
Anggun terus saja terbayang akan wajah suaminya, setelah semua yang di lalui dia menjadi takut dan ragu untuk bertemu lagi.
"percuma kalau memang tak saling menyayangi dan saling menghargai. kita dari awal memang tak jodoh. andai saja pernikahan itu tak pernah ada" ucap Anggun dalam hati masih berdiri di depan cermin yang menghiasi dinding kamar mandi itu.
seperti sepulang kerja dia takkan keluar dari tempat persembunyiannya itu, dia juga sudah makanan dan cemilan jika dia mendadak lapar tengah malam nanti.
"kenapa aku bisa membawa pakaian aneh..." ucap Anggun lagi yany heran yang baju tidur yang kurang bahan
Anggun mengingat kembali dress tidur pemberian mertuanya, meski hanya di pakainya sekali di depan mertuanya itu agar tak kecewa. lalu sejak saat itu dia segera menyembunyikannya di lemari dan tak pernah memakainya lagi. dia malu kalau Angga harus melihatnya berpakaian begitu dan tak mau dianggap tengah menggodanya.
saat Anggun berkemas dan memasuki pakaiannya ke dalam tas, dia tak memperhatikannya sama sekali. pikirannya begitu kalut hingga yang ada di benaknya adalah pergi meninggalkan rumah itu secepatnya agar tak di ketahui oleh penghuni rumah.
Anggun menganggukkan kepalanya tanda mengingat kenapa sempat membawa pakaian itu. dia segera mengenakannya tanpa rasa malu. lagipula hanya dia sendiri di sana. dulu saat dia masih tidur sendiri juga sudah terbiasa mengenakan pakaian yang minim namun tak pernah menunjukkannya ke orang rumah termasuk sahabatnya sendri.
__ADS_1
dia mulai memakai produk kecantikan yang rutin di lakukannya lalu mulai merebahkan diri diatas ranjang dan sibuk memainkan hp nya berselancar di media sosial dan tertawa melihat video lucu.
mendadak tawanya senyap setelah panggipan masuk muncul di layar hp nya, Anggun bangkit dari tidurnya dan mulai bersandar. perasaannya yang sejak tadi tak tenang bertambah was-was.
Anggun membaca ulang semua isi pesan yanh di kirim oleh Angga dan juga kedua sahabatnya. mereka semua menanyakan keadaan dan tempat tinggalnya kini.
"Anggun kamu ada dimana ? kita bisa bicara baik-baik, tolong angkat panggilanku atau balas pesan ku ya. semua orang mengkhawatirkanmu, apalagi mama. kalau kamu begini terus aku akan bicara jujur ke ayah dan mama biar mereka ikut mencari kamu" isi pesan Angga yang terbaru.
membaca pesan itu membuat Anggun semakin bingung apalagi pamggilan masuk terus-menerus, Anggun kini berubah posisi dari bersandar mulai merebahkan tubuhnya berharap agar bisa mengantuk secepatnya namun gagal. pikirannya meracau lagi dan lagi.
"maaf karena aku terlalu menyusahkan kamu dan membuatmu marah. aku sudah belajar tapi tetap saja selalu berbuat salah. tolong sampaikan maafku ke mama Monica. aku sungguh merasa bersalah kepada semua orang. ini adalah masa terberatku. kita memang harusnya menolak keras pernikahan itu. sebaiknya kita bercerai..." balas Anggun lalu mengirimnya perasaannya terasa sakit saat membaca ulang isi pesannya dan jantungnya mulai berirama cepat.
Angga yang masih diam didalam mobil yang masih diparkirkannya di sebuah restoran dengan semangat meraih hp nya setelah ada pesan masuk. dia membukanya dengan tak sabar apalagi setelah melihat pesan itu dari Anggun.
__ADS_1
tak lama raut wajahnya kembali berubah bahkan kali ini bertambah suram, apalagi setelah Anggun meminta bercerai. Perasaan Angga kembali sakit sama halnya saat dia di tinggal oleh wanita yang sangat di cintainya kala itu.
"kenapa aku selalu mengalami nasib sial ?, atau memang sangat sulit ya memberikan hati untukku ?" batin Angga yang menghela nafas panjang, dia bingung harus berkata apa nanti ke mamanya.
dengan gemetar dan berusaha tetap berkepala dingin dia mulai mengetik lagi dan mengirim pesan.
"aku minta maaf karena kesalahanku, apapun yang kamu ingin kan akan aku kabulkan tapi kita harus bicara langsung. kita selesaikan masalah kita secara dewasa. kita jangan hanya memikirkan perasaan pribadi tapi perasaan kedua orang tua kita juga" balas Angga lagi yang kini raut mukanya tak bisa di kontrol lagi. dia meninju stir mobil meluapkan rasa lelah dan kekesalannya.
Anggun yang menatap langit-langit ruangan itu dikejutkan dengan suara pesan masuk. dia sedikit ragu untuk membacanya namun ada rasa penasaran juga.
"kita ketemu setelah semua berkas perceraian selesai, nanti akan di perlukan tanda tangan kita berdua di sana. setelah berkasnya selesai kita akan menyampaikan ke orang tua kita masing-masing kalau selama beberapa bulan ini kita memang tak ada kecocokan" balas Anggun lagi dengan cepat kini air matanya tumpah membayangkan perasaan siapa saja yang akan terluka karena ulahnya.
"jangan gegabah Anggun, kita harus menemukan jalan keluar yang lain. " balas Angga yang sudah tak mampu untuk membujuk istrinya.
__ADS_1
Anggun membaca isi pesan itu lalu menonaktifkan hp nya dan menangis sejadinya. Angga yang menunggu balasan namun tak kunjung ada membuatnya segera menghubungi tapi sayangnya yang terdengar hanya suara dari operator.
Angga benar-benar frustasi sekarang, dia melajukan mobilnya meski tanpa tujuan pasti. dia hanya mengelilingi kota itu dengan pikiran kalut. tanpa mereka sadari mereka telah menyakiti perasaan mereka satu sama lain.