
Pakaian Mahen dan Devani sudah berserakan di lantai, kini keduanya sama-sama tidak mengenakan sehelai benang pun di tubuhnya.
Dua insan yang saling membutuhkan kasih sayang, telah saling menuntut untuk mendapatkan perlakuan lebih.
Namun ketika mereka hendak melakukan penyatuan, tiba-tiba dikejutkan oleh suara deringan ponsel.
Awalnya Mahen ingin mengabaikan hal itu dengan merijek panggilan tapi ponselnya kembali berdering tanpa jeda.
Tanpa melihat siapa yang sedang melakukan panggilan, Mahen pun mematikan ponselnya sambil terus mencumbu sang istri karena dia tidak ingin mood Devani turun seperti moodnya barusan, yang di sebabkan oleh gangguan dari deringan ponselnya sendiri.
Mahen kembali memainkan bagian-bagian penting sang istri dengan lihai, hingga suasana bisa kembali memanas.
Dengan permainan tangan serta lidahnya, Mahen berhasil membuat tubuh Devani bergetar hebat hingga dia semakin menuntut meminta Mahen untuk melakukan penyatuan.
Namun Mahen sengaja menahan keinginannya. Dia ingin melihat Devani terpuaskan dulu, barulah memberikan permainan yang lebih hebat lagi.
Devani terus mende**h, tubuhnya yang indah meliuk menahan getaran. Kedua tangannya pun menggapai leher Mahen sambil berkata lirih bahwa dirinya sudah tidak tahan.
Kini Devani merasakan kenikmatan yang baru kali ini dia rasakan, hingga membuat tubuhnya lemas, terkulai dalam pelukan Mahen.
Mahen mencium Devani, dia senang, telah berhasil membuat istrinya puas, tapi sekarang dia ingin melihat Devani yang memimpin permainan.
Mahen kembali memancing gairah sang istri hingga terdengar kembali suara-suara indah dari mulut Devani.
Setelah itu Mahen meminta agar Devani gantian memimpin permainan. Awalnya Devani malu, tapi lama-kelamaan, hal itu malah menyenangkan bagi keduanya.
Saat giliran Mahen yang sudah tidak tahan dan ingin segera menyatukan milik mereka, kembali datang gangguan dan kali ini datangnya dari dalam tas Devani.
Mahen kesal, pedangnya yang sudah lama tidak di asah harus rela di masukkan ke sarungnya kembali, disimpan, sampai situasi benar-benar nyaman, aman dan siap untuk mengasahnya lagi.
Devani tertawa geli melihat Mahen yang cemberut, memalingkan wajahnya ke asal suara. Kemudian Devani mengambil ponselnya dan mengangkat panggilan, setelah menutupi tubuh mereka dengan selimut.
Ternyata panggilan video itu dari rumah keluarga Andara, terlihat di sana Annisa yang sedang menangis.
__ADS_1
Devani bingung harus mengatakan apa, lalu dia menyerahkan ponselnya kepada Mahen. Dengan sabar Mahen pun memberikan penjelasan kepada Annisa sesuai kesepakatan mereka kemaren.
Akhirnya Annisa tertawa dan dengan suaranya yang cempreng dia bersorak bahwa Papa dan bundanya segera membuatkan adek untuknya.
Devani malu, ternyata di belakang Annisa, ada Mama mertuanya. Mama Mahen terkikik mendengar sorakan dari sang cucu.
Beliau tahu, pasti saat ini menantunya sedang malu, lalu Mama Mahenpun berkata, "Bersenang-senanglah kalian Nak, jangan khawatirkan Annisa lagi, tapi ingat! perkataan kalian kepadanya adalah janji, pasti dia akan menuntutnya lagi. Mama senang, jika kalian segera bisa memberi kami cucu, apalagi jika bisa memberi Mahen junior sebagai garis penerus keturunan kami.
Selamat berbahagia ya, jangan lupa kunci pintunya dimanapun saat ini kalian berada," ucap Mama sambil mengulum senyumnya.
Panggilan video itupun terputus, Devani sangat malu, lalu dia memasukkan kepalanya ke dalam selimut, bergelung dalam dekapan Mahen.
Mahen yang masih cemberut pun berkata, "Kita lanjutkan yuk! tanggung Yang, tadi aku hampir berhasil belah duren.
Devani bengong, lalu berkata, "Belah duren? Mana durennya Kak? Aku suka sekali buah duren. Ayo Kak, cepat ambil durennya, aku mau, sudah lama tidak makan duren!" seru Devani sambil menyembulkan kepalanya dari dalam selimut dan menarik Mahen agar keluar dari selimut untuk mengambil durian.
Mahen menepuk keningnya sendiri, Devani yang pergaulannya dengan anak-anak jalanan, kenapa bisa selugu ini dalam menanggapi istilah belah duren.
Semangat Mahen menciut, dia kembali cemberut hingga membuat Devani mengurungkan niatnya untuk keluar dari dalam selimut. Kemudian Devani bertanya lagi, "Kak Mahen nggak mau ya, ambilkan aku durennya?"
Devani pun menjawab, "Memang, Kakak kok tahu?" tanya Devani balik.
"Habisnya kamu masih bodoh sih, tidak tahu tehknik ciuman yang benar dan panas. Tadi itu, aku musti mengajarimu dulu," ucap Mahen sambil tersenyum.
Kemudian Mahen berkata lagi, "Tapi aku senang kok, setidaknya walau kamu anak jalanan, masih bisa menjaga kehormatan dirimu sebagai wanita, hingga kamu bisa persembahkan kesucian yang menjadi kebanggaan kaum wanita, hanya untuk ku selaku suamimu," ucap Mahen senang, lalu menarik Devani agar masuk ke dalam dekapannya.
