Berbagi Cinta: Noda Merah Pernikahan

Berbagi Cinta: Noda Merah Pernikahan
Bab 40. Akhir Pernikahan Zeya


__ADS_3

TIDAK AKAN ADA RASA KECEWA YANG MENDALAM, JIKA TIDAK ADA CINTA YANG MENDALAM PULA.


Albirru terduduk dan merasakan tubuhnya lemas. Ia tak menyangka pertemuannya kembali dengan Zeya hanya untuk mengakhiri pernikahan mereka.


Abi dan Umi tampak menarik nafasnya. Begitu juga Zahra. Mereka akhirnya tersadar dari rasa keterkejutan.


"Albirru, kamu sadar dengan apa yang kamu ucapkan tadi," ujar Abi.


"Ya, Abi. Mungkin ini yang terbaik bagiku dan Zeya. Aku tak ingin mengikatnya lagi, jika itu hanya membuat dirinya makin tersakiti. Telah banyak luka yang aku berikan selama ini. Aku tak boleh egois, bukankah cinta tak harus memiliki," lirih Albirru.


"Mulai detik ini kamu dan Zeya sudah tak menjadi pasangan suami istri lagi. Kalian telah bercerai." Abi mengingatkan pada Albirru.


"Zeya, aku harap kamu bahagia. Maafkan jika kehadiran aku selama ini hanyalah memberi luka bagimu. Tapi tak pernah terniat dihatiku untuk membedakan kamu. Aku ini hanyalah manusia biasa. Yang tak luput dari salah dan khilaf. Semoga dengan aku melepaskan kamu dapat mengobati luka yang terlanjur aku berikan. Semoga kamu mendapatkan pria yang benar-benar mencintai kamu dan bisa memberikan kebahagiaan buatmu."


"Mas Al, aku juga minta maaf. Aku belum bisa jadi istri yang baik selama kita berumah tangga. Aku tak akan pernah melupakan kebaikan kamu yang telah mengangkat aku dari kubangan lumpur. Aku akan selalu mengingatnya."


"Mbak Zeya, aku minta maaf. Karena kehadiranku menjadi duri dalam rumah tangga antara mbak dan Mas Albirru."


"Tidak ada yang salah antara kita. Tuhan pasti punya rencana yang lebih baik. Mbak juga minta maaf padamu. Abi, Umi ... maafkan aku. Aku bukan menantu yang bisa Umi banggakan."


"Umi dan Abi juga minta maaf."


Zeya menyalami Abi dan Umi. Setelah itu menyalami Zahra.


"Aku pamit dulu. Semoga suatu saat kita bertemu, kita telah saling mengikhlaskan."


Zeya berjalan meninggalkan Albirru , Zahra dan kedua mantan mertuanya. Albirru memandangi kepergian Zeya hingga hilang dari pandangan. Hatinya terasa kosong.


Ada saatnya kamu merelakan seseorang yang kamu sayang saat kamu tahu kalau dia lebih bahagia dengan orang lain. Jika akhirnya aku hanya akan kehilanganmu setidaknya aku merasa bangga pernah bersamamu yang bisa sabar dan mengerti akan kekuranganku.

__ADS_1


Abi dan Umi mengajak Albirru untuk meninggalkan restoran. Abi meminta Zahra yang menyetir, karena Abi tau saat ini pastilah Albirru tidak bisa berkonsentrasi.


..............


Zeya mengetuk pintu kamarnya. Azril dan kedua anaknya ada dikamarnya.


Azril membuka pintu dan memandangi wajah Zeya yang merah karena menahan tangis.


"Mas, aku bermalam di hotel ini aja. Aku mau langsung beristirahat."


"Kamu tidak takut jika Albirru mencarimu hingga ke kamar ini."


"Aku yakin itu tak akan mungkin terjadi karena kami sudah bercerai."


"Maksudmu .... " tanya Azril gugup.


"Baiklah, kita menginap di hotel ini saja. Kamu harus mengikhlaskan semua yang terjadi dalam hidupmu."


"Iya, mas. Maaf jika aku selalu saja merepotkan mas."


"Aku tak suka jika kamu berkata begitu. Aku ikhlas membantu dan tak pernah merasa direpotkan."


"Aku masuk dulu, mas."


"Aku juga pamit."


Zeya melihat kedua bayinya telah terlelap. Raja dan Ratu tak pernah rewel jika bersama Azril.


"Maafkan bunda, sayang. Bunda belum memiliki keberanian mengatakan tentang keberadaan kalian. Tapi bunda janji suatu hari akan mengatakan kebenarannya pada ayah kalian," lirih Zeya.

__ADS_1


Zeya membaringkan tubuhnya di samping Ratu. Pandangannya menerawang.


Perceraian tidak pernah menjadi pengalaman yang menyenangkan. Anda melihatnya sebagai kegagalan. Tapi, saya belajar menjadi orang yang berbeda begitu kami putus. Kadang-kadang Anda belajar lebih banyak dari kegagalan daripada dari kesuksesan. (Michael Crawford). Mungkin aku tidak pernah bisa membencimu, tetapi hati ini tetap tidak mau berbohong karena memang benar-benar tersakiti olehmu.


Pagi harinya Zeya meminta pada Azril untuk meninggalkan hotel dan kembali lagi. Dalam perjalanan ia lebih banyak diam. Azril yang melihat itu, langsung bertanya.


"Apakah kamu menyesal."


"Apa maksud, mas?"


"Kamu menyesali keputusanmu karena meminta pisah dari Albirru."


"Mas, keputusan yang aku ambil ini bukan satu atau dua hari ini aja aku pikirkan. Tapi semenjak aku meninggalkan rumah, aku telah memutuskan tidak akan pernah kembali lagi."


"Lalu apa yang membuat kamu termenung."


"Aku hanya memikirkan Raja dan Ratu. Apakah aku ini egois dan kejam karena telah memisahkan anak dan ayah kandungnya."


"Jika mengenai Raja dan Ratu aku tak bisa bisa memberikan pendapat. Itu tergantung keputusan kamu. Aku hanya dapat mendukung saja."


Sampai dikediaman Zeya, Azril langsung pamit. Ia sengaja memberi waktu buat Zeya. Bagaimanapun perceraian itu pasti akan terasa sakit walau kita telah berusaha mengikhlaskan.


Bersambung.


*************************


Terima kasih buat semua pencinta novel NODA MERAH PERNIKAHAN. Kali ini mama akan mengenalkan novel sahabat mama. Sambil menunggu novel ini update, kalian bisa mampir kesini.


__ADS_1


__ADS_2