
Anggun terkejut setelah melihat Angga Tidur disampingnya, padahal kemarin malam tidur bersama mama. Anggun jadi bingung harus berbuat apa. Menutupi dirinya sampai ke leher karena malu dengan pakaiannya.
"kalau aku bangun sekarang, dia liat atau gak ya ?. semoga aja dia masih tidur" guman Anggun yang dengan perlahan menggeser tubuhnya sampai kedua kakinya menginjak lantai. berjalan menjinjit lalu berlari ke kamar mandi.
Angga tersenyum melihat tingkah Anggun, padahal dia juga baru saja terbangun. namun masih tetap pura-pura tidur sampai Anggun keluar dari kamar.
****
panggilan masuk ke hp Anggun membuatnya tertegun sejenak, ragu harus mengangkat atau mengabaikan. hingga sudah tiga panggilan tak terjawab muncul di layar hp nya. suasana hatinya mendadak buruk, dan hanya ingin menyendiri. lalu memutuskan pergi ke perpustakaan mini, dan melihat album foto mamanya.
"hallo... Angga, bagaimana keadaan kalian? apa semua baik saja ?" ucap Wijaya setelah suara panggilan tersambung.
"iya yah, semua baik-baik saja, bagaimana keadaan ayah dan mama di sana?" sahut Angga yang baru saja pulang dari kantor dan sedang duduk di ruang tamu dan di sapa oleh bi susi.
"ayah dan keluarga di sini baik juga, ohhh iya Anggun dimana ya ?"
"Anggun ada di rumah yah, " ucap Angga sedikit bingung lalu berjalan menaiki tangga menuju kamar.
"ohhh begitu, sejak tadi ayah telepon tapi gak diangkat" ucap Wijaya yang sedikit tenang ternyata putrinya baik-baik saja. setelah beberapa saat pembicaraan mereka pun berakhir
Angga sudah mulai melirik ke setiap sudut kamar namun tak menemukan Anggun, akhirnya menanyakan ke pambantu di rumah itu.
"bi susi lihat Anggun dimana ?" ucap Angga setelah menuruni anak tangga beberapa langkah
"nona Anggun ada di perpustakaan den" balas bi susi setelah mengingat sejenak kemana Anggun pergi.
Angga pun masuk dan melihat Anggun yang sedang menangis sembari menatap foto album, bahkan tak sadar kalau Angga sudah masuk ke ruangan itu.
"kamu kenapa menangis ?" tanya Angga masih dengan keadaan berdiri yang membuat Anggun terkejut lalu dengan cepat mengusap wajahnya.
"mmm... gak ada masalah, ada apa mas Angga bisa ada disini?" ucap Anggun memalingkan wajahnya.
"tadi ayah telpon nyariin kamu, ayah sudah menghubungi tapi kamu gak angkat" ucap Angga masih penasaran kenapa wanita ini menangis.
__ADS_1
"ohhhh.... iya " jawab Anggun singkat lalu bangkit berdiri dan menyimpan album itu dan beranjak dari ruangan itu. sementara Angga masih terdiam dan mengambil album itu masih belum menemukan jawaban alasan Anggun menangis.
Anggun telungkup diatas ranjang memainkan hp nya, bingung antara menghubungi atau mengabaikan. dia memang tak ingin bicara dengan ayahnya sejak memaksanya untuk menikahi Angga.
****
kegalauannya kian memuncak, rasa bosan membuatnya semakin ingin pergi keluar. tanpa pamit ke siapapun dia akhirnya keluar dari rumah lalu mulai menyetir mobilnya yang sudah lama tak dia gunakan karena selama ini kemanapun selalu menggunakan mobil mertua ataupun Angga.
Dia mulai mengelilingi kota itu meski dia belum hapal wilayah itu, sampai akhirnya menemukan sebuah club. dia akhirnya masuk, kali ini berbeda karena pergi sendirian.
sementara Angga yang sejak tadi tak melihatnya mulai mencari keberadaan Anggun namun kali ini bi susi tak tau sama sekali. sedangkan mamanya yang sejak tadi berada di dalam kamar juga tak tau apapun.