Mahen benar-benar beruntung, masih mendapatkan wanita suci di Zaman modern dan pergaulan bebas seperti sekarang ini.
Devani yang masih penasaran dengan istilah belah duren pun bertanya, "Oh ya Kak, jadi apa arti istilah belah duren?"
Mahen sambil tersenyum, segera menjelaskan arti belah duren kepada istri lugunya itu.
"Semua orang pasti suka belah duren, apa lagi belahnya di malam pengantin," ucap Mahen.
__ADS_1
Kemudian dia berkata lagi, "Coba kamu ingat! Penggalan lirik lagu yang dibawakan almarhumah Jupe, itu mengambarkan kegiatan belah duren yang dilakukan malam pengantin."
"Nah, dalam kebiasaan masyarakat di Tanah Air kita ini, istilah belah duren sering diasosiasikan dengan malam pertama pengantin baru atau istilah lain pecah perawan. Istilah belah duren sudah sejak lama dikenal oleh masyarakat di Nusantara kita ini," ucap Mahen lagi.
"Awalnya, istilah belah duren digunakan untuk menyebut aktivitas malam pertama dua sejoli yang baru pertama kali menikah. Namun, belakangan istilah belah duren juga digunakan untuk malam pertama yang dilakukan oleh pasangan yang sudah pernah menikah. Juga digunakan untuk menyebut aktivitas hubungan suami istri yang rutin dilakukan."
"Bukan tanpa alasan, istilah belah duren diasosiasikan dengan kegiatan malam pertama yang dilakukan pengantin baru. Belah duren pada arti yang sesungguhnya memang sulit dilakukan. Kulit durian yang tebal dan tajam, membuat siapa pun yang hendak membelahnya akan mendapatkan kesulitan yang cukup berarti. Bahkan tak jarang, ada orang yang mengalami luka di bagian tangan karena membelah kulit durian," ucap Mahen lagi sambil tersenyum.
"Nah, sulitnya mengupas kulit durian dianggap sama dengan sulitnya seorang mempelai laki-laki yang hendak melepas perawan istrinya pada malam pertama. Sang mempelai laki-laki yang baru pertama kali melakukan hubungan badan dengan istrinya, tidak memiliki pengalaman yang mumpuni. Selain itu mempelai wanita yang sama sekali belum pernah disentuh, akan merasa takut dan gugup ketika hendak melakukan hubungan suami istri di malam pertama."
"Secara psikologi dan fisik si mempelai wanita sulit untuk ditembus pertahanannya, karena baru melakukan hubungan suami istri. Nah, kesulitan inilah yang kemudian membuat istilah belah duren diasosiasikan dengan malam pertama," ucap Mahen lagi.
"Oh, gitu ya Kak. Memang benar takut Kak, tapi juga penasaran, sebenarnya bagaimana sih rasanya, jika si anu dan si ani bersatu, " ucap Devani malu sambil menutup mulut dengan kedua tangannya.
Devani memberi istilah untuk bagian penting laki-laki si anu dan untuk bagian perempuan adalah si ani.
"Tuh kamu pinter, kasi istilah untuk mereka," ucap Mahen sambil mengacak rambut Devani.
Kemudian Mahen menambahkan penjelasannya, "Namun, seiring berjalannya waktu, perkembangan zaman dan perubahan struktur sosial masyarakat, aktivitas malam pertama tidak lagi menjadi momen yang sakral. Budaya barat yang masuk ke Tanah Air membawa pengaruh negatif bagi generasi muda. Ada oknum sepasang kekasih yang belum resmi menikah, sudah melakukan kegiatan belah duren sebelum waktunya. Ini membuat istilah belah duren kehilangan kesakralannya, dan mulai digunakan di dalam semua aktivitas yang berbau hubungan suami istri," terang Mahen.
Devani pun mengangguk, lalu dia berkata, "Jangan sampai terjadi di keluarga kita ya Kak!"
"Nah itu tugas kamu nantinya, untuk menjaga dan menjelaskan kepada anak keturunan kita, agar jangan ternodai sebelum malam pengantin. Termasuk menjaga Annisa nantinya," ucap Mahen sambil memeluk erat Devani.
"Terimakasih ya, sudah menjaganya untukku. Aku ingin memberikan kejutan untukmu, tapi malah kamu duluan yang memberikan kejutan untuk ku. Aku salut dan bangga kepadamu. Oh ya Sayang, jika kamu belum siap dan takut untuk melakukan belah duren, aku akan menunggunya hingga kamu benar-benar siap. Aku tidak akan memaksamu Yang, walaupun sebenarnya kepalaku sudah hampir pecah saat menahannya," ucap Mahen sambil tertawa.
"Sini, aku kusuk kepala Kakak biar reda pusingnya," ucap Devani sambil duduk menghadap Mahen dan mengusuk kepalanya perlahan.
Devani yang kata Mama nya lahir sunsang, memang enak hasil pijatannya, Mahen saja hampir ketiduran.
Kemudian Devani mencium Mahen, lalu berkata, "Aku juga beruntung bersuamikan Kak Mahen. Kesediaan Kakak, memberiku cinta saja, sudah menjadi anugerah terindah untukku," ucap Devani.
Keduanya saling berpelukan erat, lalu mereka memutuskan membersihkan diri, bersiap untuk dinner keluar, karena masih ada kejutan yang ingin Mahen berikan kepada Devani.
__ADS_1
Sambil menunggu mereka bersiap untuk dinner yuk kepoin karya sahabatku, pastinya nggak kalah seru dong, lanjut ya ke sana🙏♥️