
Anak Zeya," ucap Albirru kaget. Zahra juga tak kalah kaget mendengar ucapan Mira.
Mira yang menyadari kekagetan Albirru memandangi wajahnya. Mira baru sadar setelah memperhatikan wajah Albirru.
Astaga, bukankah ini mantan Mbak Zeya. Aku pernah melihatnya sekilas saat ia menjemput Mbak Zeya ketika akan membawanya pergi dulu.
Mira lalu berdiri, dan tanpa pamit berjalan tergesa meninggalkan Albirru.
Albirru yang tersadar dari rasa kagetnya, berdiri dan mengejar Mira. Zahra mengikuti langkah suaminya itu.
Albirru menahan tangan Mira agar wanita itu tak kabur lagi darinya.
"Katakan anak siapa ini."
"Anak temanku, emang kenapa mas?"
"Tadi kamu bilang ini anak Zeya."
Mira tampak pucat. Ia telah salah bicara, takut nanti Zeya akan marah
"Mbak, apa ini anaknya mbak Zeya yang sedang jadi pengantin saat ini," ucap Zahra.
"Aku tak ada ngomong begitu."
"Mbak jangan bohong. Kami mendengar dengan jelas kalau tadi mbak mengatakan nama Zeya." Zahra mengatakan dengan lembut agar Mira mau berterus terang.
Azril dan Zeya yang melihat dari jauh, berlanjut mendekati mereka.
"Ada apa, mas," ucap Zeya. Ia tadi telah bertekad akan mengatakan semuanya jika Albirru tetap curiga. Azril juga telah setuju.
"Zeya, apakah ini anakmu," ujar Albirru dengan terbata.
"Ya, kenapa?" ucap Zeya lagi. Azril yang berada disamping Zeya memeluk pinggang istrinya. Ia tau saat ini pastilah Zeya sangat tertekan. Harus mengatakan semua kebenaran di waktu yang kurang tepat.
"Kamu baru menikah dengan Azril kemarin. Kenapa kamu telah memiliki anak," ujar Albirru dengan penuh keheranan.
"Albirru, sebaiknya kita bicara di dalam. Aku akan pamit dulu dengan teman-temanku," ucap Azril.
"Mas ...." ujar Zeya.
"Udah jangan kuatir, bawa aja Albirru dan istrinya ke dalam. Langsung ke ruang kerja mas aja,"bisik Azril dan mengecup pipi Zeya.
Albirru memandangi cara interaksi Azril dengan seksama. Saat Azril mengecup pipi Zeya, tampak sekali jika ia cemburu.
"Mari mas, Zahra ... kita masuk dulu. Mira, bawa Ratu masuk."
"Maafkan aku, mbak," cicit Mira.
__ADS_1
Zeya mendekati Mira dan memeluk bahunya. Ia tau saat ini pastilah Mira sangat ketakutan.
"Kamu nggak salah. Nggak ada yang harus dimaafkan."
"Tapi mbak, aku nggak sengaja mengatakan jika Ratu anaknya mbak."
"Emang Ratu anaknya,mbak. Di mana salahnya. Kamu jangan takut gitu."
Zeya dan Mira berjalan masuk diikuti Albirru dan Zahra. Ketika Mira akan membawa Ratu masuk ke kamar ia menangis, minta digendong Zeya.
Akhirnya Zeya membawa Ratu ikut masuk ke ruang kerja. Albirru terus saja memandangi wajah Ratu yang menangis dipelukan Zeya.
Zeya telah meminta Mira membuatkan susu buat Ratu. Azril yang membawanya.
Melihat Ratu yang terus menangis, Azril mengambil dari gendongan Zeya. Ia memberikan susu yang ada ditangannya.
Ratu terdiam dalam pelukan Azril dan tertidur. Ia meletakkan tubuh putri kecilnya itu diatas sofa.Tampak sekali jika Azril sangat menyayangi Ratu.
"Maaf harus menunggu. Ratu memang lebih dekat denganku dari Zeya," ucap Azril.
Azril duduk dihadapan Albirru dan Zahra. Ia melihat ke samping. Tampak Zeya yang terdiam dengan wajah pucat.
"Baiklah Albirru, apa yang ingin kamu tau," ucap Azril.
