BERI AKU CINTA

BERI AKU CINTA
BAB 75. MENYENANGKAN HATI SUAMI


__ADS_3

"Bismillah," ucap Devani ketika memandang dirinya di cermin setelah selesai menggunakan lingerie pilihan suaminya itu. Dia berharap malam ini bisa memberikan kebahagiaan seperti yang didambakan oleh Mahen suaminya.


Sebagaimana di sebutkan dalam ajaran Islam bahwa, salah satu karakter wanita shalihah adalah mampu menyenangkan hati suami ketika suami melihatnya, baik karena pakaian, dandanan, atau sebab-sebab yang lainnya.


Lebih-lebih karena sang istri tersebut senantiasa menaati suami dan merespon perintah suami dengan penuh ketaatan, tanpa diiringi rasa sombong (congkak) atau merasa memiliki kedudukan yang lebih tinggi daripada suami.


Wanita yang paling baik menurut hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang diriwayatkan dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya, “Perempuan seperti apa yang paling baik?”


Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab,


الَّتِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ، وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ، وَلَا تُخَالِفُهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهَا بِمَا يَكْرَهُ


“Yang paling menyenangkan jika dilihat suami, mentaati suami jika suami memerintahkan sesuatu, dan tidak menyelisihi suami dalam diri dan hartanya dengan apa yang dibenci oleh suaminya.” (HR. An-Nasa’i no. 3231, dinilai shahih oleh Syaikh Al-Albani)


Maksud, “tidak menyelisihi suami dalam diri dan hartanya dengan apa yang dibenci oleh suaminya”, misalnya sang suami tidak suka melihat istri memakai baju jenis tertentu, padahal baju tersebut sangat disukai oleh sang istri. Maka seorang istri shalihah akan mendahulukan keinginan suami daripada selera dirinya sendiri.


Inilah karakter wanita (istri) yang terbaik, yaitu dia berusaha memperbagus dan mempercantik dirinya ketika berada di hadapan suaminya atau setiap kali dia bersama dengan suami. Demikian pula, perhatian dan fokus utama seorang istri adalah berkaitan dengan kebutuhan, keinginan, dan perintah sang suami.


Devani ingin berusaha menjadi istri seperti yang di sebutkan di dalam hadits tersebut.


Dengan malu saat keluar dari toilet, satu tangannya menutupi bagian dada yang terlihat terbuka dan satu tangan lagi menarik-narik ujung lingerie agar menutupi bagian lututnya.


Mahen yang melihat sikap malu-malu sang istri, lalu mendekat, memeluknya sambil bertanya, "Kenapa harus di tutup Yang, kamu sangat cantik malam ini," ucap Mahen sambil mencium sang istri.


"Kalau selalu berpenampilan seperti ini, bisa-bisa kamu aku sekap terus di dalam kamar Yang," bisik Mahen hingga membuat Devani bergidik.


Rasa sakit akibat belah duren kemaren saja belum hilang, malam ini Devani bakal mendapatkan serangan lebih hebat lagi jika melihat dari cara Mahen memeluk dan menciumnya.


Melihat penampilan seksi Devani, membuat Mahen tak ingin melepaskannya lagi, dia ingin malam ini mereka menghabiskan beberapa ronde pertempuran.


Rasa haus Mahen setahun lebih mulai terbayar dan kini kebahagiaan berumah tangga perlahan mulai kembali.


Devani tak bisa mengelak lagi saat suaminya semakin buas menikmati semua keindahan yang dia miliki.


Rasa sakit yang awalnya dia rasakan, kini perlahan hilang dan berubah menjadi kenikmatan dunia. Keduanya terlena, sama-sama menikmati surganya perkawinan.


Rasa lelah sehabis beberapa kali pertempuran membuat keduanya tertidur, bergelung, saling berpelukan di balik selimut.

__ADS_1


Menjelang dinihari, junior kembali beraksi, Devani hanya pasrah, karena dia sudah tidak memiliki tenaga lagi untuk menandingi permainan Mahen.


Begitu Mahen mencapai kepuasan, tiba-tiba pintu kamar mereka di ketuk dan terdengar suara Annisa yang sedang menangis memanggil manggil bundanya.


Mahen buru-buru memakai piyamanya, sedangkan Devani hanya menutupi tubuhnya yang tanpa sehelai benangpun dengan selimut yang ada di sana. Dia tidak mampu berdiri karena rasa sakit di bagian intinya akibat serangan-serangan ganas suaminya malam ini.


Takut, jika semua anggota keluarga mendengar suara tangisan Annisa yang semakin kencang, Mahen buru-buru membuka pintu dan dia lupa jika belum mengumpulkan pakaian Devani yang berserakan sembarang arah, di lantai.


