Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Merayu


__ADS_3

Mereka mengobrol sepanjang malam sampai tertidur, baru kali ini mereka terlihat sangat dekat selama beberapa bulan menikah. Angga jadi tahu lebih banyak mengenai kehidupan istrinya demikian juga Anggun.


Angga cerita panjang lebar dan tak mendengar suara sahutan lagi, dia yang sejak tadi hanya menatap langit-langit kamar itu pun menggeser pandangannya dan melihat Anggun sudah tertidur.


di raihnya hp nya dan melihat jam yang sudah menunjukkan jam dua belas malam. dia mulai menyelimuti Anggun dengan perlahan, sesekali Anggun bergerak kecil. Angga mulai sibuk membaca isi pesan di hp nya.


"Anggun dimana sekarang kami berdua ingin melihatnya ?" isi pesan dari Nica yang ternyata sudaj ada enam panggilan yang diabaikan oleh Angga


"Aku tak mau membuatnya merasa tak nyaman, tunggu dulu ya. aku saja sempat di usirnya. nanti kalau perasaannya sudah tenang aku pasti akan memberitahu dimana kami sekarang" balas Angga dengan cepat dan tak lupa mengucapkam terimakasih karena sudah membantunya mencari istrinya.


"tapi Anggun baik-baik saja kan, dia tak mau menemui kami ya ?, mana tau mau merayakan ultahnya" isi pesan dari Dewi yang tak kalah heboh dengan Nica


"tadi kami sudah banyak bicara dan dia masih terlihat menutupi semuanya, aku masih berusaha agar dia mau terbuka " balas Angga lagi dengan cepat ke Dewi


"Angga, bagaimana sekarang keadaan kamu ? mama kangen kalian" isi pesan dari Monica yang tak terasa sudah hampir seminggu tak melihat wajah putranya


"ma... Angga baik-baik saja, akhirnya Angga sudah menemukan Anggun. ini sedang berusaha membujuknya agar mau pulang ke kota x. mama jaga kesehatan ya, jangan terlalu memikirkan keadaan Angga. doakan semiga secepatnya Anggun luluh" balas Angga ke mamanya yang tak lupa mengirim foto mereka berdua, tentu saja Anggun masih memejamkan kedua matanya.


Angga lalu tertidur disamping Anggun, sembari memeluk erat tubuh istrinya itu.


****


di pagi hari Anggun terbangun karena perutnya kembali kambuh, dia agak sulit memggerakkan tubuhnya setelah mengerjapkan mata beberapa kali dia baru sadar kalau Angga tengah memeluknya.


detak jantung Anggun berirama cepat melihat perlakuan suaminya itu, di perhatikannya wajah Angga yang masih terlihat lelah. di liriknya lengan yang mendekap perutnya.


"mas Angga kenapa kebiasaan sekali memberikan semua selimut untukku, memangnya dia tak merasa kedinginan apa ?" batin Anggun yang melihat tubuh suaminya ternyata di luar selimut.


Anggun perlahan melepaslan lengan yang terasa berat itu membuat Angga bergerak dari posisinya namun masih dalam keadaan mata terpejam. dengan perlahan Anggun masuk ke kamar mandi tak lupa menguncinya. dia mencuci wajahnya dengan air dingin lalu jongkok sembari mengusap perutnya. dia berharap kali ini untuk tidak muntah.


"tolonglah jangan muak-mual lagi nanti mas Angga curiga dan tak mau lekas pergi dari sini. jangan muntah...jangan muntah..." Anggun memgucapkan itu dalam hati seolah itu adalah mantra sembari mengusap lembut perutnya.


"yes...." ucap Anggun dengan nada kecil karena tak merasa mual lagi, dia pun keluar dari kamar mandi.

__ADS_1


di liriknya hp nya sejenak membuka beberapa pesan yang masuk dan juga panggilan yang belum sempat di jawabnya. ada dari ayahnya, tante Kesya, dan kedua adiknya serta beberapa teman yang memberikan selamat atas bertambahnya usianya, sudah dua hari dia mengabaikan hp nya.


dia akhirnya mencari kunci yang di sembunyi Angga sejak dia masuk ke kosannya ini dan berhasil menemukannya di saku celana yang tengah di gantungnya di kamar mandi. Anggun membuka pintu lalu berjalan perlahan meninggalkan kosannya.


Angga bergerak dan sesekali meraba tempat tidur namun yang dicarinya tak ditemukan membuatnya membuka mata dan merengganggkan tubuhnya sesekali mengucap kecil.


"dimana Anggun, pasti dia di kamar mandi" batin Angga yang melirik seisi ruangan yang kosong namun melihat pintu kamar mandi yang tertutup


namun beberapa menit Angga masih mengumpulkan semangat untuk bangkit dari ranjang tak kunjung mendengar suara dari kamar mandi.


