Berbagi Cinta: Noda Merah Pernikahan

Berbagi Cinta: Noda Merah Pernikahan
Bab 72. Positif ....


__ADS_3

Setelah melakukan cek urin, Zeya keluar dari kamar mandi. Perawat membawa hasil tespek ke hadapan dokter itu. Dokter meminta Zeya untuk kembali duduk.


Ia melihat hasil dari tespek dan tersenyum pada Azril juga Zeya.


"Selamat bapak Azril dan ibu Zeya. Anda positif hamil," ucap dokter itu.


Zeya dan Azril tampak bahagia mendengar ucapan dari dokter itu. Ia langsung memeluk tubuh istrinya.


"Sayang, selamat ya." Azril mengecup pucuk kepala istrinya itu.


"Sekarang kita periksa perkembangan dan kesehatan bayinya. Silakan ibu berbaring dulu."


Dokter Zulaida memeriksa kandungan Zeya dengan USG, dan tampak Azril sangat antusias melihat ke layar walau calon bayinya masih berupa gumpalan daging.


Setelah selasai USG, dokter meminta mereka kembali duduk. Dokter ingin menjelaskan semuanya.


"Saat ini usia kandungan ibu Zeya baru memasuki lima minggu. Ini dikenal dengan istilah hamil muda. Hamil muda atau dikenal dengan sebutan trimester pertama adalah masa ketika usia kehamilan baru mencapai 1–12 minggu. Pada masa ini, ibu hamil biasanya akan mengalami beberapa gejala seperti mudah lelah, mual, nyeri payudara dan ulu hati, sering buang air kecil, serta sembelit.


Berbagai keluhan tersebut memang normal terjadi akibat perubahan hormon selama masa kehamilan."


"Apa yang dilakukan untuk mengurangi semua keluhan itu, dokter," ucap Zeya


"Untuk mengurangi semua gejala itu ibu Zeya akan saya beri obat pengurang rasa mual dan vitamin."


"Apa saja yang dilarang untuk ibu hamil muda, dok," tanya Azril yang terlihat sangat antusias.


"Hanya perlu banyak istirahat, karena hamil muda masih rentan dengan keguguran. Jangan kerja keras. Merokok dan konsumsi alkohol. Dan juga jangan mengkonsumsi makanan mentah."


"Baik, dok. Sayang, dengar itu. Kamu tak boleh banyak kerja."


"Iya, mas."

__ADS_1


"Maaf, dok. Apa selama kehamilan tidak boleh berhubungan badan," ucap Azril pelan. Zeya langsung mencubit lengan suaminya. Malu dengar pertanyaan Azril. Dokter Zulaida tersenyum melihatnya.


"Selama kehamilan, hubungan intim boleh dan aman dilakukan oleh pasangan suami istri. Hubungan intim selama kehamilan juga memberikan manfaat seperti sirkulasi darah menjadi lancar sehingga dapat menyuplai oksigen ke seluruh tubuh hingga ke janin," ujar Dokter Zulaida.


"Berapa kali boleh melakukan hubungan badannya, dok."


"Mas, apa-apaan sih pertanyaannya." Zeya memukul lengan Azril.


"Biar jelas sayang."


"Nggak apa bu Zeya. Bagus jika bapak Azril bertanya sebelum melakukannya."


"Dengar sayang, dokter aja bilang pertanyaan aku bagus."


"Malu-maluin aja, Mas."


"Sebenarnya ibu dan suami bisa melakukan hubungan intim sesering yang ibu inginkan. Namun, terlalu sering berhubungan intim saat hamil juga tidak dianjurkan. Hubungan intim saat hamil yang terlalu sering (lebih dari tiga kali dalam seminggu) bisa memicu terjadinya infeksi saluran kencing (ISK). Bila tidak segera diobati, ISK dapat menyebabkan masalah dalam kehamilan."


"Oh ... jadi hanya boleh tiga kali dalam seminggu. Bukan dalam sehari ya, dok."


"Nggak boleh, Pak. Kalau tiga kali sehari itu minum obat. Bukan berhubungan. Jika terlalu sering juga bahaya bagi kesehatan janin."


"Dengar tuh, Mas."


"Iya, demi bayi aku akan menahannya," lirih Azril.


Setelah semua yang ditanyakan cukup, Azril dan Zeya pamit.


Dokter mengatakan Zeya bisa kembali buat kontrol dua minggu lagi. Dokter memberikan obat pengurang rasa mual dan vitamin. Kandungan Zeya saat ini sangat sehat.


Ketika keluar dari ruangan dokter, Zeya masih melihat Zahra yang duduk menunggu gilirannya dipanggil.

__ADS_1


"Zahra, mbak pamit dulu ya."


"Bagaimana hasilnya, Mbak. Apa positif hamil?"


"Alhamdulilah, mbak positif hamil."


"Selamat ya, Mbak." Zahra memeluk Zeya dengan erat dan tanpa sadar air matanya mengalir. "Kapan aku bisa hamil seperti Mbak Zeya," ucapnya terisak.


"Zahra, jangan menangis. Mbak yakin suatu saat kamu juga pasti hamil. Mungkin saat ini kamu diberi waktu dulu agar kamu siap saat nanti kamu hamil."


"Semoga saja, Mbak. Aku juga ingin menggendong bayi."


"Rencana Tuhan pasti lebih baik. Kamu jangan bersedih. Itu tak baik untuk kesehatan. Karena stres bisa juga membuat kamu sulit hamil. Stres dapat menurunkan peluang wanita hamil hingga 30 persen. Itu yang pernah mbak dengar dari dokter kandungan. Dan juga terlalu keras berusaha dapat juga memicu stres. Jadi kamu rileks aja. Karena semua itu takdir dari Tuhan."


"Iya, Mbak."


"Besok mbak tunggu kamu di toko roti. Kita bisa bicara banyak. Sekarang mbak harus pamit. Semoga semua usahamu membuahkan hasil." Zeya memeluk Zahra sebelum pamit.


Di dalam mobil Azril terus saja menggenggam tangan istrinya sambil menyetir. Tampak sekali jika ia saat ini tengah berbahagia.


"Kamu baik banget, Sayang. Kamu nggak dendam sama sedikitpun pada Zahra."


"Kenapa aku harus dendam. Zahra itu juga korban kebohongan mas Albirru. Sama seperti aku. Seperti kataku tadi pada Zahra, aku bersyukur dan berterima kasih karena kehadirannya, aku bisa memiliki seorang pria hebat yang sangat mencintaiku."


Azril mengecup tangan Zeya mendengar ucapan istrinya itu.


Bersambung


******************


Terima kasih untuk semua pembaca setia novel ini. Nantikan terus ya kelanjutan novel ini. Love you sekebon buat semuanya. ❤❤❤❤❤

__ADS_1


Sementara menunggu novel ini update bisa baca novel teman mama ini.



__ADS_2