BERI AKU CINTA

BERI AKU CINTA
BAB 74. KEJUTAN DARI MAMA


__ADS_3

Devani tersenyum melihat Mahen yang bete, akibat sikap Annisa. dia tidak bisa menolak ajakan Anisa untuk tidur di kamarnya.


"Bun, ceritain dongeng lagi dong, seperti biasa. Oma nggak pandai mendongeng, Nisa tidak nyenyak tidurnya saat bunda pergi. Habisnya eyang tidurnya ngorok," ucap Annisa.


"Iya Sayang. Sebentar ya, Bunda ingat-ingat dulu dongeng apa yang belum pernah bunda ceritakan ke kamu," ucap Devani.


"Oh ya Bun, memangnya masih lama ya adik dilahirkan," tanya Annisa sambil mengelus perut Devani.


"Masih dong Sayang, kalau memang Allah beri rezeki adek buat kita, 10 bulan ke depan, adik kamu baru bisa dilahirkan, tapi jika Allah belum mengizinkan, kita juga nggak tahu berapa lama, adek bisa melihat dunia dan tinggal bersama kita," jelas Devani.


"Oh gitu ya Bun. Ya, lama lagi dong! Teman-teman Nisa, semuanya sudah punya adik lho Bun. Nisa mau seperti mereka, bermain boneka, main bola dan belajar bersama-sama dengan adek," ucap Annisa sambil menciumi perut Devani.


"Sabar dong sayang. Nanti, jika sudah waktunya, pasti Annisa juga bakal punya adik seperti teman-teman. Oh ya, Nisa maunya punya adik laki-laki atau perempuan?" tanya devani iseng.


"Keduanya Bun," jawab Anisa.


"Kalau keduanya berarti Bunda harus mengandung anak kembar dong?" ucap devani.


"Seru Bun. Biar Oma, Eyang dan Nisa tidak berebut untuk gendong adik nantinya, karena punya dua adek," jawab Annisa.


"Iya sih. Baiklah, sekarang kita berdoa ya, mudah-mudahan Allah mengabulkan doa Nisa dan juga papa serta bunda," ajak Devani.


"Iya Bun, Nisa mau berdoa setiap hari, biar Allah cepat kasih Nisa Adek, dua!" ucap Annisa sambil mengacungkan kedua jarinya.


Devani pun membacakan dongeng untuk Annisa lalu membimbing putrinya itu untuk membaca doa sebelum tidur. Ternyata Annisa serius dengan permintaannya, tanpa Devani bimbing, diapun berdoa agar Allah memberinya dia orang adik sekaligus.


Setelah Annisa tertidur, Devani pun beranjak, dia ingin kembali ke kamarnya untuk berganti pakaian.


Ternyata, Mahen sudah ada di sana, dia menunggu Devani sambil mengecek akun medsosnya.


Para teman, rekan bisnis serta keluarga orangtuanya yang ada di Turki mengomentari dan mengucapkan selamat atas pernikahannya dan menyukai foto-foto mereka saat tadi siang di puncak, yang baru saja Mahen unggah di medsosnya.


Melihat Devani sudah datang, Mahen menutup ponselnya, lalu mendekat dan memeluk sang istri sambil berbisik, "Sudah aman 'kan Yang?"

__ADS_1


Devani mencebikkan bibirnya, lalu berkata, "Belum lho Yang, aku kesini mau berganti pakaian dan kembali ke kamar Nisa lagi, nanti takutnya Annisa terbangun dan mencariku, soalnya dia baru saja tertidur," ucap Devani.


"Jadi, bagaimana Yang? lihatlah, si junior tidak bisa diajak kompromi," ucap Mahen sambil melancarkan aksinya, mencium lembut bibir sang istri.


Devani tidak membalas ciuman Mahen, dia sengaja ingin menggoda sang suami.


"Sudah Yang, aku harus segera balik ke kamar Annisa. Bagaimana aku akan berganti baju, jika kamu nempel begini," ucap Devani sambil berusaha lepas dari pelukan Mahen.


Mahen terpaksa melepaskan Devani, dia duduk di tepi tempat tidur memperhatikan sang istri yang pergi menuju lemari pakaian untuk mencari baju tidurnya.


Devani tercengang, saat melihat isi lemarinya, kenapa isinya sudah berganti, pakaian tidur yang biasa dia pakai satu pun sudah tidak ada, yang ada sekarang malah aneka model lingeri warna warni yang tergantung di sana.


Devani mematung, dia tidak habis pikir, itu perbuatan siapa. Jika perbuatan Mahen jelas tidak mungkin karena baru kali ini Mahen masuk ke dalam kamarnya, lagipula kapan Mahen mempersiapkan semua ini sementara mereka seharian kemaren pergi ke puncak.


