Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Kekesalan Angga


__ADS_3

Monica memutuskan untuk tinggal di rumah Nika sementara waktu karena masih merasa kewalahan mengurus bayi kecilnya. untuk sementara waktu Anggun di beri titah untuk mengurus butik dan restoran.


selesai sarapan Anggun segera mengendarai mobilnya menuju butik, dia juga di bantu beberapa karyawan dan asisten kepercayaan mertuanya itu. meski tak berpengalaman mengurus butik setidaknya dia pernah melihat mertuanya bekerja.


langit jingga telah tiba, Anggun memutuskan kembali ke rumah dan di sambut hangat oleh bi susi. Anggun baru saja selesai membasuh tubuhnya, dering hp nya berbunyi dan segera dia meraihnya dari dalam tas yang dibawanya tadi.


"halo... kenapa lama sekali mengangkat panggilanku ?" ucap Angga begitu mendengar suara Anggun


"maaf, baru selesai mandi" ucap Anggun yang sedikit terkejut karena sudah 4 panggilan yang terlewatkan. belum sempat Anggun bertanya tapi Angga sudah bicara.


"ambil kartu kredit di dalam laci, pakailah untuk keperluanmu. malam ini aku tak pulang karena harus bertemu om Danu" ucap Angga menyampaikan maksudnya yang membuat Anggun paham


"baik, terimakasih dan jaga kesehatan" ucap Anggun sembari berjalan menuju meja lalu membuka laci dan benar ada sebuah kartu kredit disana.


pembicaraan mereka pun akhirnya terputus, Anggun merebahkan tubuhnya yang lelah setelah sibuk bekerja sejak pagi tadi. hp nya kembali berbunyi ada pesan masuk dari Angga yang tadi lupa menyebut sandi nya. Anggun hanya membalas dengan kata terimakasih


Anggun menatap kartu kredit yang kini berada di genggamannya sampai melamun, hingga tersadar setelah sebuah video call muncul dari kedua sahabatnya. mereka saling melepas rindu, mereka tampak berada di club yang biasa mereka datangi membuat Anggun sangat merindukan hal itu.


"aku bosan sekali, mau pergi keluar saja. lagipula tak ada siapapun selain bi susi" batin Anggun begitu pembicaraannya berakhir dengan kedua sahabatnya.


Anggun segera menyeret langkah kakinya menuju meja rias dan mempermak wajahnya, lalu keluar dari kamar. sesampainya di ruang tamu bertemu dengan bi susi yang baru saja mengunci pintu.


"bi, Anggun pergi sebentar ya mau ke supermarket" ucap Anggun berbohong

__ADS_1


"mau beli apa non, biar saya saja yang beli" ucap bi susi menawarkan diri meski belum terlalu malam


"tak perlu bi, ada yang mau Anggun beli. cuma sebentar. pintu dikunci saja Anggun sudah punya kunci duplikat" ucap Anggun lalu pamit kemudian melajukan mobilnya.


dia sudah sampai di club yang dulu di datangi, mulai memesan minuman dan duduk menikmati alunan musik dj. tak mengenal siapapun dan tak bicara dengan pengunjung club itu kecuali bartender yang meracik minuman.


sesekali Anggun meminta sarannya untuk memesan apa, atau memuji kehebatannya dalam meracik minuman. waktu sudah menunjukkan jam 11 malam, Anggun yang sudah sedikit mabuk akhirnya memilih pulang mengingat besok pagi dia harus ke butik.


suara pemberitahuan masuk ke hp Angga yang sedang beristirahat di hotel milik om Danu.


"biaya transaksi di club x" batin Angga mengkerutkan keningnya, karena ingat baru beberapa jam yang lalu memberi kartu kredit ke istrinya dan sudah di pakai.


Angga diam sejenak karena memikirkan Anggun, lalu memutuskan untuk menghubungi bi susi. Angga menghela nafas setelah mendengar ucapan bi susi.


