Berbagi Cinta: Noda Merah Pernikahan

Berbagi Cinta: Noda Merah Pernikahan
Bab 61. Zahra sakit


__ADS_3

Jadi kamu dan Zeya akan meninggalkan mami!" Tampak wajah mami begitu sedih mendengar perkataan Azril.


"Mami boleh ikut kami. Aku akan lebih senang jika mami mau tinggal bersama kami," ujar Zeya.


"Mami pasti akan merepotkan kamu. Lagi pula Raja dan Ratu akan semakin besar. Mereka berdua saja sudah pasti akan membuat kamu kerepotan. Di tambah kehadiran mami."


"Jangan berkata begitu, mami. Tak akan merepotkan jika mami tinggal bersamaku. Aku akan merasa lebih tenang karena mami ada bersama kami."


"Zeya benar mami. Aku akan lebih senang jika mami ikut. Aku tak akan kuatir lagi."


"Nanti rumah ini siapa yang menempati?"


"Kita bisa meminta orang buat menjaga rumah."


"Kamu dan Zeya aja pindah. Mami nanti akan sering berkunjung. Tapi untuk ikut pindah, mami rasa tak bisa. Rumah ini banyak memberikan kenangan buat mami."


"Kami akan pindah seminggu lagi. Jika mami berubah pikiran, beritau aku."


"Tapi mami rasa akan tetap di sini. Mami ikut mengantar kepindahan kalian saja."


"Baiklah jika itu keputusan, mami," ujar Azril.


"Raja dan Ratu akan aku tidurkan. Mami istirahatlah. Aku dan mas Azril akan menemani mami hingga menjelang magrib," ucap Zeya.


Zeya meninggalkan kamar mami dan masuk ke kamar anaknya yang ada di rumah mami. Jam tujuh malam barulah Zeya dan Azril pamit.


...............


Pagi harinya di tempat kediaman Albirru, ia meminta izin pada Zahra untuk mengunjungi Raja dan Ratu. Saat ini Zahra sedang kurang sehat. Ia masih tiduran di kamar.


"Mas akan mengunjungi Raja dan Ratu, apakah kamu tak keberatan jika mas pergi."


"Kenapa nggak menunggu aku pulih, mas. Palingan dua hari lagi badanku pasti lebih enakan."


"Mas sudah kangen banget dengan Raja dan Ratu. Jika menunggu kamu pulih akan lama, " ucap Albirru.


Mendengar perkataan Albirru, Zahra menjadi terdiam dan bersedih. Tampak ia menunduk menahan tangisnya.


Sejak kehadiran Raja dan Ratu aku merasa kamu tak lagi memperhatikan aku. Kamu tak peduli jika saat ini aku sedang sakit. Dulu saat sakit kamu akan terus berada disampingku.


Albirru pamit walau Zahra sedikit keberatan atas kepergiannya. Ia melajukan mobilnya menuju toko roti bunda milik Zeya.

__ADS_1


Tak jauh dari toko roti bunda Zeya, Albirru melihat wanita itu yang sedang menyuapi Raja dan Ratu. Albirru tidak langsung turun. Ia memperhatikan semua dari kejauhan saja.


Seandainya kamu masih berstatus istriku, pastilah saat ini aku pria yang paling beruntung. Semua memang salahku yang dulu sering mengabaikan kamu.


Tak berapa lama, tampak Azril keluar dari toko, ia lalu mengecup pipi Zeya dan anak-anaknya.


"Aku pamit dulu. Sore ini kita sudah harus bersiap buat kepindahan lusa," ujar Azril.


"Mas, apa sebaiknya aku jujur dengan mas Albirru mengenai kepindahan kita."


"Aku terserah kamu aja, sayang."


"Tapi aku takut mas Albirru keberatan dan menghalangi kepergianku membawa anak-anak."


"Jadi maunya kamu apa, sayang. Albirru tak akan bisa mengambil Raja dan Ratu. Aku tak akan membiarkan hal itu." Azril mencubit pipi Zeya pelan. Gemas melihat istrinya itu.