"Aku hanya ingin tau anak siapa itu."
"Apa benar Ratu anak Zeya."
"Karena saat ini Zeya telah menjadi istriku, apapun yang menyangkut masalahnya aku akan ikut campur. Ratu memang anak Zeya. Apa lagi yang ingin kamu ketahui."
Zeya memeluk lengan Azril. Tampak sekali jika ia memang memohon perlindungan dari suaminya.
"Siapa ayah kandungnya, apakah kamu?"
"Untuk apa kamu ingin tau."
"Aku hanya heran. Bukankah kamu baru menikah dengan Zeya kemarin."
"Aku memang bukan ayah Kandungnya. Tapi sayangku padanya mungkin melebihi ayah kandung Ratu."
"Jika bukan kamu, siapa?"
"Kamu ...." ucap Azril.
Albirru dan Zahra kaget mendengar ucapan Azril. Badannya langsung lemas. Ia memegang tangan kursi sebagai kekuatan menopang tubuhnya.
"A ... ku ...." ucap Albirru terbata.
__ADS_1
"Ya, kamu. Ayah kandung Ratu adalah kamu." Azril sengaja menekankan jawabannya.
"Jika Ratu putriku, kenapa Zeya tak pernah mengatakan ini? Kenapa kamu tega membohongi aku, Zeya?" Albirru berucap dengan suara bergetar. Tubuhnya masih terasa lemas, seolah melayang.
"Aku tak pernah bermaksud membohongi mas. Malam sebelum aku pergi, apakah mas masih ingat jika aku mengatakan akan memberi kabar baik."
"Ya ...." lirih Albirru
"Tapi mas acuhkan aku. Mas tak mau mendengar apa yang akan aku katakan. Mas malah meninggalkan aku sendiri." Zeya mengucapapnya dengan sedikit emosi. Azril menggenggam tangannya.
"Maafkan mas. Saat itu mas baru mendapat kabar jika Zahra jatuh dari kamar mandi."
"Apakah istri mas hanya Zahra saat itu. Kenapa aku tak pernah ada dalam pikiran mas? Padahal saat itu mas baru pulang kerja. Dan seharusnya itu waktu untuk bersamaku."
Tangis Zeya pecah akhirnya. Azril lalu membawa Zeya kedalam pelukannya.
"Jangan diingat jika itu membuat kamu sakit hati dan terluka," gumam Azril.
"Maafkan aku, Zeya. Saat itu aku kuatir terjadi sesuatu dengan Zahra dan bayi dalam kandungannya."
"Mbak Zeya, itu bukan salah mas Albirru. Itu semua salahku. Aku yang meminta mas Al datang. Maafkan salahku," ucap Zahra.
"Tak perlu saling menyalahkan, semua telah terjadi. Zeya pergi dari rumah saat ia sedang mengandung anakmu. Dan ia harus berjuang membesarkan kedua bayi yang ada dalam kandungannya seorang diri. Saat dimana seorang wanita membutuhkan perhatian dan kasih sayang suaminya. Tapi ia harus menghadapi sendiri saja."
"Aku udah berusaha mencarimu. Aku tau semua itu salahku."
"Kamu tidak sungguh-sungguh mencarinya. Jika kamu emang mencarinya dengan benar, pasti bertemu. Jarak kota tempat tinggalmu dan Zeya hanya enam jam."
"Maaf, jika aku tak salah dengar mas mengatakan anak mbak Zeya dua orang?" ucap Zahra.
"Ya, anaknya Zeya dua orang." Azril berkata lantang. Zeya tak bisa lagi berkata, ia masih menangis dalam pelukan Azril.
"Maksudmu anakku dan Zeya kembar," cicit Albirru.
Tampak wajah Albirru sangat terkejut menerima kenyataan yang di dengar saat ini. Tangannya meremas kain sofa yang ia duduki.
Bersambung
************************
Selamat pagi semuanya. Maaf ya selama tiga hari nanti mama akan updatenya satu bab aja. Karena bawa anak-anak liburan. Ahaiii... karena ini hari senin, boleh dong mama minta vote nya.
Mama janji pulang liburan kembali double updatenya. Mama mau perkenalkan novel-novel berbagi cinta lainnya karya teman litetasi mama. Terima kasih
__ADS_1