Anggun sengaja menyetir pelan karena tak ingin terjadi kecelakaan seperti waktu itu. Akhirnya sampai di rumah dan berusaha keras mendorong pintu sampai akhirnya dia menepuk keningnya karena baru sadar dia punya kunci. dengan sedikit pusing dia mencari kunci di dalam tasnya lalu membuka pintu. suasana begitu gelap dia berjalan pelan karena terburu-buru akhirnya menabrak anak tangga hingga membuatnya meringis.


"non Anggun sudah pulang ? saya khawatir sama non" ucap bi susi yang keluar dari kamarnya yang tak jauh dari anak tangga begitu mendengar suara Anggun mengaduh.


"hahha iya bi, maaf Anggun bangunin bi susi. tadi Anggun jalan sebentar" ucapnya lalu berjalan pelan menaiki anak tangga.


bi susi kemudian masuk lagi ke kamarnya lalu segera memberi kabar ke Angga seperti yang tadi diperintahkan.


"hallo... den Angga, itu non Anggun sudah kembali ke rumah. sudah masuk ke kamar" ucap bi susi merasa sedikit tak enak karena menghubungi di jam 1 pagi

__ADS_1


"iya bi terimakasih ya, kalau ada apa-apa kasih tau saya" ucap Angga lalu mematikan panggilan, dia menghela nafas panjang.


"harusnya tak memberinya kartu kredit" batinnya merasa sedikit menyesal dan kesal karena pemberiannya di salah gunakan. namun itu semua perintah mamanya, yang menyebut sudah jadi tugasnya untuk menafkahi istrinya.


sudah tiga hari berturut-turut Anggun pulang tengah malam, alasannya selalu jalan-jalan. dan bi susi selalu memberi kabar ke majikannya. Angga mulai geram dan ingin secepatnya pulang ke kotanya namun karena urusannya belum selesai dia masih tertahan di kota itu.


Angga memutuskan pulang malam itu juga karena ingin melihat apa saja yang dilakukan Anggun di club itu. dengan cepat dia memacu mobilnya. Angga memasuki club itu menyusuri setiap sudut dengan matanya dan menemukan Anggun sedang menikmati minumannya.


setelah meneguk minumannya yang ke tiga kalinya dia memutuskan turun ke lantai dansa dan mulai menari, alunan musik dj kali ini berhasil menariknya untuk tenggelam dalam gemerlapnya lampu disco. berbaur dengan orang banyak sampai Angga hampir kehilangan bayangan Anggun, terlihat Anggun tengah melempar senyum ke beberapa orang yang ikut menari di sana.


Angga semakin kesal, mencoba menahan diri agar tak membuat keributan. Anggun yang sudah mabuk bahkan tak sadar jika laki-laki yang menari di dekatnya meraba punggungnya. Angga semakin mendengus kesal


setelah merasa lelah, Anggun memutuskan untuk berhenti dan berjalan menuju mejanya dan memesan minuman untuk terakhir kali lalu mengeluarkan kartu kredit untuk membayarnya. mata Angga terbelalak karena benar kartu itu adalah pemberiannya.


Anggun hendak bangkit dari kursinya namun laki-laki yang sejak tadi menari di dekatnya menyentuh lengannya seolah tak terima kalau Anggun pergi dari pertunjukkan yang masih panjang. Anggun menggelengkan kepalanya sembari melambaikan tangannya tanda menolak.


lalu mulai menyetir dengan pelan, Angga hanya mengikuti dari belakang. begitu jarak menuju rumah tak jauh lagi Angga melajukan mobilnya dengan cepat agar sampai di rumah lebih dulu.


segera Angga masuk ke dalam rumah dan di sambut bi susi yang kebetulan sedang mengambil minuman di dapur.


"den Angga sudah pulang, kok tumben tengah malam" sahut bi susi karena merasa heran sebelumnya tak memberi kabar.


"iya bi, kalau Anggun sudah sampai jangan bilang kalau saya sudah pulang" ucap Angga ramah meski sebenarnya hatinya sudah panas.

__ADS_1


segera dia menuju kamar dan membersihkan tubuhnya yang sudah dipenuhi keringat. dia menduga kalau Anggun masih lama sampai karena cara menyetirnya yang lambat.


__ADS_2