
Angga sudah tiba di rumah dan mendapati kamar yang kosong. Angga segera menuruni anak tangga lalu menghampiri bi susi untuk menanyakan keberadaam Anggun.
"Non Anggun pamit pergi keluar den tadi pagi" ucap bi susi kemudian menjawab pertanyaan tuan muda nya
Angga kembali ke kamarnya dan sibuk membersihkan tubuhnya, selesai mandi pun Angga belum menemukan keberadaan istrinya.
"Belum sembuh tapi sudah keluyuran, masih saja lupa dengan posisinya di rumah ini" batin Angga yang mulai merasa kesal sembari mengusap kasar rambut basahnya dengan handuk.
Di raihnya hp nya dan melihat tidak ada satu pesan pun dari Anggun, dan waktu sudah menunjukkan jam 8 malam. Angga pun memilih untuk melewatkan makan malam setelah berbicara sebentar dengan mamanya.
Anggun baru saja tiba di rumah dengan kondisi baju yang basah. Keadaan tubuhnya mulai menggigil, dia sempat berbicara dengan dengan mertuanya yang menonton Tv di ruang tamu.
Flashback...
Anggun memutuskan keluar lagi dari mobil dan memeriksa mesin mobilnya meski kondisi sedang hujan, karena tak kunjung mendapatkan bantuan.
Setelah beberapa menit sibuk mengotak-atik mesin, suara berat terdengar dari belakangnya yang membuat Anggun sedikit terkejut.
Seorang lelaki dengan seragam polisi datang menghampiri dan menanyakan kesulitan Anggun. Dia akhirnya memperbaiki mobil Anggun dan akhirnya kembali berbunyi. Anggun sangat senang lalu mengucapkan terimakasih sebelum melajukan kendaraannya.
"Hati-hati di jalan bu, kondisi sekarang hujan" ucap polisi itu terakhir kali nya.
****
Selesai menceritakan semua kejadian tadi ke mertuanya dia lalu bergegas menuju kamar.
"Kamu masih ingat pulang ke sini ?" Ucap Angga yang menahan kesal apalagi melihat kondisi Anggun yang menggigil
"Baru saja sampai di rumah sudah disambut dengan ucapan kasar begitu" batin Anggun yang mulai merasa tersinggung
Tanpa menjawab pertanyaan suaminya dia segera mengambil pakaiannya di lemari lalu bergegas menuju kamar mandi.
Angga mengusap kasar wajahnya karena terus saja mendapat perlakuan dingin dari istrinya itu. Dia berjalan menuju ranjang dan menghempaskan tubuhnya dengan kasar lalu mulai memainkan ponselnya.
Anggun keluar dari kamar mandi dengan piyamanya lalu duduk di depan cermin mulai mengeringkan rambutnya dan memakai semua perawatan kulitnya hingga aroma khas menyeruak mengisi kamar itu.
Mata Angga sejenak menatap kearah Anggun, perhatiannya kembali terusik setelah melihat tingkah Anggun. Anggun masih menyisit rambutnya dengan pelan dan sesekali menunjukkan tengkuk lehernya. Membuat Angga sedikit terpancing.
Anggun kemudian bangkit dari duduknya dan berjalan menuju ranjang, dengan cepat Angga mengalihkan pandangannya.
"Hei... kemana saja kamu hari ini, kenapa tak memberiku kabar?" Ucap Angga dengan menunjuk dengan tatapan sinis
__ADS_1
"Ke panti asuhan" ucap Anggun singkat tanoa menoleh kearah suaminya
"Kenapa tak memberi kabar, kamu memang istri yang keras kepala" ucap Angga sedikit menaikkan nada suaranya membuat Anggun mengangkat bahu karena terkejut.
"Kenapa mas Angga marah ? Aku saja tak marah padahal tadi pagi kamu mengabaikanku" ucap Anggu memunggungi Angga
"Mengabaikan apa maksudnya ?" Ucap Angga sedikit bingung dengan ucapan istrinya
"Tadi pagi kamu sibuk telponan dengan mesra lalu pergi tanoa pamit seperti biasanya" ucap Anggun mengingat kejadian tadi pagi dengan kesal.
Angga kembali mengingat kejadian tadi pagi
Flashback...
"Iya kenapa sayang..." ucapnya dengan santai tanpa menoleh kearah Anggun yang masih setia diatas ranjang
"Kak Angga, Niki sama Amira kangen sama kak Angga, kok gak datang ke rumah sih" ucap Niki dengan nada manja
"Oke, nanti aku kesana. Sabar ya..." ucap Angga yang membuat Anggun sedikit salah tingkah dan menatap ke arah lain.
"Dia telponan sama siapa sih mesra banget" batin Anggun yang ingin segera bergegas menuju kamar mandi namun masih menahan diri karena penasaran dengan isi percakapan suaminya.
"Kamu mau dibawakan apa ? Makanan kesukaan kamu ? Emang kamu di rumah sama siapa aja ?"
"Jangan lupa bawa mie balap ya " ucap Niki yang memesan makanan kesukaannya
"Oke siap adikku sayang" jawab Angga yang keluar dari kamar dan menuruni tangga dengan pelan
"Oke kak, makasih, i love u" ucap Niki dengam nada manja lalu pembicaraan mereka pun terputus.
