
Monica mulai merasa curiga dengan tingkah Angga, sudah tiga hari berturut-turut dia sengaja menonton hingga larut malam dan tertidur di ruang tamu. Monica berpikir keras bagaimana caranya agar anak dan menantunya bisa cepat akrab.
"Anggun, bagaimana menurutmu dengan Angga?" tanya Monica memulai percakapan di tengah kesibukan keduanya di perpustakaan mini yang sedang membersihkan deretan buku. Anggun diam dan bingung dengan pertanyaan mertuanya.
"setelah menikah, bagaimana sikap Angga terhadapmu ?" tanya Monica lagi membuat Anggun sedikit paham
"Mas Angga baik ma..." ucap Anggun singkat karena belum mengenal suaminya sangat dalam.
"kalian udah ngobrol apa aja?" celetuk Monica lagi penuh selidik, membuat Anggun menatapnya sejenak lalu menunduk seolah sibuk merapikan buku. mereka sama sekali tidak berbicara, Anggun merasa canggung untuk memulai obrolan.
"Angga anak yang baik dan penurut, dia ramah. kalian memang baru saling mengenal. mama minta tolong terima Angga sebagai suamimu dengan tulus ya nak " ucap Monica sembari tersenyum hangat dan menggenggam tangan Anggun. mendengar itu Anggun hanya bisa mengangguk pelan.
Monica menceritakan masa-masanya ketika awal menikah dan tugasnya sebagai seorang istri. Monica sengaja menceritakan itu agar Anggun paham bagaimana menjalankan kewajiban seorang istri. Anggun mendengarkan dengan sangat serius.
****
Anggun baru saja selesai mandi, hendak bergegas keluar dari kamar mandi dan hanya menggunakan handuk. begitu dia keluar secara kebetulan Angga juga membuka pintu kamar lalu masuk. keduanya segera memalingkan wajah apalagi Anggun segera menutup tubuhnya dengan kedua tangannya lalu Angga bergegas keluar, Anggun segera kembali ke kamar mandi dan memakai pakaian di dalam sana.
Angga ingin melupakan apa yang baru saja di lihatnya, bagaimanapun dia seorang laki-laki normal. apalagi yang dilihatnya adalah tubuh wanita yang sudah sah menjadi istrinya.
Anggun akhirnya keluar kamar dan berjalan menuju halaman belakang, Angga segera masuk kamar dan mulai melepas pakaiannya lalu membasuh tubuhnya dikamar mandi. Anggun yang menduga kalau Angga tengah mandi segera mengambilkan pakaian Angga dan di letakkan di atas ranjang. terdengar suara handle pintu yang berputar segera Anggun bergegas keluar dari kamar namun Angga masih mampu menangkap bayangannya.
"kenapa dia langsung pergi, padahal aku tak berbuat apapun" batinnya sembari mengelap kepalanya yang basah lalu menatap pakaiannya sudah tersedia. Angga akhirnya paham dengan alasan Anggun ke kamar tadi.
makan malam pun tiba, mereka sudah berkumpul sementara Anggun hanya diam dan mendengarkan obrolan antara suami dan mertuanya. bi susi yang mulai menaruh makanan satu persatu di atas meja hampir selesai. Anggun spontan menyiapkan makanan diatas piring Angga.
__ADS_1
"bagus Anggun, kamu sudah mulai belajar dari cerita mama" gumam Monica menatap lekat Anggun dan menyunggingkan senyumnya.
Angga sesekali menatap ke arah Anggun, lalu fokus ke makanannya.
selesai makan malam, Angga mulai sibuk dengan laporan yang ada di laptopnya. kini dia berada di perpustakaan mini. ruangan itu memang digunakan sebagai tempatnya bekerja karena menurutnya sangat nyaman.
selesai dengan tugasnya dia bergegas menuju ruang tamu dan mulai menonton siaran. Monica segera menghampiri lalu memulai obrolan.
"kamu jangan tidur di sini, mama tau kamu sengaja menghindari Anggun. kapan kalian saling mengenal kalau begini?" ucap Monica kemudian.
degg....
