BERI AKU CINTA

BERI AKU CINTA
BAB 93. MENEMUKAN JEJAK DEVANI


__ADS_3

Orang kepercayaan Papa Gara sedang melaporkan apa yang dia lihat saat di rumah sakit.


Papa Gara penasaran, siapa wanita yang berhasil merubah sikap putranya itu. Dia juga mendapatkan laporan, jika Gara dalam beberapa hari ini, tidak pernah lagi datang ke club untuk bermabuk-mabukan dan bermain wanita.


Gara juga serius mengelola perusahaan Papanya dan tadi dia berjanji, setahun ke depan sang Papa sudah bisa pensiun dari jabatannya, karena Gara siap mengelola semua usaha yang papanya miliki.


"Tolong antar Saya ke rumah sakit!" perintah Papa Gara kepada asisten pribadinya.


Mereka pun segera menuju ke rumah sakit di mana Gara sedang menjaga wanitanya. Namun, sebelum masuk ke ruang rawat, pengawal sudah memberitahu tentang kondisi pasien. Papa Gara menebak, jika putranya lah yang menyebabkan wanita itu mengalami gangguan jiwa hingga dia sangat menyesal.


Papa melihat Gara tidur, sambil menjaga wanitanya yang juga sedang tertidur. Beliau tahu mungkin pengaruh obat dari dokter telah membuat wanita itu tidak memberontak seperti yang asistennya bicarakan tadi.


Papa memandangi Gara, putranya tampak lelah dan memang lebih kurus dari biasanya. Beliau akan mendukung Gara, apapun yang akan dia lakukan selagi hal itu membawa dampak positif bagi sang putra.


Gara menggeliat dan mengerjapkan mata, lalu mata Gara membulat saat melihat sang Papa sedang berdiri di hadapannya.


"Pa! Sejak kapan Papa ada di sini?" tanya Gara yang terkejut dan spontan berdiri.


"Sejak anak Papa ini berubah, dan berani mempertanggungjawabkan kesalahannya," ucap Papa Gara.


"Papa tahu semuanya? Apa Papa tidak marah terhadap Gara?" tanya Gara.


"Papa belum tahu semua permasalahannya dan Papa harap kamu bisa menjelaskan apa sebenarnya yang terjadi dan siapa wanita yang sedang terbaring itu," ucap Papa lagi.


"Baiklah Pa, sebaiknya kita keluar, Gara akan menceritakan semua yang terjadi kepada Papa, kasihan jika sampai Vina terbangun, dia baru saja bisa tidur, itupun karena pengaruh obat," ajak Gara.

__ADS_1


Keduanya keluar ruangan dan duduk di bangku tunggu yang ada di lorong rumah sakit tersebut, tapi sebelumnya, Gara sudah meminta perawat untuk memperhatikan wanitanya yang sedang tertidur.


Kemudian, Gara mulai menceritakan awal mula dia bertemu wanitanya, hingga terjadilah kejadian malam yang membuat wanita itu stres seperti sekarang ini.


Papa mendesah, lalu beliau berkata, "Jadi, kamu tidak mengetahui siapa keluarganya dan dimana dia tinggal?"


Gara pun menggeleng, lalu berkata, "Tidak Pa, bahkan aku tidak tahu siapa namanya."


"Begini saja Gar, kita bawa dia pulang ke rumah, panggil dokter terbaik untuk merawatnya. Papa rasa itu akan lebih baik, jika dia bisa merasakan kehangatan sebuah keluarga. Mama pasti juga akan membantu menjaga, saat kamu ke kantor. Jadi, kamu bisa lebih tenang saat bekerja," saran Papa Gara.


"Terimakasih Pa," ucap Gara sambil memeluk Papanya.


Kemudian Gara pun berkata lagi, "Maafkan aku ya Pa, selama ini selalu menyusahkan Papa dan Mama."


Yang terpenting sekarang, kamu benahi hidupmu demi masa depan mu nanti, papa hanya bisa memberi saran dan kamulah yang harus merubahnya."


"Sekali lagi terimakasih ya Pa, besok Gara akan urus pemindahan perawatan seperti yang Papa sarankan."


Papa Gara pun pergi bersama sang pengawal, kini Gara lebih lega, karena rahasia besar yang dia sembunyikan dari keluarganya telah terungkap dan Gara pun mendapatkan dukungan dari sang Papa untuk menebus semua kesalahannya.


Setelah bayangan sang Papa tidak terlihat lagi, Gara pun kembali ke dalam ruang rawat.


Di sana, Gara memandangi tubuh wanitanya, dia sangat prihatin melihat tubuh itu semakin kurus.


__ADS_1


Di rumah kediaman Bastian.



Bastian terkejut saat mendapat telepon dari salah satu temannya yang bekerja di rumah sakit. Lalu dia segera menyambar jaket dan kunci motor untuk mengecek kebenaran dari kabar yang dia dapatkan.



Di perjalanan, Bastian mengebel Mahen dan menceritakan informasi yang dia dapatkan.



Mahen yang sedang berbicara dengan Hans tentang bagaimana cara membuka kedok Lusy tanpa harus membahayakan nyawa Devani, sangat terkejut dan merasa senang sekaligus sedih. Karena Bastian mengatakan jika wanita yang mirip Devani itu saat ini sedang sakit.



Tanpa pedulikan apapun lagi, Mahen langsung mengajak Hans untuk segera menyusul Bastian.



Mahen mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, dia tidak peduli ada polisi di depan mereka. Mahen menerobos lampu merah, hingga mereka pun di stop oleh pak polisi dan di kenai surat tilang serta di minta untuk mengurusnya ke kantor.



Dengan kesal terpaksa Mahen mengikuti kemauan Pak polisi dan sekarang dia jadi terlambat untuk mengecek kebenaran tentang berita Devani yang saat ini sedang di rawat di rumah sakit.

__ADS_1



Gara sudah selesai membereskan semua administrasi rumah sakit, lalu dia meminta kedua pengawal yang selalu setia menemaninya untuk menyiapkan mobil. Mereka akan membawa wanita Gara pulang ke rumah orangtuanya.


__ADS_2