
Saat ini Zeya telah dipindahkan ke ruang perawatan. Azril duduk di tepi ranjang sambil menyuapi Zeya.
"Kamu lapar apa doyan, Sayang," ucap Azril melihat Zeya yang semangat menyantap makanannya.
"Dua-duanya, Mas."
"Terima kasih, Sayang."
"Buat apa, Mas."
"Buat semuanya. Karena telah mau mengandung benih dariku dan berjuang melahirkan."
"Aku senang dapat memberikan keturunan untuk, Mas."
"Aku baru tau jika sakit ketika akan melahirkan itu sangat dahsyat. Menurut yang aku baca badan manusia hanya mampu menanggung rasa sakit hingga 45 Del. Tetapi selama bersalin ibu akan mengalami hingga 57 Del, sama dengan rasa sakit akibat 20 tulang yang patah bersamaan. Sangat luar biasa bagaimana perjuangan Mama saat melahirkan."
"Tidak se dahsyat itu sakitnya, Mas. Karena aku melahirkan dengan perasaan ikhlas dan rela, aku ingin anak dalam kandunganku bisa lahir selamat dan sehat. Jadi aku tak merasakan sesakit itu."
"Aku takut terjadi sesuatu denganmu. Cukup satu ini aja anak kita. Udah tiga orang. Aku rasa sudah cukup."
"Mas, aku tak apa. Jika memang kamu ingin aku hamil lagi. Aku masih bisa dan sanggup tapi tunggu sampai si kecil berusia tiga tahun atau lebih."
"Nggak perlu. Cukup tiga orang anak kita. Aku takut nanti nggak bisa memberikan perhatian jika memiliki anak banyak."
"Terserah Mas aja," jawab Zeya lirih.
"Lagi pula aku tak mau puasa lagi. Cukup sekali ini."
"Puasa ... Mas mau puasa apa?"
"Puasa main kuda-kudaan. Kata dokter aku harus puasa selama empat puluh hari. Sekali ini aja aku udah pusing memikirkan dan membayangkannya, akankah aku sanggup? Apakah jery tidak akan protes dan mengamuk karena selama empat puluh hari tidak masuk sarang."
Plakkk... Azril meringis karena lengannya sakit terkena pukulan keras.
__ADS_1
"Aduh ... sakit, Mi."
"Pikiranmu itu mesum aja terus. Awas kalau kamu macam-macam selama Zeya dalam masa nifas. Hanya menahan diri selama empat puluh hari saja kamu tak sanggup. Bagaimana dengan istrimu? Selama sembilan bulan ia pergi membawa anak dan beban lainnya yang ada dalam kandungan kemanapun ia pergi. Bayangkan saja membawa beban seberat 11 kg. Itu terdiri dari berat janin 3,5 kg. Berat plasenta 1 kg.Berat air ketuban1 kg.Berat retensi cairan 1 kg.Berat rahim 1 kg. Berat ekstra darah 1 kg. Berat pertambahan payudara 0,5 kg. Berat cadangan lainnya 2 kg. Kamu hanya menahan empat puluh hari masa tak sanggup."
"Sayang, aku tak akan macam-macam. Percayalah. Jerry tak mau jika bukan masuk ke sarangnya. Ia telah cocok dengan sarangnya. Tak akan ia berpaling."
Plakkk. Kembali mami memukul lengan Azril mendengar ucapannya.
"Masih aja pikiranmu ke sana."
Baru aja Azril mau menjawab ucapan mama terdengar suara tangisan si kecil.
"Mami dengar, Pangeran menangis dan sedih karena daddy nya di pukul."
"Pangeran ....?"
"Iya, pangeran. Nama putraku."
"Ya, Pangeran Abqary Ansa. Yang artinya pangeran yang cerdas."
Mami memberikan Pangeran ke dalam pelukan Zeya.
"Mungkin haus, kamu susukan dulu," ucap Mami.
Zeya membuka kancing bajunya dan memberikan ASI pada pangeran. Azril melihat anaknya yang menyusu dengan lahapnya.
"Apakah aku akan terus bersaing dengan Pangeran," ucap Azril lirih.
"Bersaing apa?" tanya Mami.
"Berbagi susu dan pelukan dari Zeya. Bisa dipastikan sejak hari ini aku dan Pangeran akan berebut kasih sayang dan semua yang ada pada diri Zeya."
Mami mengangkat tangannya ingin memukul lengan Azril lagi. Tapi ia cepat mengelak.
__ADS_1
"Dasar omes ...." ucap mami.
"Mami kayak nggak pernah muda aja."
"Otak mami tidak sekotor kamu. Pikiran kamu itu isinya mesum aja. Dengan bayi sendiri bisa iri."
"Aku normal,Mi."
"Normal sih normal, tapi bukan itu aja yang dipikirkan. Awas kalau mami dengar lagi keluhanmu."
"Mami bisa juga ngamuk. Mi ...."
"Ya ...."
"Tolong hubungi orang di rumah, Mi. Antarkan Raja dan Ratu ke sini."
"Oh, iya. Hampir mami lupa. Kasihan cucu-cucu mami. Mami hubungi supir dulu, minta tolong antarkan Raja dan Ratu segera."
Mami mengambil ponsel dari dalam tas dan segera menghubungi supir.
Bersambung
********************
Terima kasih buat semua pembaca setia novel Noda Merah Pernikahan. Tetap Favoritkan novel ini, nanti akan ada bonchap.
Jangan lupa mampir ke novel terbaru mama LOVE IS RAIN. Tak kalah menariknya.
Mampir juga ke novel teman mama dibawa ini.
__ADS_1