BERI AKU CINTA

BERI AKU CINTA
BAB 56. KERJASAMA MENCARI INFO


__ADS_3

Lusy buru-buru menyelesaikan pekerjaannya, lalu dia menyambar tas dan keluar meninggalkan kantor begitu jam kantor usai.


Gara sudah menunggu Lusy di cafe tempat mereka dulu sering bertemu, sebelum akhirnya Gara akrab dengan Mahen.


Memang awal persahabatan Gara dengan Mahen karena di perkenalkan oleh Lusy ketika Mahen membutuhkan seorang desainer untuk produk terbarunya.


Gara juga seorang duda tanpa anak yang ditinggal kabur istri karena selingkuh dengan atasannya. Hidup gara bebas, tanpa beban, orangtuanya juga dari kalangan keluarga berada jadi gara tak pernah memusingkan masalah uang. Kerja sekedarnya saja daripada tidak ada kegiatan.


Makanya hidup Gara begitu bebas dan santai, dialah yang memperkenalkan club malam kepada Mahen, bedanya Gara bergonta ganti wanita sesuka hati sementara Mahen hanya sekedar membutuhkan minuman berkadar alkohol ringan untuk menghibur diri tanpa mau di dekati maupun mendekati para wanita penghibur.


Sudah hampir sebulan Gara tidak bertemu Mahen karena Mahen lebih sering dirumah menemani keluarganya yang baru tiba di tanah air.


Mahen sengaja tidak mengaktifkan ponsel khusus untuk pergaulannya selama papa mamanya ada di Indonesia. Yang diaktifkan dia hanya ponsel bisnis, untuk hubungan seputar kantor serta keluarga. Makanya Gara tidak bisa menghubungi Mahen.


Gara yang melihat Lusy datang celingukan mencarinya, langsung menepuk pundaknya dari belakang sambil berkata, "Hei, lama banget lu, aku sudah dari tadi menunggumu di sini," sapa Gara.


"Pekerjaan banyak, bos belakangan sering keluar kantor dan bahkan lima hari kedepan nggak masuk, nggak tahu deh, kenapa si Bos tuh. Mana tadi bawa wanita pula ke kantor, bikin bete saja," ucap Lusy.


"Kenapa kamu yang bete, itu urusan pribadi dia 'kan, lagipula wajar, dia duren sama seperti aku," ucap Gara sambil tertawa.


"Tapi aku salut sama dia, walau dia duren, susah sekali wanita untuk mendekatinya. Dia cinta banget dengan istrinya. Aku mana bisa, hidup tanpa wanita hampa rasanya, tapi aku lebih senang begini, tidak terikat, daripada dikadali sama wanita, mending aku yang memanfaatkan mereka," ucap Gara.


"Iya, aku sudah habis-habisan berusaha tampil seksi, eh...tidak di pandang sama sekali. Sampai aku berpikir, apa barang miliknya sudah tidak berfungsi lagi, setiap hari disuguhi yang indah-indah kok tidak tertarik sedikitpun," ucap Lusy.


"Kok yang seperti kamu. Di club saja, begitu banyak tipe wanita, mau yang seperti apa, semua ada, sampai yang tak berbusana pun sudah merayunya tapi dia tidak meliriknya sedikitpun. Makanya aku salut dengan kesetiaannya. Begitu aku mendengar dia membawa wanita ke kantor, aku jadi penasaran, wanita seperti apa yang bisa menarik minatnya," ucap Gara.

__ADS_1


"Nggak ada bagus-bagusnya, seksi enggak, cantik juga pas-pasan, apalagi bohai, nggak sama sekali," ucap Lusy.


"Masa sih, aku semakin penasaran. Kamu ada fotonya, aku pingin lihat," ucap Gara.


"Sebentar ya, aku ada fotonya, tadi sempat aku foto," ucap Lusy sambil mencari foto Devani di galeri ponselnya, kemudian dia menunjukkan foto itu kepada Gara.


"Wah ya jelas dia pilih ini, wanita ini masih polos, tidak terkontaminasi dengan dunia glamor dan yang pasti anggun. Jika masih ada stok wanita seperti ini, aku juga mau, walaupun janda," ucap Gara lagi.


"Kok kamu malah membela dia, bukannya memuji aku, bantu aku dong buat ngedapetin Bos Mahen." ucap Lusy.