****
"Ohhh jadi kamu cemburu??" Ucap Angga yang kemudian paham lalu terpancar senyum di bibirnya.
Angga mendekat kearah Anggun lalu dengan cepat membalikkan tubuh Anggun. Keduanya pun saling beradu tatap.
Detak jantung Anggun mulai tak beraturan, mukanya mulai merah dan dengan cepat berusaha membalikkan posisi tubuhnya seperti semua namun di tahan oleh Angga.
"Mas Angga awas, aku ngantuk...." ucap Anggun yang menutupi rasa malunya
"Jawab dulu..." paksa Angga terus
__ADS_1
"Ya terserah mas Angga, mau telponan dan panggil sayang ke siapapun. Aku gak marah dan menanyakan posisi mas Angga sebagai suamiku, gak seperti kamu yang suka menekanku dengan dalih posisiku sebagai istri di rumah ini" ucap Anggun yang meluapkan kekesalannya.
"Ohhh bilang aja kamu cemburu, tapi aku kan gak salah. Kamu harusnya pamit kemanapun pergi. Ini seharian gak ngasih kabar" celetuk Angga lagi yang tak mau kalah
"Aku bahkan gak ada protes padahal tadi pagi kamu pergi aja dan gak pamit apalagi cium kening seperti biasa. Atau memang sengaja kalau di depan mama" ucap Anggun lagi
Cup...
Sebuah kecupan pun mendarat si kening Anggub, membuat wajahnya kian merah. Matanya terbelalak menatap wajah suaminya yang tampak biasa saja.
Angga lalu mendaratkan ciumannya lagi ke seluruh wajah Anggun. Dengan perlahan Anggun mendorong tubuh Angga agar menjauh darinya dan menghentikan tindakannya.
"Tadi pagi itu aku telponan sama Niki, adik kesayanganku. Dan maaf karena tak pamit. Karena aku gak mau ganggu kamu yang sedang di kamar mandi" ucap Angga menjelaskan prasangka buruk istrinya
Anggun akhirnya mengerti lalu tanpa sadar menghela nafas pelan, dan tertangkap jelas oleh Angga.
"Kamu pasti berpikir kalau aku selingkuh ya?" Ucap Angga namun Anggun tetap diam saja.
Angga kembali menghujani wajah Anggun dengan ciuman, karena Anggun hanya diam dan tak melakukan penolakan membuat Angga kian terpancing. Hasratnya yang sejak tadi bergejolak kian memuncak.
Angga ******** bibir Anggun dengan lembut dan beralih ke lehernya membuat Anggun yang merasa sedikit geli pun menggeliat pelan. Angga menggenggam tangan Anggun yang mencoba mendorong tubuhnya berulang kali lalu melanjutkan aksinya.
Dengan cepat Angga berubah posisi dan sudah berada di atas Anggun lalu mulai meraba ke bagian lagi membuat Anggun melenguh pelan. Dan segera menutup mulutnya karena malu.
"Jangan di tahan.... keluarkan saja" ucap Angga yang menatap sejenak wajah menggemaskan istrinya
Angga lalu melanjutkan aksinya membuka satu persatu kancing piyama meski awalnya ditahan oleh Anggun namun dengan lembut Angga kembali ******* bibir Anggun untuk mengalihkan perhatiannya.
Aroma tubuh Anggun yang menggoda sejak tadi akhirnya berhasil dinikmati Angga sepenuhnya. Anggun yang merasa sedikit malu karena keadaan tubuhnya yang polos segera di tutupi Angga dengan selimut lalu menghentakkan tubuh miliknya ke milik Anggun.
Mereka berpacu di balik balutan selimut, Anggun yang masih belum terbiasa hanya mampu menggigit bibirnya. Angga melakukannya dengan sangat pelan dan lembut membuat Anggun akhirnya menyerah lalu terdengar suara lenguhan manja yang membuat Angga kian rakus. Angga mempercepat aksinya membuat suar Anggum kian nyaring di telinganya.
Sampai akhirnya berhenti dan deru nafas Anggun sangatbtak beraturan, Angga meletakkan kepalanya di ceruk leher istrinya. Setelah Anggun terlihat tenang Angga kembalu melakukannya sampai beberapa sesi. Tenty saja Anggun merasa kewalahan
"Mas Angga.... ahhhh jangan.... stttthhh ahhhhh" ucap Anggun sembari menggelengkan kepalanya karena sudah merasa lelah
"tahan sebentar lagi ya, maaf...." ucap Angga yang merasa sedikit kasian melihat Anggun yang kelelahan
Angga menghentakkannya dengan keras sampai suara mereka berdua berdua beradu. Mereka saling pandang meski tatapan Anggun terlihat sayu.
Angga kembali ****** bibir Anggun lalu berpindah posisi ke samping istrinya dan menarik selimut sampai ke leher istrinya.
__ADS_1
Anggun hanya menatap langit-langit kamar sembari menenangkan deru nafasnya sampai akhirnya matanya terpejam, sedangkan Angga sejak tadi hanya mengamati wajah istrinya.
Angga memeluk erat tubuh istrinya itu spdan ikut terlelap juga. Rasa kesalnya hari ini terbayarkan dengan rasa nikmat yang sudah lama di tahannya.