
Anggun kembali teringat mantannya setahun yang lalu, setelah mendengar ucapan Amel. mereka pacaran sejak memasuki dunia perkuliahan. Namanya Robby, sejak pacaran mereka sering ke club bersama.
sampai akhirnya Anggun melihat perselingkuhannya, hal itu membuatnya muak dan mengakhiri hubungan mereka. Anggun tak mau ambil pusing setelah patah hati, meski sebenarnya dia sangat mencintai Robby.
sejak lulus kuliah mereka tidak pernah bertemu lagi, bahkan di Club malam sekalipun,
"bodoh....ngapain aku mikirin cowok brengsek itu" batis Anggun lalu memejamkan matanya.
bunyi hp nya membuatnya terbangun, ada beberapa pesan masuk dari group percakapan mereka.
"nanti malam ketemu di tempat biasa ya" isi pesan dari Dewi dan di balas emoticon lucu dari Nica tanda setuju.
"si Anggun kemana, gak nongol dari tadi" balas Nica lagi karena hanya keduanya yang sahut-menyahut di group itu.
Anggun hanya tersenyum membaca panjang lebar isi group yang sudah berlangsung setengah jam yang lalu.
"iya tenang bawelll, kita ketemu di tempat biasa. okay" balas Anggun kemudian bergegas menuju kamar mandi dan membasuh tubuhnya.
sementara Kesya sudah sibuk menyiapkan makan malam di atas meja, dan Wijaya masih sibuk membaca laporan. hari ini memang dia memutuskan untuk tidak ke kantor selagi tidak terlalu penting.
waktu masih menunjukkan pukul 18.45 wib, Anggun sudah keluar dengan pakaian yang agak terbuka, Kesya yang mendengar langkah kaki segera melirik dan menghampiri.
"Anggun, kamu mau kemana nak ?" tanyanya dengan lembut penuh perhatian
"mau keluar sama temen tante" sahut Anggun tanpa fokus menatap ke arah wanita itu dan sedang memeriksa isi tas nya apakah ada yang tertinggal.
"nanti aja ya, bentar lagi kita makan malam. nanti di cariin ayah. " sahut kesya berharap agar Anggun menurut agar tidak terjadi kegaduhan lagi.
tapi Anggun hanya menggeleng, lalu pergi keluar. membuat kesya mematung sejenak lalu kembali ke dapur menyiapkan segala sesuatunya.
Anggun sengaja keluar lebih awal karena akan mampir ke rumah dewi untuk menjemputnya.
***
__ADS_1
"huffttt...lama banget sih nenek perawan " celetuk Anggun mulai bosan menunggui Dewi yang tak kunjung selesai menata rias wajahnya.
Dewi hanya menoleh lalu menjulurkan lidahnya lalu kembali fokus menggonta-ganti warna lipstik di bibirnya.
"awas nanti memble itu bibir, dari tadi pake lipstik dihapus lagi, pakai yang lain lagi" ujar Anggun sembari memainkan hpnya dengan bosan
"iyahhh sabar...sabar... nenek peyot" balas Dewi dengan nada malas sembari memutar bola matanya ke atas langit-langit kamarnya.
dari luar kamar terdengar suara pertengkaran rumah tangga yang sudah dianggap biasa oleh Dewi, Anggun pun sudah memahami hanya diam saja. Namun tetap saja Dewi merasa tidak enak hati karena membuat temannya tidak nyaman.
"cukup...." batin Dewi mulai bergemuruh segera dia meraih semua kosmetiknya lalu memasukkanmya dengan kasar ke dalam tasnya lalu beranjak dari duduknya yang secara tiba-tiba membuat Anggun terkejut dan berdiri terburu-buru.
"ayo Anggun, sebelum neraka semakin panas" sahut Dewi yang tampak sudah paham akan terjadi apa selanjutnya, namun berusaha tetap tenang.
mereka berdua keluar dari kamar dan melewati ruang tamu terpaksa melihat pertikaian kedua orang tuanya. kedua orang tuanya yang tadinya saling meneriaki tertahan setelah melihat keduanya.
"ehhhmmm... mau kemana kamu nak ?" tanya Mamanya dengan nada yang diatur selembut mungkin
"Dewi, apa harus kamu selalu pergi ke club dengan penampilan sampah ini !?" sahut papanya yang mulai marah ke Dewi.
