
Mahen ke dapur, dia mencoba memasak nasi goreng. Dengan melihat tata cara pembuatan nasi goreng di ponselnya, diapun berhasil menyajikan nasi goreng yang sangat lezat.
Hanya saja, dapur menjadi berantakan, hingga mamanya yang baru saja masuk ke dapur merasa terkejut.
"Masya Allah, kamu sedang apa Hen? Kenapa dapur jadi begini?" tanya Mamanya.
"Maaf Ma, aku sedang berusaha jadi suami dan Papa yang baik, saat istriku sedang tidak enak badan," jawab Mahen.
"Lho, memangnya Devani sakit?" tanya Mama.
"Gara-gara Mama sih, aku jadi membuatnya sakit," ucap Sultan sambil menyeringai malu.
"Kok Mama yang kamu salahkan, memangnya apa yang mama perbuat terhadap kalian?" tanya Mama yang belum mengerti arah pembicaraan Mahen.
"Yang mengganti semua pakaian di lemari Devani siapa?" tanya Mahen.
"Mama!" Sejenak Mama diam dan berpikir, setelah beliau sadar tentang pembicaraan putranya, kemudian beliau pun tertawa sambil menutup mulutnya.
"Benar 'kan! Mama yang salah! Jika tidak karena perbuatan Mama, Devani tidak akan sesakit itu," ucap Mahen.
"Tapi kamu yang enak dan senang kan? Mama juga senang, akan cepat nambah cucu," ucap Mama lagi yang belum bisa menghentikan tawanya.
Mama Intan yang baru tiba di dapur merasa heran kenapa besannya malah mentertawakan menantunya.
"Ada apa Jeng, sepertinya bahagia banget?" tanya Mama Intan.
Mahen menyenggol lengan Mamanya, dia berharap sang Mama tidak akan jujur tentang apa yang baru saja mereka bahas, karena Mahen akan merasa malu terhadap mertuanya.
"Nggak apa-apa Jeng, aku sedang senang. Sebentar lagi kita akan mendapatkan cucu baru. Sekarang Devani sedang sakit, jadi Mahen yang memasak sarapan," ucap Mama Mahen.
"Oh, sakit apa Devani Hen, tapi tadi dia baik-baik saja," tanya Mama Intan hingga membuat wajah Mahen bersemu merah karena malu.
__ADS_1
"Sakit karena ulah putraku Jeng," jawab Mama sambil melirik Mahen yang pura-pura sibuk mencuci piring.
"Mama Intan tersenyum, dia tahu saat ini Mahen sedang malu. Kemudian beliau pun berkata, "Ya sudah, sini! kami saja yang melakukannya, kamu temani Devani saja," ucap Mama Intan.
"Iya Hen, biar mama yang bersihkan dapur, kamu bawakan saja istrimu sarapan. Sebaiknya kalian makan di kamar saja, kasihan Devani."
"Iya Ma."
Mendapatkan angin segar dari kedua Mama, Mahen pun segera membawa sepiring nasi goreng ke dalam kamar mereka. Hari ini Mahen ingin Devani istirahat saja di kamarnya.
Setelah menyuapi sang istri, Mahen membawa seprai yang terkena bercak darah ke kamar mandi, lalu dia mencuci dan menjemurnya di atas balkon, supaya tidak mendapatkan ejekan dari mamanya.
Mahen lalu kembali ke kamar dan menelepon dokter keluarga untuk mendapatkan penjelasan mengenai obat apa yang cocok buat mengurangi rasa nyeri yang di rasakan oleh Devani.
Padahal dulu saat dia belah duren bersama Devina, tidaklah separah ini. Mungkin karena sudah lama Mahen tidak berperang, makanya semangatnya telah membuat robekan yang lumayan parah, hingga bagian penting milik Devani masih saja mengeluarkan darah.
Menurut Dokter, beberapa orang memang mengalami rasa sakit di malam pertama saat melakukan hubungan pertama kali, sementara sebagian lainnya tidak melaporkan rasa sakit sama sekali.
Pengalaman melepas keperawanan memang bisa berbeda-beda bagi setiap individu.
Keperawanan menurut Dokter, bukanlah istilah medis dan setiap orang bisa jadi memandangnya secara berbeda pula.
Namun, bagi banyak orang, istilah ini mengacu pada penetrasi melalui ****na.
Pahamilah bahwa penetrasi bisa terasa menyakitkan karena berbagai hal, bukan hanya karena hilangnya keperawanan.
