Berbagi Cinta: Noda Merah Pernikahan

Berbagi Cinta: Noda Merah Pernikahan
Bab 67. Bucinnya Azril


__ADS_3

Dua tahun kemudian ....


Saat ini Raja dan Ratu sudah makin bertambah besar, Azril telah memasuki mereka ke pendidikan anak usia dini. Azril selalu saja gemes melihat tingkah si kembar. Seperti saat ini, Raja merebut mainan Ratu membuat gadis cilik itu menangis.


Ratu mendatangi Azril yang sedang menyantap sarapannya. Mereka berada di taman belakang rumahnya.


"Daddy ... Raja," tunjuk Ratu pada Raja. Saat ini usia mereka telah memasuki tahun ke tiga. Sehingga sudah lancar bicara.


"Kenapa Rajanya, Sayang."


"Mainan Ratu di ambil."


"Mainan Ratu di ambil Raja. Nanti Daddy minta lagi. Sini peluk dulu." Ratu memeluk kaki Azril yang duduk di sofa. Azril lalu mengangkat tubuh Ratu dan memangku dipahanya.


"Ratuku ini makin cantik, seperti bunda." Azril mengecup seluruh bagian di wajah Ratu.


"Geli, Daddy," ucap Ratu berusaha menghindari ciuman yang bertubi dari Azril. Tampak sekali jika ia sangat menyayangi putrinya itu.


Mami yang baru pulang dari pasar bersama Zeya melihat dengan tersenyum.


Azril tampak bahagia banget sejak menikah dengan Zeya. Kehadiran Raja dan Ratu membuat kebahagiaannya makin sempurna.


"Oma ...." ucap Ratu ketika pandangannya beradu dengan mami.


"Mami, udah pulang pasar. Zeya mana?"


"Di dapur. Takut banget Zeya mami tinggalin."


"Tentu saja, mi. Istri kayak Zeya susah di cari. Aku tak akan bisa mencari pengganti seperti dirinya."


"Dasar bucin."


"Bukan bucin, mi. Tapi emang kenyataan jika Zeya itu istri yang sempurna bagiku. Ia bisa melengkapi semua kekuranganku."


"Bunda mana, Oma."


"Ada di dapur. Kamu minta bunda masak sup kerang,kan?"


Raja dan Ratu saat ini ditemani oleh mami bermain di taman belakang rumahnya. Azril masuk dan melihat Zeya yang sedang di dapur membereskan barang belanjaannya.


Ia memeluk tubuh Zeya dari belakang dan mengecup leher istrinya yang ditutupi jilbab.

__ADS_1


"Mas, ngapain sih. Malu sama bibi."


"Kangen aja."


"Kayak udah lama nggak bertemu. Padahal aku pergi ke pasar cuma dua jam," gumam Zeya.


"Sayang, jangankan satu atau dua jam, satu menit aja nggak melihat kamu aku kangen."


"Gombal banget. Jika mas kerja tak ada ngomong kangen tuh."


"Itu aku dengan susah payah menahannya, semuakan demi masa depan Raja dan Ratu. Aku ingin mewariskan semua usahaku nanti buat anak-anak kita."


Zeya membalikkan badan, dan melingkarkan tangannya di leher sang suami dengan berjinjit karena Azril yang jauh lebih tinggi.


"Terima kasih karena menyayangi Raja dan Ratu walau ia bukan anak kandungmu."


"Jangan pernah mengatakan itu lagi. Bagiku mereka itu anak-anakku. Sayang, kapan perut ini isi lagi. Apa aku kurang usaha ya. Bagaimana jika kita usahakan lima kali sehari," bisik Azril.


"Mas pikir aku ini apa? Aku tak bisa jalan jika kamu melakukan hingga lima kali."


"Atau kita coba periksa ke dokter aja."


"Mas, kamu tak perlu periksa. Apa kamu lupa jika aku selama ini memakai kontrasepsi. Kamu yang minta, bukan?"


"Tapi sejak tiga bulan ini aku tidak lagi menggunakannya. Raja dan Ratu telah besar. Doakan saja di rahimku segera tumbuh benih darimu."


"Pasti kamu akan segera hamil. Aku akan berusaha siang malam hingga dalam satu bulan ini kamu bisa segera hamil."


Zeya mengecup bibir suami yang sangat ia sayangi itu. Kecupan Zeya dibalas Azril dengan ******* bibir wanita itu. Mereka lupa jika saat ini sedang berada di dapur.


Ketika mereka sedang larut dengan permainan lidah mereka, Raja masuk ke dapur. Ia melihat daddy sedang ******* bibir bundanya.


Raja memukul daddy nya dengan pistol mainan yang ia pegang. Azril menjadi kaget dan melepaskan pagutan mereka.


"Aduh ... sakit, nak. Kenapa daddy di pukul," ucap Azril.


"Daddy gigit bibir bunda," ujar Raja marah.


Mami yang masuk bersama Ratu melihat dengan heran ke arah mereka.


"Ada apa, Raja?

__ADS_1


"Daddy gigit bunda, Oma."


"Gigit gimana?"


"Bibir bunda digigit daddy."


Wajah Zeya memerah menahan malu mendengar ucapan Raja. Mami tampak menggelengkan kepalanya.


"Emang dasar ... kamu tuh kalau mau ciuman dengan Zeya di kamar. Anakmu udah mulai gede. Nggak malu sama mereka," ujar mami.


"Kebelet, mi," ucap Azril dengan cengiran.


"Dasar bucin. Ratu, Raja ... ayo ikut Oma. Biar bunda masak. Jangan ganggu."


"Awas Daddy gigit bunda lagi. Aku doorrr ...." ucap Raja sebelum beranjak pergi meninggalkan dapur.


Azril tak bisa menahan tawa melihat Raja yang mengacungkan pistol mainan ke arah dirinya. Zeya memukul lengan suaminya itu.


"Ini gara-gara, mas."


"Kamu yang mulai mengecup bibirku."


"Aku hanya mengecup, kenapa mas melum*tnya."


"Kamu juga membalas dan menikmatinya," ucap Azril tak mau kalah.


"Mas keselin banget." Zeya memukul lengan Azril bertubi-tubi. Azril mennagkap tangan Zeya dan memeluk tubuhnya. Ia mendaratkan ciuman ke seluruh bagian wajah Zeya.


Bibi masuk dan melihat majikannya lagi berpelukan langsung membalikkan tubuhnya.


.............


Di tempat lain ...


Terlihat Albirru yang sedang menyantap makan malam bersama seorang wanita muda di sebuah restoran.


Wanita itu menyandarkan kepalanya di bahu pria itu. Mereka tampak sangat mesra.


Bersambung


******************

__ADS_1


Siapakah wanita muda yang bersama Albirru itu. Nantikan ya kelanjutan kisah dari novel ini. Terima kasih.


__ADS_2