Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
kesenangan di club


__ADS_3

kilauan lampu disco kian memecah suasana, kian ramai kian riuh. Anggun yang sudah beberapa menit lalu tiba di sambut hangat oleh Nica dan Dewi. mereka duduk sejenak memesan minuman lalu menikmatinya.


Dewi yang sudah mulai meliuk-liukkan tubuhnya seperti cacing kepanasan sudah tak sabar untuk turun dan menikmati lantai dansa.


"cuy, kita nge dance yuk" ajaknya kepada Nica dan Anggun


"ok, kuy" Nica turun dan menyeret langkah kaki menuju lantai dansa sedangkan Anggun masih menikmati minumannya.


mabuk sudah menjadi hal yang lumrah bagi mereka. Anggun sudah mengenal kedua sahabatnya itu sejak SMA, hingga kuliah meski beda kampus tapi tetap berada di kota yang sama jadi masih bisa ketemuan.

__ADS_1


Anggun tersenyum konyol menatap kedua sahabatnya itu yang menari tak karuan, akhirnya dia terpancing lalu meneguk habis minumannya yang sudah ke tiga kali nya di pesan lalu menghampiri keduanya dan ikut menari.


waktu sudah menunjukkan pukul 2.15 wib menjelang pagi, mereka baru keluar dari club. seperti biasa Dewi yang mengurus keduanya karena sudah sempoyongan dan biasanya dia yang menyetir mobil. bahkan kadang mereka bertiga tidur di parkiran karena sudah mabuk berat.


Dewi membopong tubuh Nica terlebih dulu masuk ke kos nya, menidurkannya diatas ranjang lalu kembali keluar dan membawa Anggun. ranjangnya cukup untuk tiga orang apalagi tubuh mereka ramping atau bahkan lebih tepatnya kurus hampir tinggal tulang.


hal itu sudah menjadi kebiasan ketiganya sejak lulus SMA, club di seluruh kota ini sudan pernah mereka datangi.


Dewi memiliki orang tua yang terkenal sebagai pengusaha tekstil cukup terkenal di kota ini, namun sayangnya kedua orang tuanya kurang harmonis. sering cekcok membuatnya memutuskan untuk keluar dari rumah dan hidup mandiri sejak memasuki dunia perkuliahan, setelah lulus kuliah dia bekerja di hotel.

__ADS_1


sedangkan Nica, memiliki orang tua pengacara yang selalu sibuk dan jarang di rumah. menjadikan pekerjaan adalah segalanya hingga lupa bahwa Nica tumbuh dewasa tanpa perhatian yang cukup. mereka bahkan kadang tak tau apakah Nica sudah berada di rumah atau di Club malam. setelah lulus kuliah dia bekerja sebagai pegawai kantoran


Anggun, anak seorang pengusaha gold group yang terkenal dengan produk makanan cepat saji. setelah lulus kuliah kerjanya hanya berfoya-foya dan ke club malam. hidup berkecukupan tak membuatnya bahagia, bahkan kerap berdebat dengan ayahnya.


masa kecilnya cukup bahagia namun berubah sejak sang mama sakit parah sedangkan perekonomian keluarganya sang memprihatinkan. Wijaya, sang ayah harus bekerja keras untuk memenuhi kebutuhan keluarga hingga kurang memberikan perhatian kepada keluarganya. hingga akhirnya sang istri meninggal, dan semua kerja kerasnya sia-sia.


dia sudah berhasil membangun perusahaan kecil tapi sayangnya istrinya belum sempat melihat itu. Anggun cukup kecewa karena selama sang mama sakit, ayahnya sangat kurang memberikan perhatian. hanya Anggun, Amel sang adik dan Nenek yang kala itu selalu menunggu di rumah sakit.


1 tahun setelah sang mama meninggal, wijaya memperkenalkan mereka mama baru yang tentunya semakin menambah kebencian Anggun kepada ayahnya. Dia merasa selalu hidup sendiri apalagi sejak sang nenek meninggal, sedangkan Amel yang bisa menerima kehadiran mama baru hanya hidup seperti air mengalir. Anggun tak pernah mengajari sang adik untuk membenci mama tirinya, apalagi mama tirinya memang cukup baik dan lemah lembut dalam menghadapi keduanya.

__ADS_1


bahkan Anggun pun tak benci kehadiran adik tirinya Niko, hanya saja sulit baginya menerima kenyataan kepergian wanita yang sudah melahirkannya dan tak terima atas perlakuan ayahnya.


__ADS_2