Anggun mulai meneguk minuman itu, berharap kekesalannya segera hilang. lantai dansa tampak riuh dan pengunjung bertambah banyak. Panggilan dari hp nya pun berbunyi namun tak terdengar karena suara gema musik dj.
Angga kian panik, apalagi setelah melihat Anggun menangis tadi.
"Anggun kamu dimana ?" ucap Angga kemudian setelah panggilan terhubung namun terdengar suara yang sangat berisik. sampai Angga mengulang lagi ucapannya.
"maaf pemilik hp ini sudah tak sadarkan diri, makanya kami memeriksa isi tasnya. tolong datang ke club X" ucap seorang penjaga keamanan di club itu menjelaskan.
Angga mulai menyetir dan bingung harus mengatakan apa ke mamanya, dia tak ingin mamanya khawatir apalagi jatuh sakit memikirkan keadaan Anggun. akhirnya memutuskan menginap di hotel.
"ma... jangan khawatir, Angga sudah menemukan Anggun. dia sudah tertidur karena kelelahan berjalan-jalan" ucap Angga berbohong melalui panggilan telepon.
"syukurlah kalau begitu, Anggun pasti bosan karena selalu di rumah. lain kali mama akan ajak dia jalan-jalan" ucap Monica yang kini bernafas lega
Angga menatap wajah Anggun, penuh tanda tanya kenapa hari ini wanita itu tampak kacau.
"siapa yang di tangisinya, sejak kapan dia suka pergi ke club malam dan mabuk begini" batin Angga sembari mengusap wajah Anggun.
****
Anggun terkejut setelah terbangun namun bukan berada di kamar biasanya, kepalanya masih sedikit pusing.
__ADS_1
"kamu sudah bangun...." ucap Angga singkat yang sejak tadi berdiri di depan jendala menatap pemandangan sekitar hotel.
"ini dimana?" ucap Anggun bersandar dan memijit pangkal hidungnya
"sejak kapan kamu suka pergi ke tempat seperti itu dan berani mabuk-mabukan sendiri ?" tanya Angga masih menatap ke luar jendela tak ingin menatap wajah Anggun
"sejak dulu aku suka pergi ke club malam" ucap Anggun jujur tak ingin menyembunyikan apapun jika di tanya
Angga menghela nafas berat, sembari menggelengkan kepalanya tak percaya dan merasa sudah salah menilai sosok Anggun
"wajahmu tak selugu kepribadianmu, awalnya ku kira kamu wanita baik, pendiam dan penurut" ucap Angga masih tak menyangka kejadian semalam"
deg....
Anggun terkejut mendengar ucapan Angga yang selama ini selalu berkata sopan dan ramah.
"aku memang pantas mendapat ucapan tajam itu" batin Anggun yang hanya menatap ke sisi lain.
keadaan pun menjadi hening, mereka hanya terjebak didalam pikirannya masing-masing. Angga merasa kecewa karena menikahi wanita yang suka pergi tempat seperti itu apalagi sudah terbiasa minum dan mabuk.
"seorang wanita harusnya bisa jaga diri, apalagi seorang putri dari keluarga terpandang seperti mu" ucap Angga setelah hening beberapa saat
deg..
"kenapa ucapannya sejak tadi berhasil melukai hatiku" batin Anggun yang hanya mendengarkan tanpa membela diri
"bersihkan dirimu, kita akan pulang ke rumah. kalau mama tanya bilang aja kita jalan-jalan dan beristirahat di hotel"
"iya, aku mengerti" ucap Anggun lalu bergegas menuju kamar mandi tapi langkahnya terhenti
"jangan pernah tunjukkan sikap jelekmu dan membuat mama sakit" ucap Angga yang lagi-lagi membuat hati Anggun sakit.
segera Anggun mengunci pintu kamar mandi lalu menyalakan keran seolah mandi, padahal dia kembali menangis.
__ADS_1
"pada siapa aku bisa percaya untuk menceritakan bebanku" gumam Anggun yang menutup mulutnya dengan penuh getir masih mengeluarkan butiran bening.