Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Mengajari


__ADS_3

sesuai perkataan Angga dia akan mengajari istrinya mengenai seluk beluk perusahaan. Anggun tampak antusias karena hari ini dia bukan hanya sebagai penonton.


suasan pagi masih sangat terasa hangat dan kedua sejoli itu sudah berada di kantor, Angga menyuruh sekretarisnya mengambil beberapa laporan dan mulai menatanya di atas meja.


dia membukanya lalu mulai menjelaskan, sementara Anggun mendengarkan sembari menundukkan kepalanya kearah laporan. sesekali tanpa dia sadari kepalanya mengangguk kecil.


sebenarnya selama kuliah dia pernah maganh di sebuah perusahaan selama tiga bulan jadi dia kembali mengingat laporan yang pernah dia buat.


Angga mengamati istrinya yang terlihat senyum kecil dan senang mengamati laporan itu. sesekali Anggun kembali bertanya karena beberapa penjelasan Angga yang dengan cepat di lupakan olehnya.


"kamu manis kalau tersenyum begini" ucap Angga dalam hati yang juga ikut menyunggingkan senyuman namun dengan cepat ditepisnya agar tak dilihat Anggun.


"mas Angga kalau kerja sama dengan perusahaan ini kenapa kita harus membayar ganti rugi ?" ucap Anggun setelah membaca sebuah berkas kerja sama lalu mengangkat kepalanya ke arah suaminya.


"yang mana hmm ?..." ucap Angga yang mendekatkan diri ke arah Anggun sampai jarak mereka dekat.


Angga menjelaskan pertanyaan Anggun sementara Anggun menganggukkan kepala sambil menatap laporan yanh di tunjuk Angga.


"hmmm... wangi sekali...." ucap Angga dalam hati yang mencium aroma tubuh istrinya, hidungnya hanya berjarak beberapa senti dari bahu Anggun.

__ADS_1


Anggun belum menyadari tingkah suaminya itu tetap menundukkan kepalanya membaca laporan. sampai akhirnya dia bergerak karena ingin bersandar di sofa itu.


"aduh...." ucap Angga sembari menyentuh mulutnya yang terbentur bahu Anggun.


"maaf mas, aku gak sengaja...." ucap Angguj yang juga terkejut lalu menatap kearah tangan Angga yang menutupi mulutnya


"iya tak masalah...." ucap Angga singkat lalu ikut bersandar namun tak bergeser dari posisinya.


Anggun mulai merasa tak nyaman setelah menyadari bahwa mereka sangat dekat. dan sesekali Anggun curi pandang dan tertangkap oleh kedua mata Angga. sebenarnya Angga tetap saja menatap wajah Anggun namun dengan raut wajah datar, membuat wanita itu bingung sekaligus gugup


"kenapa mas Angga melihatku begitu ?, apa karena penampilanku aneh ya ?" batin Anggun yang merasa bahwa penampilannya tak berubah sama sekali.


"wanita lucu.... kenapa harus malu, padahal kita sudah melakukan banyak hal." batinnya yang merasa gemas dan ingin mencubit pipi istrinya.


Angga lalu bangkit dari duduknya lalu mengacak lembut rambut Anggun.


"kalau ada yanh di bingungkan kamu kasih tau ya" ucap Angga dengan senyum tipis lalu menyeret langkah kakinya menuju kursi kebesarannya.


Anggun yang sedikit terkejut dengan perlakuan Angga hanya bisa menganggukkan kepala sembari merapikan rambut ikalnya.

__ADS_1


Angga sibuk membaca laporan di meja kerjanya sampai tak sadar bahwa jam makan siang telah berlalu, diliriknya ke arah Anggun yang sibuk membaca dengan mulutnya yang komat-kamit.


"sudah seperti anak sekolahan yang menghapal, astaga sudah jam satu lebih...." batin Angga setelah tersenyum tipis menatap istrinya lalu membelalakkan kedua bola matanya setelah melirik jam di dinding.


dia segera menghubungi karyawan untuk mengantarkan makan siang ke ruangannya.


beberapa menit kemudian sebuah ketukan pintu dari luar terdengar lalu segera masuk. Angga segera bangkit dari kursinya dan berjalan ke arah Anggun dan mulai merapikam laporan bahkan menarik paksa laporan yang masih di pangkuan Anggun.


"kita makan siang dulu, kenapa tak memberitahuku kalau sudah jam satu" ucap Angga yang menatap wajah Anggun yang tampak terkejut saat mengambil laporam dari pangkuannya


"hmmmm...." ucap Anggun singkat karena bingung harus berkata apa


"lagi pula tadi kan mas Angga gak menyuruh untuk mengingatkan" batinnya sembari menatap ke arah jam yang melekat menghiasi dinding itu.


karyawan itu menaruh nampan yang berisi beberapa makanan berat yang menggugah selera. setelah menaruhkan diatas meja tak lupa Angga dan Anggun mengucapkan terimakasih lalu karyawan itu pamit undur diri.


mereka makan dengan lahap, dan Angga terlihat sibuk menaruh makanan diatas piring Anggun. membuat Anggun melotot menatap piringnya yang penuh namun tak berani berkomentar. Angga menahan tawa melihat tingkah Anggun yang tak berdaya.


"kamu harus makan banyak, lihat tulang selangka kamu sangat terlihat. aku tak mau orang lain beranggapan kalau aku suami yang bisa mengurus istrinya" ucap Angga menjawab kebingungan istrinya.

__ADS_1


Anggun hanya bisa pasrah lalu memakan pelan makanannya meski sangat lama untuk menghabiskannya dan perutnya terasa sesak. sementara Angga sudah beberapa menit yang lalu duduk di kursinya kembali dan mulai bekerja. sesekali di liriknya kearah Anggin yang tampak kewalahan menghabiskan makanan itu.


__ADS_2