"sejak kapan papa peduli dengan penampilanku?, kalian hanya selalu ribut jika di rumah, kalau tidak sibuk kerja " balas Dewi lalu menyeret langkah kaki nya menuju mobil Anggun.
sementara Anggun hanya mengikut dari belakang Dewi, sembari menundukkan kepala dengan hormat tanda pamit ke keduanya.
"begitu kamu cara mendidik anak, ibu macam apa kamu hahhh?!" maki papa nya lagi baru saja Dewi keluar dan menutup pintu. menatap Anggun yang tampak biasa saja.
Anggun melajukan mobilnya dengan pelan, sementara Dewi hanya menatap pemandangan melalui jendela. sadar mood sahabatnya sedang buruk, Anggun hanya memberikan ruang untuknya sendiri. untuk mengusir kebosanan akhirnya dia memutar musik dan mulai bernyanyi kecil.
dering panggilan berbunyi memecahkan keheningan diantara keduanya, segera Dewi mengangkat panggilan dan dilirik sejenak oleh Anggun yang masih menyetir.
"udah nyampe mana cuy...?" tanya Nica yang baru saja pulang dari kantor masih duduk di tepi ranjangnya karena masih merasa kelelahan.
"masih di jalan" sahut Dewi singkat, terlihat suasana hatinya masih buruk
__ADS_1
setelah beberapa menit panggilan pun terputus, dan Dewi kembali diam.
"mmm... Apa kata Nica?" Anggun mulai membuka percakapan
"Nica baru aja pulang dari kantor, masih di kosan belum siap-siap" balas Dewi tanpa menatap ke arah Anggun.
"ohhhh..." balas Anggun singkat karena tak tau harus bicara apa lagi.
****
waktu sudah menunjukkan di angka 8, mereka belum masuk ke club. masih menunggu Nica di parkiran. suasana sudah agak cair, mereka berdua mulai bernyanyi sambil berjoget di dalam mobil.
"Nica kemana sih, jangan-jangan di culik makhkuk astral lagi. gak muncul dari tadi" cerewt Dewi mulai keluar karena bosan menunggu.
"sabar.... mohon bersabar, ini ujian..." jawab Anggun santai lalu kembali bernyanyi
"ujian?.....heh tiap hari juga sudah melewati ujian. sampai bosan dengan ujian yang gak ada ujungnya" balas Dewi dengan tatap lurus ke depan, matanya seolah menerawang dan mengingat kembali kejadian di rumah tadi.
Anggun yang mengerti apa yang di pikirkan sahabatnya itu lalu perlahan mengusap bahunya, dia bahkan tak tau harus berkomentar apa lagi.
beberapa menit kemudian Mobil Nica muncul dan hendak memarkirkan mobil. Anggun dan Dewi akhirnya keluar lalu melambaikan tangan kearahnya.
"hadeuhhh....nenek tetangga... lambat bener jalannya" ledek Dewi begitu Nica datang menghampiri mereka, dengan cengengesan Nica hanya menggaruk kepalanya yang tidak gagal
"laper nih, cari makan dulu yuk" sahutnya kemudian, membuat kedua sahabatnya itu melipat tangan di dadanya tanda malas.
"hikss..hikss.. ayolah, lagian club pasti masih sepi jam segini" bujuknya pada kedua sahabatnya itu dengan tingkah anak kecil yang lucu dan menggemaskan.
"hmmm... okey, yuk kita jalan sebentar" sahut Anggun kemudian setuju.
sebagai permintaan maaf karena membuat kedua menunggu lama, akhirnya Nica yang menyetir mobil anggun untuk berkeliling mencari makan. mereka bertiga bernyanyi dan berjoget sesekali tawa mereka pecah. tidak peduli sedang lampu merah, mereka tetap ricuh. membuat beberapa pengendara melihat keheranan.
mereka memutuskan untuk makan di sebuah restoran, dan mengobrol berbagai topik. gelak tawa mereka yang kadang membuat sekeliling melirik membuat mereka salah tingkah. akhirnya memutuskan keluar dari tempat itu dan menuju club untuk bersenang-senang.
__ADS_1