Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Bersenang-Senang


__ADS_3

selama tiga hari berturut-turut Anggun pergi dengan kedua sahabatnya itu pergi ke mall atau ke club dan bercerita banyak hal.


"gimana rasanya menikah ?" tanya Nica penuh penasaran sembari menikmati makanannya


Anggun terdiam sejenak menatap lekat wajah sahabatnya itu, Dewi yang tak terpikirkan dengan pertanyaan itu ikut penasaran dan menatap penuh perhatian.


"entahlah....." jawab Anggun bingung harus berkata apa


"apa saja yang sudah kalian lakukan bersama" ucap Dewi dengan semangat berapi-api


"banyak, pergi bekerja bersama. membantu mama menjaga butik" jawab Anggun sedikit berbohong.


bagaimanapun Anggun merasa tak terima atas keputusan orang tuanya yang menikahkannya secara mendadak dengan orang yang belum dikenalnya.


"bagaimana rasanya melakukan itu ?" ucap Nica dengan memainkan kedua alisnya membuat Anggun menahan nafas karena paham ke arah pembicaraannya.


"kamu nikah aja Nica biar gak penasaran" ucap Anggun mencubit pipi Nica dan membuat sahabatnya itu memajukan bibirnya.


Anggun tak mungkin menjawab pertanyaan itu, mereka belum pernah melakukannya sama sekali. hal yang sering di lakukan Angga adalah sebatas mencium kening Anggun.


Anggun melamun sejenak, kembali mengingat kejadian kala dia kepergok pergi ke club dan pulang larut malam. Angga sangat marah dan menyembutnya wanita rendahan. Anggun tak menyangka kalau malam itu Angga akan mencium kasar bibirnya dan hampir saja lebih dari itu.


"Anggun kenapa sih...?" ucap Dewi menyentuh lengan Nica membuat keduanya menatap ke arah Anggun yang sedikit menggelengkan kepala.


"Anggunnnn...." ucap keduanya bersamaan sembari menepuk bahu Anggun membuat wanitu itu terkejut dan menatap keduanya secara bergantian.


Anggun menjawab hanya dengan tawa yang dibuat-buat dan menggaruk kepalanya.


selesai makan mereka akhirnya meninggalkan mall dan pergi menuju club, tentunya Dewi masih saja dijaga oleh pengawal. tapi kali ini pengawalnya satu orang agar tak jadi pusat perhatian. bahkan pengawalnya yang disuruh mengemudi sementara ketiga wanita itu tertawa cekikikan sembari menunggu sampai di tempat tujuan.


"kenapa kita ke sini, biasanya kan bukan di sini " ucap Anggun yang heran setelah tiba namun bukan di club yang biasa mereka datangi


"ohhh iya, kita belum kasih tau ya" ucap Nica menepuk keningnya

__ADS_1


"jadi Roy teman SMA kita dulu ulang tahun dan merayakannya di sini, masih ingatkan...?" ucap Nica menjelaskan dan membuat Anggun paham


mereka akhirnya masuk dan mulai menyapa teman SMA mereka dulu, suasana begitu ramai karena Roy mengundang bukan hanya teman SMA saja melainkan teman semasa kuliah dan teman kerja juga.


mereke menikmati suasana yang riuh itu, meliukkan tubuhnya dan menari tak karuan karena efek alkohol yang sudah entah berapa kali di tegukkan. Angun juga seolah balas dendam selama tiga hari berturut-turut ini karena setelag kembali ke ke kota X dia akan jarang bertemu dengan kedua sahabatnya itu.


sudah jam 2 pagi dan acara pun berakhir, sebagian sudah berkalan keluar dan ada yang sudah tergeletak di atas sofa karena sudah mabuk berat. sementara ketiga wanita itu berjalan pelan sembari menyentuh tembok. untung saja ada pengawal yang siap menyetir untuk mereka.


"Eza, tolong belikan air mineral dan obat pereda mabuk ya" ucap Dewi ditengah keheningan dan pengawalnya hanya menganggukkan kepala tanda paham.


setelah melirik sepanjang jalan, Eza akhirnya menemukan sebuah suoermarket dan masuk ke dalam membeli pesanan nona mudanya.