"Kenapa menangis Sayang?" tanya Mahen sambil menggendong putrinya.


"Bunda, aku mau Bunda! Papa kenapa ada di kamar Bunda, mana Bunda Pa?" tanya Annisa sambil terisak.


"Itu! Bunda kamu sedang tidur. Tapi, saat ini Annisa belum boleh ya, mengganggu Bunda," ucap Mahen sambil melirik ke arah tempat tidur. Di sana Devani pura-pura tertidur.


"Memangnya kenapa Pa? Bunda sakit ya, kenapa tubuh Bunda di balut selimut dan itu baju bunda kenapa berserakan di lantai Pa?"


Mahen tergagap, lalu dengan cepat dia berkata, "Iya Bunda sakit. Dan itu baju bunda berserakan karena, tadi malam papa harus mengompres tubuh bunda yang panas. Jadi, sekarang kita balik yuk ke kamar kamu! Papa yang akan temani Nisa dan biarkan Bunda beristirahat di sini," ucap Mahen sambil mencium pipi putrinya.


"Nisa, telepon 'kan Dokter ya Pa, biar kesini memeriksa Bunda, agar Bunda cepat sembuh," ucap Annisa.


Devani terkikik di balik selimut, apalagi saat Mahen beralasan sudah mengompres dan memberi obat untuknya. Devani ingin melanjutkan tidur sambil menunggu datangnya pagi. Namun matanya tidak mau terpejam, ternyata tidak adanya Mahen di sampingnya Devani merasa ada yang kurang.


Mahen yang sudah berhasil menidurkan Annisa, diapun kembali ke kamar Devani. Saat melihat Devani masih terjaga, Mahen pun bertanya, "Kenapa belum tidur Yang, apa mau satu ronde lagi, mumpung belum masuk waktu subuh," ucap Mahen mesum, sambil senyum-senyum menggoda sang istri.


Devani membulatkan mata, memanyunkan bibir, lalu dia menyusupkan kepalanya ke dada Mahen, dia ingin tidur dalam pelukan suaminya itu.


Sekarang aroma tubuh Mahen sudah menjadi candu bagi Devani, hingga sebentar saja diapun sudah terlelap dalam pelukan Mahen.


Mahen tersenyum melihat istrinya sudah tertidur dalam pelukannya, dia menciumi puncak kepala Devani sambil bermonolog, "Terimakasih Sayang. Terimakasih telah melengkapi hidupku, telah memberiku cinta dan kasih sayang yang tidak pernah aku bayangkan sebelumnya."


Lalu Mahen pun ikut terlelap, keduanya bergelung di dalam selimut, bermimpi indah tentang masa depan rumah tangga mereka.


Panggilan dari masjid membangunkan keduanya, lalu Mahen bergegas menggendong Devani ke kamar mandi, saling membersihkan diri dan bersiap untuk menjalankan ibadah.


Seperti biasa, Devani ingin pergi ke dapur, dia akan menyiapkan sarapan untuk anggota keluarga, tapi Devani kesulitan berjalan, bagian bawahnya terasa sangat sakit.


Hari ini di atas seprai tempat tidurnya, ternyata masih juga ada darah seperti kemaren, saat Mahen berhasil membobol selaput keperawanannya.

__ADS_1


Mahen tahu apa yang dirasakan oleh sang istri, lalu dia meminta agar Devani berbaring saja. Mahen akan menyiapkan sarapan, setelah itu mencuci seprai dan memanggil Dokter keluarga agar bisa memberikan obat pereda nyeri untuk sang istri.


Bersambung......




Sambil menunggu aku Up lagi, mampir yuk sobat ke karya Mbah cantikku, silahkan lanjut ke sana ya dan jangan lupa beri dukungan kalian ke dalam karya-karya kami. Terimakasih 🙏♥️



![](contribute/fiction/4442906/markdown/24522111/1657603618655.jpg)



KEMBALI KE MASA SMA


(Tita Dewahasta)



Madya gagal dalam rumah tangganya. Mantan suaminya kemudian menikah dengan mantan baby sitter yang bertahun-tahun bekerja padanya.



Dia pun frustasi dan berandai kembali ke masa lalu untuk memperbaiki keadaan. Dalam sebuah perjalanan, kepala Madya terantuk setir mobil.



Beberapa saat setelahnya, dia kembali ke 18 tahun silam.



Dapatkah Madya memperbaiki hidupnya?


Dan bisakah Madya kembali ke masa sekarang, atau dia akan terjebak selamanya di kehidupan baru masa mudanya?

__ADS_1


__ADS_2