Mahen yang melihat Devani mematung pun bertanya, "Kenapa Yang? kok kamu malah bengong, katanya mau cepat ke kamar Nisa. Aku akan menunggu di sini, tapi kamu harus janji ya, lewat tengah malam harus kembali ke sini. Jika tidak, aku yang akan samperin kamu di sana, biar saja kita buat adeknya di kamar Nisa," ucap Mahen sambil meringis membuat ancaman.


"Bagaimana aku akan kembali kesana jika...," Devani menghentikan ucapannya.


"Memangnya ada apa Yang," tanya Mahen sambil bangkit dan menghampiri sang Istri.


"Kenapa kamu menutup lemari dan tidak jadi berganti pakaian?" tanya Mahen.


Nggak apa-apa Yang, nanti saja. Aku balik dulu ke kamar Anisa ya," pamit Devani, sambil berlalu meninggalkan Mahen dan keluar kamar menuju kamar Annisa.


Mahen penasaran, lalu dia buru-buru membuka lemari pakaian tersebut yang kebetulan lupa di kunci oleh Devani. Dia tertawa melihat isinya, lemari pakaian Devani ternyata penuh dengan lingerie-lingerie dengan warna-warna kesukaannya.


Menurut dugaannya, itu pasti perbuatan sang Mama, karena dulu saat pernikahan pertamanya, sang mama juga menyelipkan lingerie ke koper bulan madu dirinya bersama Devina.


"Mama...mama, masih saja usil, sama seperti dulu," ucap Mahen.


Hati Mahen gembira, lalu dia menyusul sang istri di kamar Annisa, ternyata Devani sedang duduk di sofa yang ada di kamar itu, sambil memainkan ponsel. Sedangkan Annisa sudah tertidur nyenyak.


Devani kaget melihat Mahen datang, dia bingung harus membuat alasan apa, untuk sementara menghindari Mahen sampai pesanan baju tidurnya sampai.

__ADS_1


Rupanya tadi Devani menghubungi grab untuk jasa titip, dia ingin membeli baju tidur seperti yang biasa dia gunakan.


Mahen menghampiri Devani lalu duduk disampingnya, dia menggenggam tangan sang istri lalu menciumnya sambil berkata, "Kamu kenapa? Maafkan Mamaku ya, aku tahu kamu enggan memakai lingerie-lingerie itu. Mama memang seperti itu, beliau hanya ingin, kita semakin dekat dan segera memberikan mereka cucu lagi."


"Ayo, kita kembali ke kamar, kalau kamu tidak mau menggunakannya, aku tidak masalah kok, ada kamu disisiku dengan pakaian seperti ini saja sudah senang. Tapi jika kamu memakai itu semua tentunya lebih senang lagi, surprise untuk ku," ucap Mahen.


Mahen menarik Devani ke dalam pelukannya, lalu berkata lagi, "Mau baju apapun yang kamu pakai, bagiku kamu tetap cantik."


"Kak Mahen pandai gombal," ucap Devani.


"Nggak apa-apa 'kan, sekarang kita tinggal Annisa?" tanya Mahen berharap Devani tidak menolak ajakannya.


Akhirnya Devani pun mengangguk hingga membuat Mahen dengan repleks menggendong, membawa Devani kembali ke kamarnya.


Sesampainya di kamar, tanpa menunggu persetujuan Devani, Mahen langsung ******* bibir mungil, kenyal dan lembut milik istrinya itu tanpa memberi jeda hingga Devani kewalahan mengimbanginya.


Pagutan demi pagutan, Mahen lakukan hingga Devani mendesah. ******* semakin sering lolos dari mulut Devani, saat permainan Mahen mulai turun kebagian dada sang istri yang menjadi salah satu bagian favoritnya.


Mahen ingin melepaskan pakaian sang istri, tapi Devani menahan tangannya, lalu dia berkata, "Aku akan memakainya Yang, aku ingin melihatmu bahagia dan puas dengan hubungan kita. Ajari aku ya, agar bisa menciptakan kebahagiaan untuk rumah tangga kita. Tolong Yang, ambilkan mana yang paling kamu suka," ucap Devani sambil membuka lemari pakaiannya.


Mahen yang mendapatkan lampu hijau merasa senang, dia mencium Devani lalu memilih salah satu lingerie yang menurutnya paling seksi jika di kenakan oleh sang istri malam ini, hingga bisa menaikkan hasratnya ke puncak tertinggi.


Sebenarnya sih semua lingerie pemberian sang mama bagus dan seksi, entah mengapa malam ini Mahen merasa Devani akan terlihat lebih menggairahkan jika mengenakan lingerie berwarna merah setinggi diatas lutut dengan cardigan tipis sebagai pelengkapnya.


Bersambung.....




Hallo sahabat semua, sore ini aku rekomendasikan karya sahabatku Kak Lena Laiha, mampir yuk di sana dan jangan lupa dukung karya kami dengan follow akun author, beri favorit, Vote, like dan tinggalkan komentar membangun kalian ya. Terimakasih 🙏♥️


__ADS_1


![](contribute/fiction/4442906/markdown/24522111/1657528089420.jpg)


__ADS_2