Beruntung Menikahimu

Beruntung Menikahimu
Ke Salon


__ADS_3

Monica tampak berbincang melalui hp nya di ruang tamu, setelah makan malam bersama dia bersantai sejenak. Anggun pun menghampiri lalu duduk di samping mertuanya itu.


"iya, besok kita ketemu di sana ya. sudah lama kita tak pergi bersama" ucap Monica yang tampak antusias lalu pembicaraan mereka pun berakhir


"mama besok mau kemana ?, kelihatan sangat bersemangat" ucap Anggun kemudian


"ohhh itu, besok mama mau ketemu teman di salon" ucap Monica menatap ke arah Anggun lalu kembali fokus ke layar Tv, Anggun hanya manggut-manggut


"ehhh besok temenim mama yuk, kita ke salon bareng" ucap Monica sembari menggenggam tangan Anggun


Anggun tampak diam sejenak memikirkan tawaran mertuanya


"boleh juga, aku juga ingin memotong rambutku. tapi harus minta izin dulu ke mas Angga" batin Anggun yang sudah beberapa bupan tak pergi ke salon, biasanya sebulan sekali dia pergi ke salon untuk merapikan rambut bob nya, dia memang tak suka memiliki rambut panjang.


"mau sih ma, tapi aku tanya mas Angga dulu ya ma" ucap Anggun karena tak ingin mengambil keputusan sendiri yang pada akhirnya membuat suaminya kembali marah.


"hmmm oke..." ucap Monica sembari mengacungkan kedua jempolnya lengkap dengan senyum ramahnya.


mereka cukup lama berbincang di ruang tamu mulai dari membahas film kesukaan sampai menceritakan kejadian di kantor. terdengar suara tawa renyah dari menantu dan mertua itu. sedangkan Angga sejak tadi sibuk memainkan hp nya di meja makan sejak tadi. karena mendengar suara tawa dia akhirnya mengayunkan langkah kakinya menuju ruang tamu lalu bergabung dengan kedua wanita itu.


"kenapa tiba-tiba kaliam diam ?" ucap Angga yang duduk di samping Anggun dan memperhatikan suasana menjadi hening setelah dia datang


"karena tidak ada yang lucu" ucap Monica lalu menatap layar Tv lagi


sejak tadi mereka memang menontom tayangan komedi, selera mereka kebetulan sama. sesekali Anggun menyentuh perutnya yang terasa sakit karena terus tertawa.


Angga yang merasa heran dengan tawa kedua wanita itu akhirnya ikut menatap ke arah layar Tv lalu ikut tertawa. suasana di ruang tamu itu sangat terasa hangat.


"ohhh ya nak, besok mama sama Anggun mau pergi ke salon" ucap Monica setelah tayangan komedi itu berakhir.


"mau ngapain ma ?...." ucap Angga yang menatap mama dan istrinya secara bergantian


"mama mau ketemu tante Tiwi, biasalah perempuan kan memang suka ke salon" ucap Monica yang merasa heran dengan pertanyaan putranya itu


"boleh ya mas, besok aku ikut mas Angga ke kantor sebentar lalu nanti pergi sama mama setelah makan siang" ucap Anggun dengan raut wajah sedikit memelas


"hmmmm..... baiklah..." ucap Angga setelah berpikir sejenak dan merasa tak perlu khawatir apalagi istrinya pergi dengan mamanya.

__ADS_1


****


"nak, nanti Anggun ke kantor jam satu aja ya. tadi tante Tiwi bilang ketemuannya jam delapan saja" ucap Monica saat mereka tengah menikmati sarapan


Anggun hanya mengangguk pelan setelah menatap ke arah suaminya yang tampak tak keberatan. pagi ini Angga berangkat ke kantor sendiri. sementara Monica dam Anggun bergegas menuju tempat yang sudah dijanjikan. mereka memang sengaja datang lebih awal agar tak terjebak macet, apalagi Monica merasa tak enak hati kalau harus di tunggu, dia lebih suka datang lehih awal.


beberapa menit mereka sudah duduk di sebuah salon yang terkenal di kota itu, Monica terlihat berbincang akrab dengan orang di dalamnya.


"ibu Monica kemana saja? sudah lama tak datang ke mari" ucap pemilik salon dengan senyum ramahnya.


"ohhh jadi ini langganan mama" batin Anggun yang hanya menyimak pembicaraan mereka


"ehhh ini siapa bu, saya baru lihat" ucap pemilik salon itu setelah melihat ke arah Anggun.


"waduh..... jadi lupa, kenalin ini Anggun menantu kedua saya, istrinya Angga" ucap Monica sembari menyentuh lengan Anggun.