Angga terkejut karena tau alasan Angga tidur di ruang tamu, sebenarnya masih ada dua kamar lagi yang kosong tapi jika Angga tidur di kamar kosong akan sangat terlihat bahwa dia menghindari Anggun. makanya dia memilih di ruang tamu agar bisa membuat alasan keasyikan menonton sampai tertidur.
"kalau kamu masih tetap maksa tidur di sini, biar mama suruh Anggun temenin kamu di sini. biar kalian sama-sama tidur di ruang tamu" ucap Monica dengan tatapan serius.
"ma.. udah ya, Angga mau nonton" sahut Angga yang tak mau menanggapi serius ucapan mamanya.
"huffttt... terserah kamu saja" ucap Monica setelah menghela nafas berat lalu bangkit berdiri dengan tatap mengancam lalu pergi.
Angga masih melirik ke arah mamanya lalu kembali fokus ke layar TV, terdengar suara ketukan pintu, Monica sengaja menguatkan suaranya agar di dengar oleh Angga.
tok..tok..tok...
"Anggun.... kamu sudah tidur ya, mama mau ngomong penting....." ucap Monica yang membuat Angga segera bangkit berdiri dan berlari menaiki anak tangga ingin mencegat mamanya berbuat aneh. tapi terlambat karena Anggun sudah membuka pintu lalu mulai berbicara dengan mertuanya.
__ADS_1
"ma.....mama mau ngapain?" sahut Angga dengan nafas yang belum teratur
"mau ngomong sama anggun" ucap Monica yang merasa berhasil menjebak putranya
"ada apa ma ?" ucap Anggun dengan tampang bingung melihat keduanya
"begini, di ruang tamu...."
"ma.... besok aja ya ngobrolnya, Angga udah ngantuk. selamat malam ma" ucap Angga memotong ucapan mamanya lalu memaksa masuk membuat Anggun menggeser tubuhnya dari pintu, Angga lalu melambaikan tangan dan mencium kening mamanya dan menutup pintu, terdengar suara pintu yang dikunci dari dalam. Monica hanya senyum geli melihat tingkah anaknya lalu bergegas menuju kamarnya.
Anggun yang masih bingung hanya diam mematung setelah Angga menutup pintu lalu menguncinya. Angga kemudian masuk ke dalam kamar mandi, sedangkan Anggun dengan ragu bergegas menuju ranjang dan menutupi diri dengan selimut.
Angga keluar dari kamar mandi mendapati Anggun yang sudah berada di ranjang, hanya menghela nafas panjang lalu duduk disebuah kursi dan memilih membaca buku yang tersedia diatas meja. tak jauh dari meja rias memang ada meja belajar, yang kadang jika Angga malas keluar dia akan mengerjakan pekerjaannya di dalam kamar saja.
sedangkan Anggun yang pura-pura tidur merasa sangat tak nyaman, dia terus memejamkan mata sampai benar-benar tertidur.
setelah malam makin larut Angga bergegas tidur, dengan perlahan menaiki ranjang dan tidur dengan siku tangan yang menutup matanya. dia benar-benar menjaga jarak bahkan bergeser sedikit saja dia akan jatuh ke lantai. dia tak ingin membuat Anggun merasa tak nyaman dengan keberadaanya.
di pagi harinya Anggun terbangun dia merasa aneh dengan cara tidur Angga.
"apa dia memang suka tidur di tepi ranjang? padahal masih sangat luas" gumamnya lalu menggelengkan kepalanya sebelum akhirnya menyeret langkah kakinya menuju kamar mandi.
mendengar suara percikan air di kamar mandi membuat Angga terbangun, dia merenggangkan tubuhnya menahan rasa pegal lalu bangkit dari tidurnya menuju dapur karena kerongkongannya serasa kering.
Anggun yang baru saja keluar dari kamar mandi merasa heran karena mendapati Angga sudah tak ada di ranjang. namun segera dia menyiapkan pakaian Angga yang biasa dipakai ke kantor, lalu turun dan menyapa mertuanya yang sibuk menyiram bunga di taman belakang.
__ADS_1