
Dua orang pengawal utusan dari club malam sudah sampai di tempat penyekapan Devani. Mereka menunggu sampai Lusy tiba di tempat itu.
Begitu Lusy tiba, dia langsung mengajak kedua orang itu untuk menemui Devani.
Pintu kamar pun terbuka, kedua orang itu tidak mau ambil resiko membawa Devani dalam keadaan sadar, maka dengan perintah dari Lusy, keduanya langsung membekap mulut Devani dengan sapu tangan yang sudah di beri obat bius.
Devani berusaha meronta tapi obat telah membuat alam sadarnya hilang, perlahan tubuh Devani luruh dan jatuh kelantai.
Kemudian kedua pengawal itupun mengikat tangan Devani untuk berjaga-jaga, mana tahu dia sadar di tengah jalan menuju Villa nya Gara.
"Bu, kami bawa dulu ya," ucap kedua orang pengawal tersebut.
"Ya silahkan, tapi kalian telepon dulu si Bos, jika wanita ini sudah ada bersama kalian," perintah Lusy.
"Baik Bu!"
Kemudian salah satu dari kedua pengawal itupun melakukan panggilan video, melihat Devani yang sudah tergeletak di lantai, kedua pengawal itupun mendapatkan acungan jempol, pertanda kerja bagus. Lalu ke duanya di bantu anak buah Lusy mengangkat tubuh Devani ke dalam mobil.
Tidak lama setelah kedua pengawal itu pergi, masuklah pemberitahuan dari Bank pada ponsel Lusy. Pengelola Club telah mentransfer uang senilai 20 juta sebagai Dp.
Lusy tersenyum, usahanya berjalan lancar, lalu dia bersama anak buahnya pergi meninggalkan tempat tersebut.
Pengawal yang membawa Devani terus melajukan mobil mereka menuju ke villa milik Gara.
Setibanya di sana, teman mereka yang mempersiapkan kamar serta kebutuhan lain yang diminta oleh Gara juga sudah selesai menjalankan tugasnya, lalu mereka membantu mengangkat tubuh Devani keluar dari dalam mobil dan membawanya masuk ke dalam kamar yang sudah di persiapkan.
Kamar itu cukup besar dengan fasilitas lengkap di dalamnya dan begitu rapi serta indah tatanannya.
Gara memang selalu mengutamakan kebersihan serta kerapihan.
Setelah membaringkan tubuh Devani di atas kasur empuk di sana, mereka pun keluar dan mengunci kamar tersebut, untuk antisipasi agar Devani tidak kabur.
__ADS_1
Hanya tinggal dua orang saja yang berjaga-jaga di sana sambil menunggu kedatangan Gara.
Gara yang sudah meninggalkan club bersama Mahen segera mendapatkan telepon dari pihak pengelola Club bahwa semua sudah beres.
Mendengar hal itu Gara senang lalu dia menstranfer jumlah yang harus dibayar semuanya berikut biaya bahan makanan dan minum-minum alkohol yang gara minta.
Mahen yang mendengar itupun berkata, "Yakin kamu mau melakukan hall itu Gar, apa tidak lebih baik kamu menikahinya saja," ucap Mahen.
"Lihat nanti Hen, aku punya waktu seminggu untuk lebih mengenalnya, jika dia memang baik dan sesuai dengan kriteria ku, aku pastikan dia akan menjadi nyonya Gara dan menjadi pemilik villa ku itu," ucap Gara sambil memegang botol minumannya.
"Sudahlah Gar! jangan minum terus, kamu sudah mulai teller," larang Mahen.
"Aman sobat, aku sudah terbiasa jadi dengan begini aku lebih bersemangat menikmati kemolekan tubuh wanitaku," ucap Gara.
Mahen hanya bisa menggelengkan kepala atas kelakuan sahabatnya itu. Dia terus melajukan mobilnya ke villa untuk mengantar Gara.
Setibanya di halaman villa, kedua penjaga menyambut kedatangan Gara, mereka membawa Gara masuk dan meminta Mahen juga ikut ke dalam.