Eza kembali ke mobil dan menyodorkannya ke arah Dewi, dengan cepat Dewi meminum seolah sangat kehausan dan membuka botol mineral yang masih ada tiga lagi menyodorkannya ke arah mulut kedua sahabatnya secara bergantian tak lupa juga memberi obat pereda mabuk.


sisanya diberikan Dewinke pengawalnya.


"buat kamu aja ya Za, minum. ini masih baru belum di buka" ucap Dewi kearah Eza yang belum melajukan mobil dan Eza meraih botol mineral itu.


"maaf nona, biar saya saja yang angkat ke dalam?" ucap Eza yang tubuhnya memang terlihat berisi


Dewi berpikir sejenak lalu akhirnya mengangguk, Eza kemudian menggendong Nica terlebih dahulu dan mengikuti langkah kaki Dewi menuju kamarnya. dengan perlahan menaruh tubuh Nica diatas ranjang dan turun lagi ke bawah untuk menggendong Anggun.


Eza akhirnya bisa beristirahat, kamarnya di sediakan keluarga Dewi di bagian bawah bersebelahan dengan kamar pembantu di rumah itu.


****


Angga sedikit kesal karena selama tiga hari ini Anggun mengacuhkan panggilannya. Angga akhirnya menghubungi kedua mertuanya dan mendapat kabar kalau Anggun sangat jarang terlihat di rumah.


kebetulan sekali setelah pekerjaan Angga selesai, jadwalnya kosong dan memutuskan ke kota x untuk menjemput Anggun. Angga tiba di depan rumah jam delapan pagi dan segera mengetuk pintu rumah.


Kesya yang membuka pintu sedikit terkejut dan segera menyuruh Angga masuk.


"ayo sarapan dulu nak" ucap kesya menawarkan ke menantunya itu

__ADS_1


"tidak perlu ma, tadi Angga sudah sarapan." ucap Angga sedikit berbohong karena dia sudah berangkat dari rumah jam lima pagi dan belum sarapan sama sekali. dia hanya penasaran dengan Anggun.


mereka berbincang-bincang sejenak membahas pekerjaan atau hala-hal yang menarik di kotanya. Kesya juga sudah menghubungi suaminya dan memberitahu kedatangan Angga.


"Anggun masih tidur ma ?" ucap Angga setelah meneguk secangkir kopi buatan mertuanya itu.


"mmmm, mama...jadi begini, mama bingung menjelaskannya" ucap Kesya yang tak menjawab pertanyaan Angga.


Wijaya muncul dari pintu dan menyapa keduanya, dia memang sengaja segera kembali ke rumah setelah mendapat kabar dari istrinya.


"ayah bikin kaget aja, kok mama gak dengar suara mobil sih ?" ucap Kesya yang masih terkejut karena kedatangan suaminya seperti angin


"iya, ayah parkirkan di depan saja. nanti juga mau kembali ke kantor" jawab Wijaya dan mendapat anggukan tanda paham dari keduanya.


Kesya beranjak dari duduknya menuju dapur dan membuatkan minuman untuk suaminya.


Wijaya mulai mengobrol dengan Angga dan membahas proyek kerja sama mereka dan Wijaya cukup senang mendapat jawaban dari Angga.


kesya muncul dan menaruh secangkir kopi diatas meja lalu duduk di samping suaminya.


"Anggun dimana yah ?" ucap Angga lagi setelah terjadi keheningan sejenak


Wijaya menghela nafas berat merasa malu untuk menceritakannya


"Anggun semalam tidak pulang, selama tiga hari dia disini sangat jarang mengobrol dengan seisi rumah ini" ucap Wijaya yang kemudian meneguk minumannya lalu menaruhnya lagi diatas meja.


"ayah pikir dia sudah berubah apalagi selalu mendapat cerita dari mama kamu" ucap Wijaya melanjutkan perkataannya.


setelah melihat sikap Anggun membuat Wijaya sedikit ragu dengan cerita Monica yang menunjukkan sikap baik putrinya selama tinggal disana.


"apa Monica sengaja melindungi Anggun, agar kami tak merasa kecewa" gumam Wijaya lalu menghela nafas pelan.


Sementara Angga hanya mendengarkan dan tak tau harus berkomentar apa. dia belum mencari tau cerita sebenarnya mengengai istrinya itu.

__ADS_1


__ADS_2