
"Zeya, aku mencintai kamu lebih dari yang kamu tau. Aku pernah menunggu, tak perlu kukatakan berapa lama, nanti kau terkejut. Aku menghabiskan waktu merayu Tuhan atas keinginan yang tak mampu kupenuhi sendiri. Kurasa tidak akan cukup jika hanya menjadikan cinta sebagai alasan. Ya, cinta memang terkadang hanya serupa omong kosong. Cinta tidak butuh alasan, karena cinta bukan sebuah alasan," ucap Azril dan kembali mengecup rambut istrinya.
Azril mengajak Zeya untuk tidur. Ia memeluk erat tubuh wanita yang saat ini telah menjadi istrinya itu
Zeya membuka matanya dan mengecup pipi Azril, setelah itu ia kembali menenggelamkan kepalanya di dada pria itu.
"Pelukanmu akan selalu menghangatkanku di segala medan dan kondisi kehidupan yang aku jalani, betapa beruntungnya aku memiliki sosok sepertimu. Dengan memilikimu aku merasa sangat beruntung karena kamu dapat memahamiku apa adanya dan tidak pernah jengkel dengan segala hal buruk yang pernah aku berbuat, terima kasih karena selalu berada di sampingku,"gumam Zeya.
"Jika pelukanku dapat menghangatkan kamu, maka aku akan melakukan itu setiap detik, menit dan jam." Azril mengecup pucuk kepala Zeya.
Tak lama terdengar suara deru nafas yang teratur, Zeya tampak pulas dalam pelukan Azril. Ia pun memejamkan matanya setelah memastikan wanita itu telah tidur.
.............
Zeya memasak nasi kuning buat sarapan pagi ini. Siang nanti Azril akan langsung membawanya pulang ke rumah yang telah ia beli.
"Masak apa sayang,"bisik Azril sambil memeluk tubuh istrinya dari belakang. Ia mengecup pipi Zeya dengan gemas.
"Mas, aku lagi masak. Ganggu aja."
"Aku senang lihat kamu marah," ujar Azril melihat Zeya yang memanyunkan bibirnya.
"Morning kiss ...." ucap Azril mengecup bibir Zeya.
Zeya menyikut pelan perut Azril dengan sukunya.
"Jahat banget, sakit loh," ucap Azril meringis.
Zeya mematikan kompornya dan membalikkan tubuh menghadap Azril. Ia mengelus perut suaminya itu.
"Sakit ya, mas. Aku padahal tadi pelan aja menyikutnya."
Azril kembali meringis dengan memegang perutnya.
"Mas, sini aku lihat." Zeya menyingkap ke atas baju Azril hingga dada. Ia mengusap perutnya. Dan meniup perut suaminya.
"Hhhhmmmm ...." deheman mami membuat Zeya melepaskan tangannya dari perut Azril.
"Mami ...." ujar Zeya malu dengan wajah yang memerah.
"Uwu uwuan itu di kamar. Kayak nggak ada tempat aja. Dasar pengantin baru. Di mana tempat maunya mesraan aja."
"Bukan gitu mami, tadi itu ... mas sih."
"Kok jadi aku yang disalahkan, kamu yang ingin mengecup perut aku. Kamu tak puas hanya di kamar."
"Mas ... mas ngomong apa. Malu sama Mami."
__ADS_1
"Kenapa malu, mami juga pasti tau."
"Iya, mami mengerti kok. Kamu masak apa, Zeya."
"Nasi kuning. Lauknya telur balado, oseng tempe dan kerupuk."
"Pasti enak," gumam Mami.
"Mari makan mi, udah masak semuanya." Zeya menata semuanya di meja.
Mami dan Azril makan dengan lahapnya. Zeya senang melihatnya. Setelah mami makan ia mengajak Raja dan Ratu bermain. Gantian Mira yang sarapan.
Zeya mencuci piring bekas mereka sarapan. Walau di rumah mami ada yang membantu, Zeya tak mau merepotkan mereka. Azril membantunya.
"Ada bibi, kan sayang, kenapa kamu yang mencuci piring."
"Sesekali nggak apalah."
"Kamu tuh emang istri idaman. Rajin dan pintar lagi ...."
"Pintar ....?"
"Iya, pintar masak dan terutama pintar urusan ranjang," bisik Azril.
