Berbagi Cinta: Noda Merah Pernikahan

Berbagi Cinta: Noda Merah Pernikahan
Bab 79. Cinta Ayah


__ADS_3

Albirru lalu memeluk Raja erat. Air matanya tak bisa lagi dibendung, jatuh membasahi pipi.


"Maafkan ayah karena tidak bisa seperti ayah teman-temanmu, tapi ayah berjanji untuk memberimu segala yang terbaik yang bisa ayah berikan. Cinta seorang ayah akan selalu tersembunyi di dalam hatinya dan senyumannya. Cinta seorang ayah memang tak terlihat, karena memang ayah tak pandai menunjukannya."


Raja yang merasakan bajunya basah menjadi heran. Ia melepaskan pelukan Albirru.


"Kenapa ayah menangis," ucap Raja menatap wajah Albirru.


"Ayah menyesal karena tidak bisa mendmapingi kamu selama ini. Jika saja waktu dapat kembali, tak akan pernah ayah biarkan kamu dan Ratu jauh dari ayah."


"Ayah bicara apa?"


"Ayah hanya ingin kamu tau jika ayah sangat mencintaimu. Jangan pernah membenci walau ayah bukan yang terbaik."


"Ayah tak boleh menangis. Kata daddy, anak laki-laki tak boleh cengeng." Albirru kembali memeluk Raja dengan erat.


Apakah suatu saat nanti kamu akan bangga menyebut namaku seperti kamu membanggakan daddymu, nak.


Setelah beberapa saat terdiam, Albirru melepaskan pelukannya dan membawa Raja masuk.


"Ratu, ayah boleh bicara."


Ratu memeluk Azril erat takut Albirru mendekatinya.


"Ratuku, daddy minta kamu mau bicara dengan ayah."


"Ratu takut," lirihnya.


"Ratu sayang daddy."

__ADS_1


"Iya," ucap Ratu dan mengecup pipi Azril.


"Jika Ratu sayang daddy, kamu harus bicara dengan ayah. Hanya sebentar."


Ratu akhirnya mengangguk. Azril menurunkan Ratu dari pangkuannya.


"Ratu, ayah akan pamit. Satu bulan lagi ayah akan datang kembali. Ayah minta maaf jika belum bisa menjadi ayah yang baik."


Ratu memandangi wajah Albirru dengan bibir yang dimajukan. Tampak sekali jika ia tak mengerti dengan apa yang Albirru katakan.


"Ratu, Kamu adalah sebuah pelangi untuk ayah jaga. Ayah akan selalu mengawasi dan tidak akan pernah memalingkan pandangan darimu. Harapan terbesar ayah adalah agar putrinya selalu tahu bahwa ayah sangat mencintainya. Dan bahwa Dia menjalani hari-hari dengan mengetahui bahwa ayahnya selalu ada setiap kali dibutuhkan. Tapi ayah minta maaf karena belum bisa setiap saat berada disampingmu."


"Aku tak mengerti, Ayah." ucap Ratu polos.


"Ayah tak butuh kamu mengerti. Ayah hanya ingin kamu mendengarnya. Dan ayah yakin suatu saat kamu akan mengerti kenapa ayah tak bisa bersamamu setiap saat." Albirru memeluk erat Ratu, seperti saat ia memeluk Raja tadi. Lagi-lagi kembali air matanya jatuh membasahi pipi.


Melihat Albirru menangis, Ratu menghapus air mata yang mengalir itu.


"Ayah senang melihat kamu dan Raja tumbuh menjadi anak yang pintar dan sehat. Maaf ayah tak bisa menemani kamu dan Raja setiap saat. Tapi cinta ayah akan selalu ada untukmu dan Raja."


Albirru mengecup pucuk kepala Ratu dan kembali memeluknya. Ia mengangkat tubuh Ratu dan menggendongnya.


Setelah beberapa saat di pelukan akhirnya Ratu diturunkan. Ia berlari menuju Daddi dan bundanya.


"Aku pamit Azril. Terima kasih karena telah menjadi ayah pengganti yang baik buat Raja dan Ratu. Aku harap kita bisa bekerja sama mendidik mereka nantinya agar kelak mereka dapat menjadi anak yang berbakti, dan taat pada perintah agama."


"Baik. Aku akan berusaha menjadi Daddy yang terbaik. Dan juga suami yang terbaik buat istriku."


Albirru pamit bersama Zahra. Besok mereka berangkat bersama. Zahra akan kembali berobat satu bulan lagi.

__ADS_1


...............


Smapai di hotel tempat mereka menginap, Albirru tidak langsung mandi dan tidur. Ia termenung dekat jendela sambil memandangi jalanan ibu kota yang masih ramai waktu sudah larut.


Zahra mendekati Albirru dan berdiri di samping suaminya itu.


"Mas masih ingat Raja dan Ratu."


"Aku bukannya belum melupakan Zeya. Tapi penyesalan terdalamku adalah tak bisa melihat dan mendampingi Raja dan Ratu. Suaraku yang seharusnya mereka dengar untuk pertama kali saja telah digantikan Azril. Aku cemburu melihat Raja dan Ratu begitu dekat dan menyayangi Azril. Bagi mereka Azril segalanya. Apakah suatu hari nanti aku juga memiliki tempat di hati mereka?"


"Mas ayah kandung mereka. Aku yakin ada tempat di hati mereka untuk kehadiran Mas kelak. Saat ini mereka belum memahaminya. Ikatan darah antara Mas dengan anak-anak tak bisa dihilangkan. Pasti mereka memiliki ikatan batin dengan Mas."


"Aku tak mau kejadian Raja dan Ratu terulang. Jika aku ada salah, kamu katakan saja. Jangan meninggalkan aku, apa lagi saat nanti kamu berbadan dua. Aku ini hanyalah manusia biasa. Tempatnya salah dan khilaf."


"Iya, Mas." Albirru memeluk tubuh Zahra.


Saat mereka berpelukan dan memandangi jalanan ibu kota, ponsel Albirru berdering. Ia mengambil dari dalam sakunya. Dilihat nama Thalita yang tercantum.


"Maaf ... mas angkat ponsel dulu."


"Iya, mas."


Albirru berjalan menuju sofa yang ada di kamar itu.


Bersambung


********************


Terima kasih buat semua pembaca setia novel ini. Nantikan terus kelanjutan novel ini. Lope you sekebon buat semuanya. 😍😍😍❤❤❤💜💜💜💜

__ADS_1


Sementara menunggu novel ini update, bisa mampir ke novel teman mama ini.



__ADS_2