
hari ini Monica memutuskan untuk tak berangkat kerja dia menghabiskan waktu lebih banyak dengan menantunya. mereka kini tengah berada di teras menikmati teh hangat sembari menatap taman yang masih di selimuti sisa titik embun.
Monica bercerita banyak mengenai perkembangan janin dan kembali terkenang saat pertama kali mengetahui kalau dia tengah mengandung putra pertamanya Dimas. dia hampir saja ingin menitihkan air mata saat mengingat suaminya.
"aduhhh mama jadi kangen sama papa mertua kamu..." ucap Monica sembari menatap ke arah langit.
Anggun hanya bisa diam dan menyimak segala cerita mamanya, dia paham betul bagaimana rasanya di tinggal oleh orang yang di cintai. meski Anggun tak pernah bertemu secara langsung dengan papa mertuanya tapi dia sudah hapal dengan wajahnya karena setiap haro melihat fotonya di ruang tamu. foto keluarga yang tampak menunjukkan bahwa keluarga itu memang sangat harmonis.
"sebenarnya mama agak sedikit kecewa sama kamu Anggun..." balas Monica kemudian masih menatap ke arah lain, mendengar ucapan itu Anggun menahan nafas sejenak lalu di hembuskannya dengan sangat hati-hati.
"i...iya ma" balas Anggun yang mulai merasa canggung dan enggan menayakan sebabnya.
__ADS_1
"kamu pergi dari rumah ini, di tambah lagi Angga mendapatkan masalah lain. membuatnya terlihat jauh berbeda dengan sosok Angga yang selama ini mama kenal. dia seperti bukan dirinya" ucap Monica lagi masih menatap ke arah lain dan terlihat mengenang kejadian kala itu, sementara Anggun dadanya mulai bergetar dan semakin merasa bersalah.
"i...iya ma Anggun merasa bersalah" balas Anggun lirih sembari tertunduk dan Monica yang mendengar ucapan itu segera menatap ke arah menantunya.
"kamu tau tidak kalau Angga mengalami kebangkrutan, dia di tipu perusahaan lain, apalagi itu berkaitan dengan ayahmu, dia sangat malu dan segan menceritakan masalah itu karena sebelumnya ayahmu sangat senang dan berharap pada Angga" balas Monica dan di balas dengam gelengan kepala dari Anggun.
dia berusaha mengingat namun memang tak pernah Angga menceritakan masalah pekerjaannya, setelah mereka bertemu Angga hanya membahas masalah mereka berdua.
Monica melanjutkan semua ceritanya membuat Anggun kini mengangguk paham setelah melihat perubahan dari suaminya saat pertama kali datang menemuinya di tempat persembunyiannya.
"pantas saja mas Angga terlihat sedikit kurus dan pakaiannya juga lusuh" batin Anggun lagi yang mencoba mengingat keadaan suaminya saat menemukannya apalagi setelah di kaitkan dengan cerita Monica sangat sinkron.
__ADS_1
"mama minta maaf ya karena sudah memaksa kalian untuk menikah, mama kira pilihan mama sudah yang terbaik untuk kalian berdua..." balas Monica dengan nada bergetar menahan tangis, kini dia merasa bersalah dan kembali mengingat ucapan Angga saat menolak keras permintaannya.
"cocok untuk mama belum tentu cocok untuk ku.." begitulah kurang lehih ucapan Angga saat Monica membujuknya untuk menikah dengan Anggun
"mama tak salah, aku lah dan keluargaku yang salah karena tak berpikir panjang. lagi pula nasi sudah jadi bubur, sekarang Anggun akan belajar menjadi istri seperti di luar sana" balas Anggun yang juga menahan tangisnya
dia semakin merasa bersalah setelah mendengar semua cerita dari mertuanya. keheningan terjadi beberapa saat sampai akhirnya Monica bangkit sari duduknya lalu membawa cangkir kosong sisa teh hijau yang di buatkan bi susi.
"ya sudah, mama mau mandi dulu ya. kalau ada apa-apa kasih tau mama saja" ucap Monica sembari menepuk lembut bahu Anggun laly bergegas menuju kamarnya.
sementara Anggun masih duduk termenung dan merasa sedih setelah mendengar cerita dari Monica, dia membayangkan wajah suaminya saat menghadapi masa sulit itu. lagi-lagi impiannya mendirikan perusahaan baru harus tertahan sampai semua masalah itu terpecahkan.
__ADS_1