Beberapa orang meyakini itu disebabkan oleh robeknya selaput dara atau lapisan tipis yang menutupi ****na yang dialami beberapa orang saat pertama kali berhubungan.
Namun, tidak semua orang memiliki selaput dara, dan bahkan jika mereka memilikinya, selaput dara mungkin tidak robek saat berhubungan badan.
Rasa sakit di malam pertama juga bisa disebabkan oleh faktor lain seperti kurangnya lubrikasi, kecemasan yang menyebabkan kejang otot, atau pasangan yang terlalu terburu-buru atau hubungan yang terlalu bersemangat.
__ADS_1
Dalam penjelasan yang ini Mahen pun menyela perkataan Dokter, "Iya Dok, yang Dokter katakan benar, barangkali karena saya yang terlalu bersemangat," ucap Mahen, hingga membuat Devani tersenyum saat mendengarkan perkataan suaminya.
Lalu Dokter menerangkan lagi, "Bapak dan Ibu jangan cemas, rasa nyeri yang ditimbulkan akibat proses ini sendiri secara umum akan berangsur-angsur berkurang dengan sendirinya tanpa memerlukan terapi / pengobatan khusus, namun jika memang dirasa benar-benar mengganggu, dapat saja dibantu, dikurangi dengan mengonsumsi obat paracetamol atau ibuprofen dengan dosis sesuai yang ada pada kemasan," ucap Pak Dokter.
"Apabila rasa nyeri terus menerus dirasakan atau bahkan dirasa semakin memberat, meskipun sudah minum obat dan menghindari hal-hal yang dapat memicu perangsangan nyeri tersebut, sebaiknya Bapak, membawa Ibu kesini ya, untuk dilakukan evaluasi dan pemeriksaan lebih lanjut," pinta Dokter.
"Terimakasih ya Dok atas penjelasannya, saya akan langsung ke apotek untuk membeli Paracetamol atau ibu profen sesuai anjuran Dokter."
"Sama-sama Pak, semoga ibunya cepat sembuh dan ingat ya Pak, sabar dan pelan-pelan pasti lebih nikmat," canda Dokter yang ingin menggoda Mahen.
Mahen tersenyum, lalu diapun mengakhiri panggilannya. Devani yang sayup-sayup mendengar perkataan dokter yang terakhir, tidak bisa menahan tawanya.
Dia menutup mulutnya dengan selimut, agar Mahen tidak melihatnya, tapi Mahen tahu jika dirinya sedang di tertawakan oleh sang istri.
Kemudian Mahen Masuk ke dalam selimut, menggelitik Devani hingga terpingkal-pingkal.
Devani minta ampun, tapi Mahen tidak menghiraukannya. Akibatnya suasana menjadi panas, pagi ini dua insan itupun kembali memadu kasih.
Tapi kali ini Mahen lebih berhati-hati dan sabar melakukannya, hingga Devani bisa merasakan kepuasan tanpa rasa sakit seperti sebelumnya.
"Bagaimana Yang, masih sakit? Aku sudah ikuti anjuran dokter lho, melakukannya dengan perlahan," ucap Mahen saat mereka selesai dengan olah raga panasnya itu.
Devani tersenyum, sambil mengetuk-ngetuk dada suaminya dengan jari, diapun berkata, "Jauh lebih baik Yang, lebih nikmat."
Mahen memeluk Devani, dia senang istrinya mau berkata jujur. Karena kenikmatan bersama akan bisa dirasakan dan dicapai oleh setiap pasangan dengan adanya kejujuran.
Berani mengatakan apa yang mereka rasakan masing-masing, dengan begitu pasangan bisa sama-sama memperbaiki kualitas hubungan, untuk menghindari ketidakpuasan yang biasanya bisa menimbulkan perselingkuhan dalam rumah tangga.
Keduanya kembali membersihkan diri, lalu Mahen pamit pergi ke apotek. Sementara Mahen pergi, Annisa menemani bundanya di dalam kamar.
Setelah Mahen kembali, Annisa pamit untuk bermain dengan Oma dan eyangnya. Dia ingin memberikan kesempatan agar sang bunda bisa beristirahat.
__ADS_1
Seharian Mahen dan Devani berada di dalam kamar, mereka ngobrol banyak hal tentang masa remaja masing-masing.
Sekarang lah saatnya bagi Mahen dan Devani untuk saling mengenal pribadinya masing-masing dan berpacaran setelah menikah.