"Mas, ngomongnya mesum terus. Nanti ada yang dengar."
"Mas kan ngomongnya berbisik. Tapi emang benar loh. Kamu pintar banget urusan ranjang, pasti suamimu si Albirru itu nyesal melepaskan kamu."
"Maaf sayang. Aku masih kesel masalah kemarin. Aku tak akan pernah melepaskan Raja dan Ratu. Mereka anakku." Zeya memeluk tubuh Azril erat. Rasa cintanya pada pria itu makin besar.
............
Satu minggu berlalu
Albirru tampak termenung di depan televisi. Matanya entah menerawang kemana.
Zahra telah selesai memasak buat sarapan. Ia memanggil suaminya dan mengajak makan. Tapi pria itu tak mengubrisnya. Ia masih saja asyik dengan lamunannya.
Zahra mendekati suaminya dan memukul lengannya pelan. Albirru kaget.
"Mas, sarapan telah siap."
"Kamu aja sarapan duluan, mas belum lapar."
"Ini udah dekat makan siang, masa mas tak lapar."
"Aku tak tau, Zahra. Sejak bertemu dengan Raja dan Ratu pikiranku terus pada anakku itu. Apakah aku ayah yang jahat. Saat mereka dalam kandungan, bukan aku yang ada disampingnya tapi pria lain. Apakah itu sebabnya mereka tak mau aku gendong. Tapi orang berkata darah itu kental. Pasti akan ada ikatan batin antara ayah dan anak, tapi kenapa anak-anakku tidak mau aku gendong."
__ADS_1
" Itu karena mereka belum terbiasa dan belum mengenal mas. Jika sering bertemu nanti pasti mereka akan dekat."
"Apakah Zeya sangat membenciku? Kenapa selama ini ia menyembunyikan kebenaran ini?"
"Mas, janganlah menyalahkan diri sendiri. Seharusnya mbak Zeya tidak boleh pergi dari rumah apalagi dalam keadaan hamil. Dan mas juga tidak tau mengenai kehamilan mbak Zeya, jadi itu bukan sepenuhnya salah mas. Mbak Zeya juga ada salah."
"Mas telah mengabari Abi dan Umi jika besok akan ke tempat Zeya. Tapi mas belum mengatakan tentang si kembar. Mas takut mereka kaget."
"Apa nanti yang Abi dan Umi katakan saat tau memiliki dua cucu dari mas dan mbak Zeya?"
"Ingin rasanya mas membawa mereka pergi." gumam Albirru.
"Jangan pernah berpikir begitu, mas. Saat ini yang harus mas lakukan adalah bagaimana caranya Raja dan Ratu mau dan dekat sama mas."
"Kamu benar. Mas akan sering meluangkan waktu untuk bertemu mereka."
"Sekarang mas sarapanlah. Tanggung jawab mas udah bertambah. Mas harus jaga kesehatan."
"Semoga saja anak-anaknya mas akan bertambah lagi, yang dari rahimmu."
"Aamiin, semoga doa kita dikabulkan."
"Besok kita ke tempat mbak Zeya bersama abi dan Umi."
"Iya, mas ingin mengenalkan Raja dan Ratu pada abi dan umi."
"Emang sebaiknya abi dan Umi tau keberadaan mereka. Karena Raja dan Ratu adalah cucunya."
"Tapi mas akan mengatakan saat di jalan saja."
"Terserah mas aja. Aku ngikut ...."
"Kita makan dulu, mas. Raja dan Ratu pasti nantinya akan mau dengan mas. Karena ia darah dagingmu. Ikatan anak dan ayah pasti akan lebih kuat."
"Semoga saja, Zahra."
Aku ingin Raja dan Ratu memanggilku ayah dan berlari di rumah ini mengejaku saat pulang kerja. Dan aku ingin mereka dekat denganku seperti Azril. Bukankah aku yang lebih berhak atas mereka dari Azril.
..............
Bersambung
*******************
Terima kasih buat semua pembaca setia novel Noda Merah Pernikahan. Semoga diberikan kesehatan dan dimudahkan rezekinya. Aamiin.
❤❤❤💜💜💜💜😍😍😍
__ADS_1
Hari ini mama perkenalkan novel milik sahabatku. Bisa mampir sambil menunggu novel ini update