Anggun pun denhan sopan menjabat tangan wanita yang terlihat seumuran dengan mertuanya lalu memperkenalkan diri.


"orangnya cantik seperti namanya, gak salah kalau nama kamu Anggun" ucapnya dengan ramah juga.


"wah.... sekarang kamu tak ambil pusing lagi. dulu takut sekali kalau Angga lajanh seumur hidup. ini buktinya dia bisa punya istri cantik" ucap Tiwi memuji menantu temannya dan yang di puji hanya tersenyum tipis


mereka mulai menikmati perawatan diseluruh tubuhnya diselingi gelak tawa membuat seisi ruangan itu terlihat hidup.


*****


waktu sudah menunjukkan jam sebelas dan mereka sudah selesai dengan perawatan dan meninggalkan salon itu. Anggun yang menyetir pelan menuju kantor suaminya, setelah tiba di kantor itu Anggun pamit sembari mencium punggung tangan mertuanya lalu Monica berubah posisi untuk mengemudikan mobilnya menuju restoran.


sebenarnya Anggun menolak untuk di antar dan ingin naik taksi saja tapi di larang oleh mertuanya.


tok..tok..tok..


Anggun mengetuk ruangan suaminya lalu terdengar suara dari dalam dan Anggun pun masuk.


Anggun melihat suaminya yang sedang sibuk membuka laptop di meja kerjanya, Angga memalingkan pandangannya ke arah Anggun yang semakin mendekat ke ke mejanya. Anggun mencium punggung tangan suaminya.


sedangkan Angga masih menatap lekat wajah istrinya dan bergantian mulai dari ujung kepala sampai ujung kaki.

__ADS_1


"tadi kamu di salon ngapain aja ?" ucap Angga kemudian dengan raut wajah yang sangat serius. Anggun pun menjelaskan semuanya.


"mau kamu apa ? kenapa harus memotong rambut sependek itu ?" ucap Angga lagi yang terlihat tak senang


"dari dulu memang aku tak pernah ganti model rambut, selalu pendek" ucap Anggun yanh mulai menangkap rasa tak suka dari suaminya itu.


"tapi kenapa .....huftty terserah...." ucap Angga yang menghela nafas panjang lalu kembali menatap ke layar laptop membuat Anggun sedikit gugup


"apa aku berbuat kesalahan lagi ?, apa penampilanku telihat jelek dan membuat mas Angga malu ?" batin Anggum dengan raut muka mulai merah dan masih berdiri di samping Angga.


sejak Anggun tiba di kantor dan sampai pulang ke rumah Angga hanya diam. membuat Anggun semakin bingung. sementara orang rumah tak menyadari bahwa kedua insan itu terlihat tak biasa.


mereka makan malam bersama seperti biasa dan mengobrol, Monica tak tau kalau pasangan itu tak saling bicara. semua terlihat biasa saja.


malam semakin larut dan mereka memutuskan menuju kamar, Angga sudah bersandar di atas ranjang, sedangkan Anggun masih berada di kamar mandi. beberapa menit kemudian dia keluar dari kamar mandi dan duduk di depan meja rias.


dia mulai memakai perawatan mulai dari wajah hingga ke seluruh tubuhnya, tak lupa juga menyisir rambutnya yang sedikit ikal yang terlihat rapi dengan model bob. dia tak kecewa dengan pelayanan salon itu, sesekali terlihat senyum mengembang di sudut bibirnya dan itu terlihat oleh Angga.


"senang sekali menjadi pusat perhatian ya..." batin Angga yang semakin kesal yang tingkah istrinya.


"besok kamu tak perlu ikut aku ke kantor" ucap Angga datar sembari menatap layar hp nya


"benarkah, kalau begitu aku besok sama mama ke..."


"tak boleh keluar rumah sama sekali" ucap Angga yang memotong ucapan Anggun


"kenapa ....?" ucap Anggun dengan tatapan mulai berkaca-kaca karena masih bingung dengan sikap suaminya.


"kamu pikir saja sendiri" ucap Angga acuh


"mas Angga jangan asal mengatur hidupku, aku juga punya..."


"pokoknya kalau aku bilang tidak tetap tidak. jangan membangkang dan jangan berani melawan perintahku" ucap Angga dengan nada datar membuat Anggun menelan ludah dengan kasar.


meski Angga tak membentaknya namun ada perasaan sakit di hatinya apalagi selalu mengingat kejadian disaat Angga marah pertama kali.


Anggun hanya pasrah lalu menyeret langkah kakinya menuju ranjang, menarik selimut sampai menutupi seluruh tubuhnya tak lupa juga memunggungi suaminya. air matanya mengalir lembut rasa sesak di dada nya berusaha di tutupinya.

__ADS_1


__ADS_2