BERI AKU CINTA

BERI AKU CINTA
BAB 61. PERMINTAAN TERAKHIR BASTIAN


__ADS_3

"Syukur deh, kamu tidak tergoda, selama bergaul dengan mereka. Aku sampai mau muntah tadi Hen, apalagi melihat wanita genit itu," ucap Hans.


Mahen tertawa mendengar celotehan adiknya, lalu dia berkata, "Itu belum ada apa-apanya Hans, bahkan ada yang lebih parah," ucap Mahen.


"Menyerahkan diri tanpa di bayar, juga banyak," ucap Mahen lagi.


"Wanita bodoh!"


"Ya begitulah, juga banyak pria bodoh terjerat," ucap Mahen lagi.


"Salah satunya kamu, terjerat tapi untung belum terlilit," ucap Hans mengejek sang Kakak.


Mahen dan Hans tiba di rumah pukul 02.00 dini hari hingga membuat Papa Mamanya khawatir.


Papa mama menunggu mereka hingga kembali dan bertanya, "Memangnya kalian dari mana saja! tidak pantas pulang lewat tengah malam, apa anggapan Devani dan besan nanti," ucap Mama.


"Maaf Ma, tadi kelamaan ngobrol dengan teman, lagi pula kami 'kan pergi berdua Ma, jadi aku tidak mungkin dibiarkan oleh Hans, berbuat macam-macam di luaran," ucap Mahen.


"Bukan begitu, kamu itu sebentar lagi menikah, Mama tidak mau terjadi apa-apa dengan kamu. Cukup Devani saja yang celaka," ucap mama lagi.


"Iya deh Ma, aku salah! Lain kali aku tidak akan keluar sampai larut," ucap Mahen.


"Ya sudah, istirahatlah kalian. Mama dan Papa juga akan beristirahat," ucap mama.


Mereka pun segera kembali ke kamar masing-masing.



Di rumah Bastian.

__ADS_1



Sejak pulang dari rumah sakit, Bastian tidak tenang memikirkan bagaimana keadaan Devani sekarang, dia menyesal telah membuat gadis itu terluka.



Bastian tidak bisa tidur, pikirannya kembali ke masa-masa dimana dulunya dia bahagia bersama Devani sebelum terjadinya kecelakaan yang merenggut nyawa Devina.



Dari situ, timbul semangatnya lagi untuk berjuang, dia tidak akan menyerah walau waktunya hanya tinggal satu hari lagi.



Besok pagi Bastian akan coba menelepon Devani dan minta agar mau datang menemuinya tanpa Mahen. Rencananya kali ini harus berhasil untuk menggagalkan pernikahan mereka.



Lusy tidak bisa terima, dia harus mencari cara untuk menggagalkan pernikahan Bosnya itu.


"Gar bantu aku dong! Pernikahan itu harus gagal, coba besok kamu cari info tentang gadis itu, harus cepat! Waktunya sudah sangat mepet," ucap Lusy.


"Aku nggak bisa janji Lus, kamu telat sih, tapi akan aku usahakan, demi sahabat, aku pernah hutang budi sama kamu," ucap Gara.


"Yang penting usaha deh, masalah hasil pikirkan nanti," ucap Lusy.


"Oke, aku tidur dulu ya, pusing nih kepala, tadi kebanyakan minum. Oh ya, ada yang lupa, kenapa musti Mahen yang kau incar, itu dia punya adik yang tidak kalah gagah dan juga pebisnis lho. Daripada susah-susah berbuat jahat dan licik, mending kamu kejar yang jelas-jelas masih single dan lebih muda," ucap Gara.


Memangnya, perasaan bisa segampang itu Gar, dipindah-pindah? Kalau gampang dipindah, mungkin aku sudah milih kamu. Nggak punya pekerjaan tetap, tapi masa depan terjamin, warisannya banyak, nggak bakalan ada habis tujuh turunan," ucap Lusy hingga membuat Gara tertawa ngakak.

__ADS_1


"Sudahlah, kamu makin ngaco, aku tutup ya!" ucap Gara.


Gara pun menutup ponselnya, sebenarnya dia tidak mau mengganggu rencana pernikahan Mahen, bagaimanapun Mahen juga telah jadi sahabatnya selama ini. Tapi dia juga tidak bisa menolak permintaan Lusy untuk mencarikan info.


Di rumah Andara, seperti biasa pagi hari sudah repot dengan kegiatannya masing-masing.


Pagi ini Mahen akan mengunjungi rumah baru yang akan dia tempati bersama Devani, karena ada beberapa hal yang harus dia urus sebelum kepindahan.


Mahen ingin meminta pendekor untuk menata semua perabot serta hiasan yang ada di sana secantik mungkin dan harus selesai hari ini juga. Karena setelah pernikahan besok, mereka akan langsung pindah ke rumah itu.


Sementara Mahen mengurus hal itu, mama mengajak Devani untuk perawatan Spa agar tubuhnya besok lebih segar saat acara pernikahan.


Sebenarnya Devani malas, tapi apa boleh buat, dia tidak bisa menolak permintaan calon mertua.


Devani dan Mama Mahen di antar oleh Hans, sekaligus Hans akan mengajak Annisa jalan-jalan. Tapi sebelumnya, Mahen telah berpesan sekitar jam 11 mereka sudah harus pulang, karena Mahen ada janji makan siang bersama temannya dan ingin memperkenalkan Devani.


Makanya mama tidak ikut perawatan, beliau hanya menemani Devani saja.


"Ma, jika mama ingin jalan bersama Hans dan Annisa, silahkan ma! soalnya daripada bosan menungguku disini, bukankah lebih baik cuci mata di mall," ucap Devani.


"Benar juga kamu Van, baiklah mama akan pergi bersama mereka. Call saja jika sudah siap, ya! nanti kami jemput," ucap Mama.


Mama Mahenpun pergi bersama Annisa dan Hans, sementara Devani masuk ke tempat Spa. Belum sempat dia menemui karyawan dan mendaftar di sana, ponselnya pun berdering.


Devani melihat di hp nya, nomor siapa yang sedang memanggil, ternyata nomor Bastian. Devani ragu, apa dia akan angkat atau tidak.


Bastian melakukan panggilan berulang-ulang, namun Devani tetap tidak mengangkatnya. Kemudian Bastian mengirim pesan yang berisi, bahwa dia akan menunggu Devani di arena balapan, untuk bertemu dia terakhir kali.


Apakah Devani akan menyetujui permintaan Bastian? yuk ikuti terus ya, ceritanya 🙏♥️

__ADS_1


__ADS_2