
"Mau kemana kita Kak? Kita belum pamit kepada Papa Mama dan Annisa, nanti mereka mencari kita," ucap Devani.
"Tenang saja Sayang, nanti aku telepon mereka agar tidak khawatir," ucap Mahen.
Mahen kemudian menghubungi seseorang, dia hanya mengucapkan satu, "Siapkan!"
Dan orang yang Mahen hubungi pun terdengar oleh Devani menjawab dengan dua kata, "Beres Tuan!"
Devani penasaran, sebenarnya kejutan apa yang suaminya coba berikan. Tapi karena, namanya saja kejutan, ya sudah deh, akhirnya Devani sabar menanti dan pasrah, akan di bawa kemana dirinya sore ini oleh sang suami.
"Tidurlah! Nanti, jika sudah sampai aku bangunkan," ucap Mahen sambil mengelus kepala Devani yang terlihat sedang menutup mulutnya karena menguap.
Mahen tahu, stamina istrinya belum pulih, tapi dia tetap akan memberikan kejutan sebagai tanda permintaan maafnya tadi dan sebagai bukti bahwa dirinya sungguh-sungguh ingin membina rumah tangga yang harmonis bersama sang istri.
Devani pun memejamkan mata, rasa lelah dan kantuk membuatnya langsung tertidur. Mahen pun tersenyum melihat sang istri tidur tenang seperti seorang bayi.
Kembali dia mengelus puncak kepala Devani, lalu turun ke pipinya dan mengelus bibir mungil sang istri dengan ibu jarinya.
Mahen tersentak, dia teringat Devina, semua kecantikan yang dimiliki Devani, nyaris sama persis seperti mendiang istrinya, jika dilihat saat dia tertidur meringkuk seperti sekarang.
Dengan menghela nafas dan membuangnya perlahan, Mahen berusaha menormalkan kembali perasaannya. Lalu dia bermonolog, "Ini tidak boleh! Dia adalah Devani bukan Devina. Dia sekarang istriku, aku tidak boleh menyakiti perasaannya dengan menghadirkan bayangan Devina dalam pikiranku."
Mahen menghela nafas lagi, "Aku pasti bisa mencintainya dengan tulus dan ikhlas seperti aku mencintai Devina. Maafkan aku Sayang! Aku janji akan berusaha melawan kenanganku bersama kakakmu dan menyimpannya hanya sebagai masa lalu indah. Kamu sekarang hidupku dan masa depanku."
Kemudian Mahen memberi kecupan lembut di bibir mungil milik istrinya itu. Devani yang merasa ada sesuatu menyentuh bibirnya pun mengerjapkan mata, lalu Mahen tersenyum sambil berkata, "Tidurlah lagi, kita belum sampai."
Devani membalas dengan anggukan dan senyum, lalu diapun kembali tertidur.
Mobil Mahen sudah memasuki kawasan tujuannya dan seseorang yang tadi dia telephone pun telah menanti dan telah menyiapkan kejutan romantis sesuai yang diinginkan oleh Mahen.
Ternyata, Mahen membawa Devani ke puncak. Selain menjadi destinasi wisata keluarga, puncak juga kerap kali dijadikan sebagai tempat yang cozy bagi suami istri yang ingin berlibur sembari menghabiskan waktu bersama.
__ADS_1
Udara puncak yang sejuk, kafe-kafe unik yang asik dijadikan tempat nongkrong, ditambah dengan berbagai kuliner yang lezat menggugah selera membuat kawasan puncak ini selalu menjadi pilihan bagi para pasutri yang ingin melepas penat bersama, khususnya untuk berbulan madu.
Refreshing dan berlibur di puncak bersama pasangan memang kurang lengkap jika tidak sekalian menginap di hotel yang romantis.
Sebenarnya Mahen telah membooking tempat ini untuk liburan bersama seluruh keluarga minggu depan, tapi karena kejadian tadi membuat Mahen mengubah rencananya.
Rencana bulan madu yang telah Mahen susun, tetap akan dilakukan nanti, saat Annisa sudah menerima raport kenaikan kelas, jadi sekalian mengajak Annisa liburan ke negara asal Opanya.
Sekarang waktunya untuk mereka berduaan saja menikmati kebersamaan sebagai pasangan pengantin baru.
Hotel Novotel Bogor Golf Resort and Convention Center, ini adalah pilihan tepat bagi Mahen, berhubung waktu liburan mereka yang singkat dan letaknya juga tidak terlalu jauh dari kota Jakarta, tempat tinggal Mahen.
Sebagai hotel yang memiliki cabang di beberapa kota, Novotel juga tak ingin ketinggalan untuk membangun hotel romantis di puncak. Hotel Novotel Bogor Golf Resort and Convention Center adalah sebuah hotel modern yang cocok bagi pasangan yang ingin memperoleh kenyamanan berbagai fasilitas hotel bintang empat.
Hilda, orang kepercayaan di hotel ini, yang merupakan teman Mahen telah menyiapkan kamar buat mereka dan menyiapkan kejutan seperti yang Mahen minta.
