BERI AKU CINTA

BERI AKU CINTA
BAB 97. MENDESAK PENGELOLA CLUB


__ADS_3

Mbok Ijah menyiapkan semua yang di minta oleh Annisa, tapi simbok tidak tega membiarkan gadis kecil itu yang menyajikan minuman dan makanan tersebut.


"Den, biar simbok saja ya yang bawa, Aden tunggu di kamar Papa dan bunda saja. Teh dan kopinya sangat panas, simbok takut Den Nisa bisa terkena tumpahan Teh dan kopi," ucap Simbok.


"Terimakasih ya Mbok, Nisa ke atas dulu, Papa bilang Nisa harus temani Bunda karena Papa mau keluar ada urusan bersama teman kerjanya."


"Iya Den, sebentar lagi Simbok antar sekalian nunggu pisang goreng yang hampir matang."


Annisa pun bergegas kembali ke kamar Devani, lalu dia berkata, "Simbok yang akan mengantar teh dan kopinya Pa. Oh ya Pa, Papa berangkat jam berapa? Biar Nisa mandi dulu baru temani Bunda," ucap Annisa.


"Pergilah Sayang, sebentar lagi Papa berangkat, tunggu Om Bastian dan Om Gara datang," ucap Mahen.


"Oke Pa," ucap Annisa, lalu pergi ke kamarnya untuk mandi.


Devani masih berbaring di balik selimut, keadaannya masih sama, hanya diam dan terlihat murung.

__ADS_1


Mahen berusaha untuk membuat Devani ceria kembali seperti dulu tapi saat ini belum berhasil.


Annisa yang sudah selesai mandi dan berdandan, segera kembali ke kamar Sang Bunda, disana Papanya sedang mendinginkan teh agar bisa segera di minum oleh Devani karena Mahen akan segera pergi.


Setelah bersiap, Mahen menghabiskan sisa kopinya, lalu dia pamit kepada Devani dan juga Annisa.


Devani hanya mengangguk melepas kepergian Mahen dan setelah itu dia kembali bergelung ke dalam selimutnya.


Mahen pun pamit dengan Mama dan Papa setelah Bastian dan Gara tiba. Keempatnya pergi dengan mengendarai mobil masing-masing menuju ke Club malam tempat biasa Gara dan Mahen nongkrong.


Keempatnya menunggu beberapa saat sambil menikmati jus seperti yang biasa Mahen minum. Tapi karena pengelola Club tidak juga muncul, mereka mencari dan menanyakan lagi kepada pelayan.


"Ini hal yang aneh, apa mungkin dia sengaja tidak datang atau memang kebetulan," monolog Mahen.


"Tenang Hen, kita pasti bisa menemuinya. Sebentar ya, aku akan menemui seseorang," ucap Gara.

__ADS_1


Gara mencari pelayan yang biasanya menyajikan minuman untuknya. Setelah itu dia mencari tahu apakah pengelola Club memang tidak hadir.


Namun pelayan tersebut menunjuk suatu ruangan, dia berkata jika pengelola Club tadi terlihat masuk ke dalam ruangan tersebut.


Lalu Gara meminta Mahen dan yang lain untuk menuju ke sana. Tapi ruangan itu di kunci dari dalam.


Mahen berusaha mengetuk, tapi tidak ada jawaban, mereka terus mengetuk dan akhirnya tetap sama.


Gara putuskan untuk mendobraknya dan akhirnya pintu ruangan itupun terbuka.


Di sana terlihat si pengelola Club sedang ketakutan, lalu Gara mendekatinya dan menarik kerah bajunya untuk meminta penjelasan dari pengelola Club tersebut.


Pengelola Club berbohong, dia tetap bertahan bahwa dia tidak tahu siapa yang telah menjual devani. Namun Mahen dan yang lain terus mendesak.


Gara memberikan pukulan di perut pengelola Club hingga dia merasa kesakitan sedangkan yang lain memegangi tangannya, agar tidak melakukan perlawanan. Jika tidak mengaku juga, mereka akan menganiaya sampai dia mengaku.

__ADS_1


Mahen dan Gara tidak akan memberi ampun kepada orang-orang yang telah menyakiti Devani.


__ADS_2