Berbagi Cinta: Noda Merah Pernikahan

Berbagi Cinta: Noda Merah Pernikahan
Bab 57. Masa Lalu Zeya


__ADS_3

Mendengar ucapan papinya, Azril kembali mengangkat tangannya. Zeya cepat menahannya.


"Udah mas. Biarkan aja papi kamu mau bilang apa. Itu memang kenyataannya," cicit Zeya.


"Aku menyesal memiliki seorang ayah seperti kamu. Kenapa aku ditakdirkan lahir dari darahmu?" teriak Azril.


Zeya memeluk lengan suaminya itu dan mengusapnya untuk meredakan amarah Azril.


"Aku pamit, jangan kaget jika tau kenyataan siapa Zeya sebenarnya," gumam papi. Papi berjalan meninggalkan semuanya.


Azril mengajak mami dan Zeya ke ruang keluarga. Ia meminta mami duduk sebelum ia bicara.


"Sebenarnya ada apa antara papi dan Zeya," ucap mami.


"Aku tak ingin mengatakan ini, bukan karena aku ingin membohongi mami. Tapi aku menutupi semua masa lalu Zeya untuk menghargai dirinya yang telah berusaha berubah menjadi wanita yang jauh lebih baik."


"Langsung saja, Azril. Mami udah pusing dari tadi melihat kamu dan papi."


"Biar aku aja yang bicara, mas."


"Mami aku ingin mengatakan tentang masa laluku. Sebenarnya aku ingin mengatakan jika aku telah mengenal om Reno dari dulu. Cuma baru tau jika om Reno adalah papi Azril."


"Dimana kamu mengenal papi."


"Di salah satu kompleks hiburan."


"Maksud kamu apa , Zeya? Kenapa kamu dan papi bisa berada di lokasi itu."


"Zeya, biar aku aja yang teruskan," ujar Azril.


"Biar aku aja, mas."


"Aku pernah bekerja di sana sebagai wanita penghibur," ucap Zeya pelan. Setelah itu ia menarik nafasnya, ia merasakan sesak saat ingin berkata jujur.


Azril menggenggam tangan istrinya itu. Dan membawa ke dalam pelukannya.


"Mami tak salah dengarkan. Kamu pernah bekerja jadi wanita penghibur," cicit mami.


"Ya, mami," ucap Zeya terbata. Air mata sudah mulai jatuh membasahi pipinya.


"Sudah jangan diteruskan. Biar aku yang jelaskan pada mami," ucap Azril membawa Zeya ke dalam dekapan dadanya.

__ADS_1


"Kamu dan papi pernah berhubungan. Itu sebabnya kalian tadi bertengkar."


"Demi Tuhan mami, aku tak pernah melayani papi," ucap Zeya sambil terisak.


"Dan si kembar itu anak siapa. Kamu tak tau siapa ayahnya."


"Mami, jangan menuduh sekejam itu. Si kembar itu anak Zeya dengan suami pertamanya. Ia telah meninggalkan dunia hitam itu sudah lebih dari tiga tahun."


"Kamu juga mengenal Zeya di tempat hiburan itu," gumam Mami.


"Ya, aku pertama kali ketempat itu karena aku yang marah setelah mengetahui papi yang berselingkuh dengan Shinta. Tapi perlu mami tau, aku orang pertama yang merampas kesuciannya Zeya."


"Kenapa bisa begitu?"


"Malam itu aku meminta pada tante pemilik tempat hiburan itu untuk memberikan wanita yang masih suci untukku. Dan aku malam itu yang pertama melakukannya pada Zeya."


"Apa kamu yakin," ucap mami sinis."


"Mami, aku bukan bodoh. Dan aku tau bedanya yang baru disentuh atau tidak."


"Sudahlah mas. Tak penting juga itu dijelaskan."


"Maaf, Zeya. Mami masih belum bisa menerima semua yang terjadi hari ini. Tadi mami baru saja mengetahui jika selingkuhan papi ternyata kekasih Azril, Dan sekarang mami harus menerima kenyataan jika kamu adalah mantan wanita penghibur. Ini semua sangat mengejutkan."


"Mami aku mengerti jika mami tak bisa menerima kenyataan ini. Semua juga tau, jika pekerjaan yang pernah aku jalani itu adalah pekerjaan terhina. Dan aku juga tak akan memaksa mami untuk dapat mengerti dan menerima aku. Tapi aku sudah mengatakan semua kebenarannya. Aku juga tak akan melakukan pembelaan. Cuma yang ingin aku tegaskan, jika aku juga sebenarnya tak ingin bekerja di sana tapi keadaan yang telah memaksa."


Zeya lalu mengatakan pada mami, kenapa ia bisa sampai bekerja di sana. Yang berawal saat ia kabur dari rumah tantenya. Melihat mami yang hanya diam, Zeya mengajak Azril buat pamit.


"Mami, rasanya sudah cukup semua yang ingin aku sampaikan. Kami pamit," ucap Azril.


"Maafkan aku, mami. Aku tak bermaksud membohongi mami." Zeya mengambil tangan mami dan menciumnya.


Zeya dan Azril masuk ke kamar, mengambil dan menggendong Raja dan Ratu.


"Oma, Raja dan Ratu pamit. Oma istirahat ya. Jangan banyak pikiran. Jaga kesehatan," ucap Zeya.


"Pergilah, saat ini mami memang ingin sendiri. Mami rasanya tak percaya dengan apa yang baru mami ketahui. Terlalu mengagetkan bagi mami," cicit Mmai. Tapi ia masih mau mengecup pipi Raja dan Ratu.


Zeya dan Azril meninggalkan rumah. Mami hanya diam, tampaknya masih syok.


Azril membawa Zeya ke salah satu klinik terdekat. Ia ingin mengobati luka di punggung istrinya itu.

__ADS_1


Saat menunggu Zeya diobati, Azril menemani Raja dan Ratu bermain. Ia tak bisa menemani saat Zeya di periksa karena Raja dan Ratu yang tak mau di dalam ruangan. Ia menangis minta keluar.


"Selamat malam, Azril," ucap seorang wanita cantik.


Azril yang sedang bercanda dengan si kembar kaget mendengar suara seorang wanita yang sangat ia kenali. Ia memandang ke asal suara.


"Shinta ...."


"Apa kabar? Ini anak siapa?"


"Baik, bahkan sangat baik. Ini anak-anakku."


"Anakmu ...."


"Ya, kenapa?"


"Kamu telah menikah."


"Tentu aja. Dan itu istriku," ucap Azril menunjuk ke arah Zeya yang sedang berjalan menuju mereka.


"Sayang, udah selesai diobati lukanya."


"Udah, mas."


"Kenalkan ini Shinta. Ibu tiriku."


Zeya memandangi wajah cantik Shinta. Ia mengulurkan tangannya.


"Zeya ...." ucap Zeya.


Pasti Shinta ini kekasih Azril yang berselingkuh dengan papinya itu. Ia cantik banget.


Bersambung


*********************


Terima kasih buat semua pembaca setia semua novel mama. Tanpa kalian mama bukn siapa2. Love you sekebon... 😍😍😍😍😍



__ADS_1


__ADS_2