pernikahan poligami ini, dan merasa kamu tidak berlaku adil, ia berhak mengajukan perceraian," ucap Abi.
"Abi, aku hanya manusia biasa. Aku juga sedang belajar melakukan itu. Aku lagi berusaha untuk adil. "
"Barang siapa yang memiliki dua orang istri lalu dia lebih cenderung kepada salah seorang di antara keduanya, maka dia akan datang pada hari kiamat kelak dengan sebelah tubuhnya miring. Hadits ini diriwayatkan Imam Abu Daud, Imam Tirmidzi, Imam An-Nasa’I, dan Imam Ibnu Majah. Jadi menurut Abi kamu memang sebaiknya mentalak salah seorang dari mereka." Abi mengucapkan hadits yang ditujukan untuk Albirru.
"Mas sudah dengarkan ucapan Abi, sekarang didepan kedua orang tuanya mas, aku minta mas jatuhkan talak padaku."
__ADS_1
"Mas nggak bisa, mas masih mencintai kamu, Zeya."
"Sebuah hubungan cinta hanya dapat dijalani oleh dua pihak, bukan tiga atau lebih. Jadi aku rasa mas bukan mencintaiku, mungkin hanya karena terobsesi memiliki diriku saja."
"Mbak Zeya, jika ada yang harus pisah, biarkan aku yang mundur."
"Tak perlu Zahra, mas Albirru sangat mencintai kamu. Buktinya saat aku baru kehilangan anak ia tak pernah peduli. Yang ada dipikirannya hanya kamu. Padahal seharusnya ia berada disisiku, menghiburku. Padahal semua itu aku alami saat aku baru mengetahui mas Albirru telah menduakan aku dengan wanita lain." Zeya tampak mulai terbawa emosi."
"Zeya, aku minta maaf atas semua kesalahan ku." Albirru berdiri dari duduknya dan berlutut di depan Zeya dudduk.
"Ampuni mas, Zeya."
"Berdirilah mas. Aku bukan Tuhan atau orang tuamu. Kenapa harus berlutut dihadapanku."
Zeya berdiri dan membantu Albirru untuk berdiri. Ia lalu tersenyum pada suaminya itu.
"Apakah mas memang mencintaiku?" tanya Zeya pada Albirru.
"Apakah mas menyayangiku?" tanya Zeya kembali.
"Tentu ... Zeya." jawab Albirru kembali memandang wajah Zeya yang terbalut hijab dari puncak kepala sampai pangkal lehernya.
"Dan apakah mas ingin melihat aku bahagia?"
"Iya?" jawab Albirru menaikkan sebelah alisnya dan mengubah intonasi suaranya ke-ragu.
"Mas akan melakukan apa saja untuk kebahagiaanku?"
"Ya, akan mas lakukan." jawab Albirru yakin.
__ADS_1
"Ceraikan aku dan jatuhkan talak. Karena kebahagiaanku bukan bersama mas." ujar Zeya yang membuat Albirru tersentak.
"Apakah kamu sudah tak ingin memberi mas satu kali lagi kesempatan."
"Sudah berapa kali aku memberikan mas kesempatan. Tapi mas tak juga pernah menyadari kesalahan mas. Dalam pikiran mas hanya ada Zahra. Dan aku juga mundur demi kebahagiaan mas dan Zahra. Semoga kita bisa menemukan kebahagiaan masing-masing"
"Baiklah, Zeya." ujar Albirru dengan nada bergetar.
Dua kata pertama Albirru sudah membuat suhu disekitarnya berubah, bahkan bibirnya kelu untuk melanjutkan kalimatnya dihadapan istri pertamanya itu.
"Mas sadar semua memang salah mas. Dan mas terlambat menyadarinya. Perlu kamu tau, sampai detik ini kamu masih menempati satu sisi hati mas." lanjut Albirru memberi jeda. "Demi kebahagiaan kamu, mas akan menceraikan kamu. Ze-" ucap Albirru dengan berurai air mata.
Albirru menghela napas panjang, bahkan kakinya sudah tidak bisa menopang tubuhnya yang bergetar untuk mengucapkan satu kata keramat dalam hubungan pernikahan.
"Zeya," Albirru bergetar dan kembali memberi jeda. "Mas ... Talak Kamu,"
Zeya yang mendengar ucapan talak dari Albirru juga tak bisa membendung air matanya lagi.
Albirru langsung terduduk setelah mengucapkan talak pada Zeya.
Abi, Umi dan Zahra hanya bisa terdiam saat Albirru akhirnya menjatuhkan talak pada Zeya.
Bersambung
**********************
Selamat pagi semuanya. Bagaimana bab kali ini. Akhirnya Albirru menjatuhkan talaknya untuk Zeya.
Terima kasih untuk semua yang telah membaca novel ini. Mama akan perkenalkan novel teman mama nih. Sambil menunggu novel ini update, bisa mampir ke novel ini.
__ADS_1