"Anggun... kenapa kamu lama sekali di kamar mandi..." ucap Angga yang sudah menyeret langkah kakinya menuju kamar mandi namun tak mendapat sahutan membuatnya mengulangnya lagi


"Anggun ... kenapa kamu la..." Angga berhenti berucap setelah membuka pintu yang ternyata tak di kunci dan melihat ke salam yang tak ada sosok Anggun.


Angga menggaruk kepalanya heran karena tak ada tempat lagi selain itu, mata Angga tertuju ke arah pintu lalu mendekat dengan cepat sembari membuka handle pintu.


ceklekkk...


pintu terbuka dan Angga pun mulai panik, dia mencari kunci yang disembunyikannya sejak kemarin agar Anggun tak bisa kabur lagi.


pikirannya mulai kalut, dia tak menyangka kalah Anggun berani kabur dan sekarang masih jam enam pagi. dengam cepat Angga menghubungi namun hp Anggun tak aktif membuatnya mulai gelisah.


dengan cepat Angga memakai pakaiannya dan jaketnya dia bahkan tak mencuci mukanya. tapi baru saja dia membuka pintu dia pun terkejut...


"ka..kamu dari mana Anggun??..." ucap Angga yang lirih namun perkataannya penuh penekanan dan hal itu bisa di tangkap oleh Anggun


"Aku baru mengambil baju di loundry sekalian beli sarapan" ucapnya yang masih merasa heran dengan raut wajah Angga beberapa detik yang lalu


"tapi kan kam... hufftttt" Angga tak melanjutkan ucapannya dan mengusap lembut wajahnya beberapa kali.


sementara Anggun mulai berubah air mukanya seolah menebak dan penuh tanda tanya dengan air muka suaminya itu.


"sabar Angga..... jangan sampai dia lari lagi" batin Angga lalu meraih beberapa kantong plastik dari tangan istrinya yang masih berdiri di depan pintu.

__ADS_1


Anggun pun masuk dan Angga kembali menutup pintu, tak lupa dia meminta kuncinya lagi. dengan gerak lamban Anggun mencari kunci itu di balik sakunya dan memberikannya ke arah suaminya.


"kamu beli apa saja tadi ?" tanya Angga yang kini raut wajahnya terlihat biasa saja


"mmm aku beli soto ayam, nasi uduk, sama... cemilan" ucap Anggun sembari mengingat kembali hasil belanjaannya.


Angga mulai membukanya lalu memberikan makanan ke istrinya, mereka mulai menikmati sarapan itu.


"hhhmmm Anggun, kita pulang sekarang ya sayang ?" ucap Angga mulai membujuk Anggun tapi yang di tanya hanya menunduk bahkan tak mengunyah cepat makanannya seperti tadi.


"mama sudah kangen banget sama kamu.."


"maaf ya mas, Aku belum bisa. aku yakin dengan keputusanku kalau kita memang tidak berjod..."


"shhttt...kamu jangan bicara begitu, oke kalau kamu belum siap pulang sama aku. tapi aku tetap temani kamu di sini ya ?" ucap Angga lagi namun tak mendapat balasan dari Anggun.


"ternyata sulit ya mendapatkan hati wanita ini" batin Angga yang masih menyendokkan soto ayam ke dalam mulutnya.


"kita hari ini jalan-jalan ya, aku tak terlalu hapal dengan kota ini. jadi kamu yang jadi pemandu nya oke..." ucap Angga lagi setelah selesai dengan sarapannya


Anggun yang masih menikmati sarapannya tampak memikirkan ucapan Angga.


"pergi kemana ?" ucap Anggun kemudian


"yah mungkin ke tempat wisata khas kota ini, atau naik wahana" ucap Angga yang memang tak tau banyak seluk beluk kota kelahirannya ini.


"mmmm ada, di sini ada danau yang tak pernah sepi pengunjung" balas Anggun setelah memikirkan beberapa tempat wisata khas di kota nya itu.


"setuju... kalau begitu aku mandi dulu ya" ucap Angga yang sudah bangkit berdiri dan berjalan menuju kamar mandi.


sementara Anggun yang baru saja selesai sarapan segera merapikan bungkus makanan itu lalu membuangnya ke tempat sampah lalu menyiapkan pakaian suaminya yang masih berada di dalam koper kecil.


Angga keluar dari kamar mandi masih dengan menggunakan handuk tersenyum karena melihat pakaiannya sudah rapi diatas ranjang. dia mengingat lagi kebiasaan istrinya kalau dia mau berangkat kerja.

__ADS_1


"kamu sudah selesai, biaf aku langsung mandi" ucap Anggun yang masih melihat guratan senyum di sudut bibir suaminya.


"mas Angga senanh sekali mau pergi jalan-jalan, padahal di kotanya lebih banyak hal yang menarik di banding di sini" batin Anggun yang sembari berkalan menuju kamar mandi tak lupa membawa pakaian gantinya


__ADS_2