Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Angga marah


__ADS_3

Angga masih nyaman memeluk istrinya dan tak ingin berangkat kerja padahal Anggun sudah menyuruhnya sejak tadi. bahkan untuk turun dari ranjang pun Anggun tak di perbolehkan.


"aku mau pakai baju mas..." ucap Anggun dengan nada memelas agar Angga memberikan piyama yang di tindihnya sejak semalam tapi Angga tak mau bergerak sama sekali.


"kamu mau kemana ? tak perlu repot, ini masih jam tujuh pagi laginpula aku tak ke kantor hari ini" balas Angga yang mencengkeram lengan Anggun tapi kemudian di lepaskan setelah melihat Anggun meringis kesakitan


"aku mau ke kamar mandi..." balas Anggun lagi masih meremas ujung selimut yang menutupi bahunya.


" sana kalau mau ke kamar mandi"


"tapi aku malu, kalau... hufttt" balas Anggun yang mulai kesal dengan ulah Angga


"salah kalau aku melihat nya ? aku pikir kamu sudah terbiasa dengan apa yang aku lakukan " Ucap Angga yang tak menyangka istrinya masih ada rasa malu terhadapnya


"mas...."


"sana, aku takkan melihatnya" ucap Angga sembari memejamkan kedua matanya.


Anggun sungguh jengkel, dia mengubah posisi terlentang menjadi duduk bersandar dan melihat wajah Angga yang sedang memejamkan kedua matanya. dengan cepat Anggun menarik semua selimut dan menggulungnya ke seluruh tubuhnya membuat Angga terkejut karena dia kini terlihat seperti bayi besar yang belum memakai apapun.


Anggun segera menuju kamar mandi dan keluar setelah beberapa menit lalu menuju lemari untuk mengambil pakaian bersih lalu bergegas lagi menuju kamar mandi. sementara Angga tanpa rasa malu tetap merebahkan tubuhnya dengan keadaan polos tapi Anggun tak melirik ke arahnya karena merasa malu.


selesai mandi, Anggun menyuruh Angga untuk mandi juga dan di turuti saja. mereka turun untuk menikmati sarapan meski Monica baru saja selesai dan akan berangkat bekerja. Monica paham dengan keadaan menantunya yang tengah mengandung cucunya dan tak menuntut banyak hal apalagi harus selalu sarapan bersama


tinggallah mereka berdua menikmati sarapan itu, sesekali terjadi obrolan dengan berbagai hal.


"kamu kenapa tak kerja mas ?" tanya Anggun kemudian karena merasa bingung dengan sikap suaminya pagi ini


"ya tak ada apapun, aku bisa memantau dari sini. bisa buka dokumen dari email" balas Angga santai padahal masalah perusahaannya masih sangat sulit untuk dia ikhlaskan.

__ADS_1


"ohhh begitu..." balas Anggun singkat sembari menganggukkan kepalanya.


selesai sarapan mereka berdua duduk di teras dan kembali mengobrol, sesekali Anggun terlihat tertawa dengan isi cerita Angga.


"sepertinya dia lelaki yang sangat lembut, beruntung sekali Niki memiliki dua abang. " batin Anggun yang merasa tersentuh dengan cerita Angga yang memperlakukan adiknya dengan sangat baik.


"hmmm... tapi kalau sudah cemberut susah untuk membujuknya" ucap Angga lagi terus bercerita.


waktu telah menunjukkan jam sepuluh pagi dan matahari kian memanas, mereka memutuskan kembali ke dalam kamar. Angga mulai sibuk dengan laptopnya sementara Anggun menata isi lemari dan barang yang ada di dalam kamar.


semenjak hamil dia memang menjadi mudah lelah padahal yang di kerjakan tak terlalu berat. Anggun mengusap peluhnya lalu melirik ke arah Angga yang sangat fokus ke layar laptopnya.


dia memutuskan untuk mengambil air minum untuknya dan suaminya, Anggun keluar dari kamar dan sesekali bernyanyi menuruni anak tangga.


baru beberapa langkah pijakan kakinya tak stabil dan membuatnya terpeleset tapi untungnya dengan cepat Anggun memang besi kokoh itu hingga tak membuatnya jatuh terlalu dalam.


Anggun melirik ke seisi rumah namun terlihat sepi, segera dia bangkit berdiri meski merasa sakit di pergelangan kakinya. untung saja dia terpeleset di satu anak tangga.


Angga tersenyum melihat Anggun meletakkan segelas minuman untuknya, Anggun yang masih merasa nyeri memutuskan untu merebahkan tubuhnya di atas ranjang.


waktu berjalan cepat dam suasana langit malam mulai menyapa, Angga bergegas mandi sementara Anggun masih terlihat tertidur pulas membuat Angga tak berani mengganggunya.


Angga keluar dari kamar mandi dan segera berjalan menuju lemari untuk mencari pakaiannya, Anggun mulai menggeliat dan terkejut karena tertidur cukup lama. dia segera bersandar dan menyisihkan selimut dari tubuhnya.


Angga yang melirik ke wajah istrinya hanya tersenyum lucu melihat air mukanya lalu tiba-tiba matanya berhenti di kaki kiri Anggun.


"kaki kamu kenapa ?" ucap Angga yang baru saja memakai baju kaosnya dan kini tengah mengusap rambutnya


"ohhh ini bukan apa..." balas Anggun menggerakkan kakinya namun merasa nyeri

__ADS_1


Angga pun berjalan mendekat dan menyentuh kaki itu membuat Anggun meringis meski sudah di sembunyikan tapi tetap saja terlihat.


"ini kenapa sayang, ini bengkak" balas Angga yang mulai panik


"tadi terpeleset di tangga" ucap Anggun kemudian


Angga merasa terkejut dan mulai menanyakan kapan lalu di jawab Anggun saat keluar dari kamar tadi. hal itu sontak membuat Angga kesal lalu membanting handuk ke lantai yang melekat di bahu sejak tadi membuat Anggun terkejut.


Angga menghela nafasnya lalu bergegas menuju laci lalu pindah ke lemari tengah mencari sesuatu.


"mas, kamu mau cari apa biar aku bantu..." ucap Anggun yang ingin turun dari ranjang


brukkk


Anggun terkejut karena Angga meninju kemari lalu menendangnya dengan tatapan sangat kesal.


"mas Ang.."


"kenapa kamu tidak bisa hati-hati hah ?!!" bentak Angga yang membuat Anggun menahan nafas karena terkejut


Angga menatap dengan tatapan sangat jengkel sementara Anggun hanya menunduk dan tak berani lagi menatap ke arah suaminya.


Angga kemudian keluar dari kamar tak lupa menutup pintu dengan suara yang keras membuat Angguj terkejut lagi.


"aku masih saja gagal, padahal aku sengaja tak berangkat kerja agar lebih dekat dengannya dan bisa menjaganya" batin Angga sembari menuruni anak tangga lalu menanyakan obat ke bi susi


dengan cepat bi susi mencari dan menemukan obat terkilir dan memberikannya ke Angga. dengan cepat Angga menaiki anak tangga dan membuka pintu kamar.


lagi-lagi membuat Anggun terkejut dan masih tak berani berkutik, Angga mendekat lalu mengoleskannya dengan perlahan.

__ADS_1


"aku menyusahkan lagi, mas Angga memang benar. aku sangat ceroboh. mungkin ini ke khawatiranku sejak tadi pagi. tapi untung saja aku tak jatuh sampai menggelinding ke bawah" batin Anggun yang mulai merasa bersalah dan kehadirannya membuat semua repot sembari membayangkan kejadian awal saat dia hampir jatuh.


__ADS_2