Mahen pun pergi meninggalkan villa tersebut setelah pamit dengan Gara, lalu Gara meminta kedua pengawal itu untuk membawanya ke dalam.
Sesampainya di dalam, Gara pun meminta mereka agar berjaga di luar saja karena dia bisa mengurus semuanya sendiri.
Gara menerima kunci kamarnya sebelum pengawal itu pergi. Lalu dia mengambil sebotol minuman kesukaannya dan mulai menikmatinya sambil masuk ke dalam kamarnya.
Dari kejauhan Gara melihat samar-samar seorang wanita cantik terbaring di tempat tidurnya.
Gara menyeringai, malam ini dia akan bersenang-senang seperti biasanya.
Setelah mengunci pintu, Gara pun mendekati tempat tidur di mana Devani tergeletak.
Pengaruh alkohol telah membuatnya tidak bisa mengenali Devani. Karena Gara memang baru sekali bertemu Devani yaitu pada saat acara pernikahannya dengan Mahen.
__ADS_1
Lagipula saat itu Devani berpenampilan sangat berbeda dengan yang Gara lihat hari ini.
Saat menikah riasan wajah serta hijab yang di kenakan Devani membuat dia sangat cantik bak kata orang Jawa manglingi, sedangkan saat ini Devani terlihat lebih kurus dan pucat karena sudah tiga hari dikurung oleh Lusy serta tidak merias diri sedikitpun.
Pernikahan Mahen dan Devani juga sudah berlalu sekitar 3 mingguan, jelas membuat Gara semakin tidak mengingatnya.
Gara mengelus wajah, lalu perlahan mendaratkan ciumannya di bibir Devani. Bibir lembut Devani membuat jantung Gara berdesir.
Hasrat Gara yang memang sudah seminggu lebih tertahan, hari ini membuatnya tidak sabar ingin segera melakukan pelampiasan.
Gara mulai ******* bibir Devani, sembari tangannya menjelajahi bagian-bagian yang paling dia sukai, dimana satu persatu yang melekat sudah mulai dia tanggalkan.
Melihat pemandangan indah yang Gara rindukan, dia tidak bisa menahan gejolak tubuhnya yang mulai memanas.
Dengan bersemangat dan mata yang sudah sangat berkabut, Gara menjelajahi bagian-bagian kesukaannya itu sampai dia puas.
Saat tidak sehelai benangpun menempel di tubuh keduanya, Devani menggeliat, dia merasa tubuhnya menghangat dan merasakan sesuatu sedang mempermainkan bagian yang membuat hasratnya timbul.
Dengan mata masih terpejam dan belum sadar sepenuhnya, Devani seperti sedang terbuai, dia seperti sedang bermimpi melakukan hal indah bersama sang suami.
Gara terus bermain-main di sana, hingga dia sudah tidak bisa menahannya lagi, apalagi saat sesuatu yang di mainkannya mulai bereaksi.
Devani membuka mata, dia mulai sadar sepenuhnya dan sangat terkejut melihat pemandangan di hadapannya. Seorang pria asing tanpa menggunakan apapun sudah siap mengasah miliknya. Devani menjerit sekuatnya, apalagi saat melihat dirinya sendiri.
Devani menarik selimut, menutupi tubuh dan bergelung di dalamnya lalu menangis. Devani memohon agar melepaskan dirinya.
Tapi takdir menentukan lain, Gara yang sudah sampai puncaknya dan masih dalam pengaruh alkohol, langsung menarik selimut itu.
Akhirnya tubuh Devani kembali terlihat hingga membuat Gara semakin bersemangat. Devani mencoba melakukan perlawanan dan berlari ke arah pintu tapi dia sangat terkejut saat pintu tidak bisa di buka.
Tak ayal lagi, dengan tubuhnya yang lemah mendapatkan tekanan kuat dari Gara yang memiliki tenaga ekstra, akhirnya Devani tidak bisa berkutik kecuali hanya berteriak dan menangis.
__ADS_1
Gara menghempaskan Devani ke atas tempat tidurnya dan setelah perjuangan yang cukup menguras tenaga, akhirnya gara berhasil merenggut sesuatu yang Devani jaga untuk sang suami.