Mahen keluar dari mobil, lalu mengecup sang istri dan menggendongnya ala bridal style menuju kamar yang telah di siapkan oleh Hilda.
Devani terbangun, dia malu, lalu meminta untuk di turunkan dari gendongan Mahen.
Melihat sekelilingnya terasa asing dan hari pun telah menjelang senja, Devani langsung menebak, jika malam ini mereka akan menginap di tempat ini.
Mahen tidak mengizinkan Devani untuk turun dari gendongannya, dia tidak peduli jika beberapa karyawan dan pengunjung hotel memperhatikan mereka. Yang terpenting baginya, sekarang ingin memanjakan dan membahagiakan sang istri.
Devani menyembunyikan wajahnya di dada Mahen, dia malu, tapi hatinya berbunga-bunga mendapatkan perlakuan romantis dari sang suami. Devani tidak pernah menyangka, kebahagiaan bisa datang di awal pernikahan mereka, yang memang awalnya tidak di dasari oleh rasa cinta melainkan keikhlasan untuk saling melengkapi.
Kamar pengantin mereka dihias sangat indah dengan taburan kelopak bunga mawar yang dilakukan oleh Hilda bersama tim dekornya, hingga membuat Devani terpana, dia tidak menyangka jika Mahen bisa seromantis ini, memperlakukan dirinya. Devani malu, dulu dia selalu menganggap Mahen itu orang yang kaku dan diktator.
__ADS_1
Mahen merebahkan tubuh sang istri di ranjang yang juga telah di hiasi oleh kelopak-kelopak bunga mawar merah dengan paduan seprai putih dan selimut berwarna merah maroon menambah kekontrasan paduan warna di kamar itu.
Dengan malu-malu Devani bertanya, "Malam ini kita menginap di sini, lantas, bagaimana dengan Annisa, apa dia tidak menangis mencari kita Kak?"
"Dia pasti mengerti, kemaren kami sudah bicara, aku bertanya kepadanya, apakah dia menginginkan seorang adik atau tidak. Eh, Annisa langsung mengangguk. Jadinya aku memiliki kesempatan untuk menjelaskan bahwa, jika memang dia menginginkan adik, Annisa harus rela membiarkan bundanya tidur bersamaku dan Dia tidur di kamarnya," ucap Mahen senyum-senyum sambil menatap wajah sang istri yang merona merah muda karena menahan rasa malu.
Kemudian Mahen melanjutkan ucapannya, "Ternyata Annisa langsung setuju. Aman 'kan buat kita? Jadi malam ini kita bisa dengan tenang membuat adik untuknya," ucap Mahen yang dengan sengaja ingin menggoda Devani.
Devani menepuk lengan sang suami, sambil berkata, "Jahat banget Kak Mahen, tega mengibulin anak sendiri!"
"Lho bukan ngibul, tapi kenyataan, mau bukti sekarang juga Yang? juniorku sudah siap kok, bikin adik buat Annisa," ucap Mahen sambil tersenyum mesum dan menaik turunkan alisnya yang tebal hingga membuat Mahen, terlihat semakin tampan.
Kemudian dia mendekatkan wajahnya ke wajah Devani, sekarang wajah keduanya sangat dekat dan nyaris tak berjarak.
Hawa panas mulai menjalari tubuh keduanya, hembusan nafas mereka pun beradu hingga membuat Devani menelan ludahnya dengan susah. Devani tidak memungkiri wangi tubuh Mahen belakangan ini telah menjadi candu untuknya.
Devani tidak menolak sama sekali, saat Mahen mulai menempelkan bibirnya. Kini bibir keduanya telah menyatu, Mahen mengulum lembut bibir sang istri hingga membuat Devani pun seperti tersihir, dengan rela mengikuti ritme permainannya.
Ciuman mereka pun semakin panas dan menuntut, serta nafas Mahen terdengar memburu, hingga membuat Devani men***ah.
Mahen semakin liar melakukannya tak hanya di bagian bibir saja tapi mulai turun ke bagian yang lain, hingga de***an demi de***an lolos dari mulut Devani.
Namun suara de***an itu terdengar seperti sebuah kidung indah di telinga Mahen, hingga membuat dirinya semakin bersemangat untuk mencumbu sang istri.
Apakah syah**t Mahen yang sudah setahun lebih tak tersalurkan malam ini akan membuat malam pengantin yang indah bagi keduanya?
Ikuti terus yuk kisahnya, eits...tapi maaf sebelumnya ya para Sobat, jika pada Bab bulan madu ini sedikit hareudeng. Harap maklum ya, namanya juga pengantin baru, sudah jelas penasaran 'kan dengan kebutuhan batiniah pasangannya masing-masing.🙏😉
Bersambung....
Hai, hai...para Sobat sambil menunggu aku update lagi, mampir yuk ke karya sahabatku yang ada di bawah ini, tapi jangan lupa ya, berikan dukungan kalian di karya kami🙏♥️
__ADS_1