Kamu harus tahu bagaimana tipe bos kamu itu seperti apa Lus, eh main babat saja, kamu samakan dengan pria hidung belang seperti ku," ucap Gara sambil tertawa.


"Jadi bagaimana dong, aku harus menyingkirkan perempuan itu, tidak boleh ada perempuan lain yang memiliki Pak Mahen. Bantu aku cari tahu siapa dia Gar!"


Baiklah, aku akan bantu mencari tahu siapa gadis itu, tapi kirim nomor ponsel dia yang aktif jadi aku bisa menghubunginya.


"Lu sekretarisnya, masa susah sih cari info tentang Bos mu sendiri," ucap Gara.


"Bos ku payah, tertutup sekali dengan masalah pribadinya. Aku sudah coba tanya, eh...cuma di jawab, urusan masa depan, gitu aja sambil tertawa dan pergi," ucap Lusy jengkel.


"Memang aku merasa aneh, dalam dua minggu ini Bos merubah penampilannya dan aku lihat dua hari lalu, Bos meminta orang untuk menata ulang ruangan pribadinya. Aku tidak tahu apa yang dia ubah di sana, soalnya kami tidak ada yang di perbolehkan masuk kecuali petugas kebersihan, itupun membersihkannya jika Bos sedang ada di tempat," ucap Lusy lagi.


"Bos mu memang aneh dan unik, baru kali ini aku punya teman yang tidak suka wanita cantik," ucap Gara.


"Ya sudah, nanti aku cari tahu secepatnya, tapi jangan lupa, jika ada proyek menjanjikan lagi lempar ke aku ya. Sudah lama nih, aku nganggur, non job," ucap Gara.

__ADS_1


"Aku pergi dulu ya, cepat kabari aku jika sudah dapat infonya!" pinta Lusy.


"Siap Nona sekretaris!" ucap Gara.


Lusy meninggalkan cafe tersebut, dengan gaya jalannya yang seksi, berlenggak-lenggok bak itik yang akan bertelur, hingga membuat Gara menelan air ludahnya.


Sebenarnya banyak pria yang suka pada Lusy karena dia itu gadis yang cantik, mulus, seksi dan body nya seperti gitar Spanyol, tapi sayang Lusy hanya tertarik pada Mahen.


Dia memang belum lama bekerja dengan Mahen, makanya Lusy tidak mengenal keluarga Andara. Yang dia dengar hanya istri Mahen sudah meninggal sekitar setahun yang lalu dan memiliki satu orang putri.


Makanya Lusy tidak mengenal siapa gadis yang di bawa Mahen tadi siang ke kantor, apalagi dengan sikap tertutup Mahen yang tidak membiarkan orang kantor tahu tentang kehidupan pribadinya.


Gara pun pergi meninggalkan cafe, lalu dia mencoba menelepon Mahen ke nomor yang diberikan oleh Lusy.


Mahen yang mendengar ponselnya berdering pun segera memeriksa, dia melihat nomor tidak terdaftar dalam kontak tapi sepertinya tidak asing.


Kemudian Mahen pun mengangkat panggilan tersebut. Begitu mendengar suara Gara, Mahen segera menjauh dari Devani, dia tidak ingin Devani mendengar apa yang Gara ingin bicarakan.


"Hallo, ada apa Gar, darimana kamu dapatkan nomorku yang ini?" tanya Mahen.


Gara tertawa sambil berkata, "Sudah punya gebetan baru, lupa ya dengan teman? Kemana saja Bung, sudah sebulan tidak ada berita, bahkan ponsel pun di non aktifkan. Ayo dong kita nongkrong lagi!" ucap Gara.


"Maaf Gar, saat ini belum bisa, aku sedang banyak urusan," jawab Mahen.


"Ayo dong Hen, ada yang ingin aku bicarakan, pokoknya aku tidak mau tahu, aku tunggu sampai jam 1 malam di tempat biasa, jika kamu tidak datang, berarti kamu tidak mau bersahabat lagi denganku!" ucap Gara.

__ADS_1


"Baiklah, aku selesaikan dulu urusanku. Aku akan usahakan datang malam ini, tapi mungkin ini terakhir kali aku datang kesana, nanti aku ceritakan apa alasannya," ucap Mahen.


Gara pun tersenyum, malam ini dia pasti, akan mendapatkan informasi yang Lusy inginkan.


__ADS_2