"Nanti setelah sampai di Jakarta aja aku beri tau. Aku tau ini salah, tapi aku takut Raja dan Ratu direbut mas Albirru."


"Sayang, jika mas boleh egois pastilah mas tak akan mengabarkan pada siapapun tentang kepindahan kita. Tapi bagaimanapun Albirru adalah ayah kandung Raja dan Ratu Jadi kamu harus beri tau di mana keberadaan mereka."


"Aku akan kabari saat kita telah berada di Jakarta, mas."


Azril memeluk pinggang istrinya, dan mengecup pucuk kepala istrinya.


Setelah mobil Azril menghilang, Albirru memajukan mobilnya dan berhenti tepat didepan toko roti Zeya.


"Selamat pagi, Zeya," sapa Albirru. Zeya kaget melihat kedatangan Albirru. Baru saja ia mengobrol dengan Azril tentang Albirru, orangnya langsung muncul.


"Mas, tumben pagi-pagi datangnya." Zeya berucap dengan gugup.


"Kenapa ...? Nggak boleh ya kalau pagi bertemu?"


"Bukan gitu mas. Mana Zahra?" Zeya mengalihkan ucapannya dengan menanyakan keberadaan Zahra.


"Ada di rumah. Tadi ia kurang sehat. Makanya tak ikut."


"Kenapa mas tinggalkan, kasihan Zahra."


"Hanya demam saja."


"Walau hanya demam, pasti ia juga membutuhkan perhatian dari mas."

__ADS_1


"Mas udah kangen banget sama Raja dan Ratu. Sudah lebih seminggu mas tak datang karena sibuk."


"Mas, silakan duduk. Aku buatkan air minum dulu."


Zeya melihat Albirru yang sedang bercanda dengan Raja dan Ratu. Ia jadi bimbang untuk mengatakan atau menyembunyikan kepindahannya.


"Mas, silakan diminum." Zeya meletakkan minumnya dihadapan Albirru.


"Zeya, apa boleh sesekali Raja dan Ratu menginap di rumah bersama mas dan Zahra."


"Mana mungkin, mas. Raja dan Ratu tidak bisa tidur tanpa ada aku dan mas Azril. Apa lagi Ratu, ia tak akan tidur jika belum dipeluk mas Azril. Ia lebih dekat dengan mas Azril dari aku."


"Seandainya kita tidak berpisah, pastilah Ratu akan dekat denganku seperti Azril."


"Jangan disesali semua yang telah terjadi, mas. Semua telah menjadi jalan hidup kita. Pasti inilah yang terbaik bagi kita. Tuhan tak akan salah dalam memberikan suatu takdir."


"Tapi mas benar-benar menyesal dengan apa yang terjadi," cicit Albirru.


"Mas, aku ingin mengatakan sesuatu," ucap Zeya. Ia telah memutuskan untuk mengatakan tentang kepindahannya.


"Apa itu, Zeya? Katakan saja."


"Aku dan mas Azril memutuskan akan pindah ke Jakarta. Bisnis mas Azril sedang berkembang di sana."


"Pindah ...." ujar Albirru kaget.


"Iya, mas. Aku akan pindah lusa."


"Lusa ...." Kembali Albirru kaget mendengar ucapan Zeya.


Albirru tampak sangat kaget mendengar ucapan Zeya. Ia terdiam seakan tak percaya dengan apa yang ia dengar.


Bersambung


***********************


Terima kasih , semoga semua pembaca setia novel ini dalam keadaan sehat.


Apa yang akan Albirru lakukan setelah mendengar perkataan Zeya yang memilih pindah Ke Jakarta.


Hai ... hai, karena ini hari senin, boleh dong mama minta vote. Sekali lagi mama ucapkan ribuan terima kasih atas dukungannya terhadap novel ini.

__ADS_1


Sementara menunggu novel ini update, bisa mampir ke novel teman mama.



__ADS_2